Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Hari Yang Tenang


__ADS_3

Sudah 5 hari berlalu sejak Zen meninggalkan dunia Gurun Kematian, saat ini Zen sedang dengan santainya duduk disebuah pohon yang ada di rumah Ling Hao.


"Sampai kapan kau akan terus begini Zen?"


Ling Hao bertanya kepada Zen, sejak Zen datang kerumahnya dia tidak pernah sekalipun melihat Zen melakukan tindakan yang cukup berguna. Setiap harinya Zen hanya bersantai dibawah pohon, atau tidur dikamarnya.


"Bagaimana jika kau berlatih saja?"


Berlatih memang sesuatu yang lebih berguna daripada hanya tidur dan bersantai. Namun sekarang Zen merasa tidak perlu lagi berlatih, bagaimanpun kakuatannya tidak akan mengalami peningkatan sebelum dia menyatukan mahkota king dan Deadly sins.


"Kau tenang saja Ling Hao, setelah satu bulan aku akan melakukan apa yang seharusnya aku lakukan."


Satu bulan adalah waktu yang Zen berikan kepada Lin Shuming, sebelum satu bulan berlalu Lin Shuming harus memberitahu kan dimana dia berada. Jika dalam waktu satu bulan itu masih tidak memberitaukan keberadaanya maka Zen yang akan mendatangi dunia nya mengahancurkan semuanya.


"Bagaimana dengan tubuh Theresia? Kapan kau akan mengambilnya kembali?"


"Entahlah, mungkin setelah aku bersatu dengan kedua mahkota ku yang lain."


"Bukankah kau telah berhati hati, yang menjaga tubuh Theresia hanyalah Shao Ling dan Kreiz."


Dari yang Ling Hao ketahui kekuatan kedua orang itu jauh berada dibawah Zen. Lagi pula alasan Mereka berhasil membunuh Zen pada saat itu adalah karena sebuah keberuntungan, jika Theresia tidak ada disana pada saat itu maka mustahil bagi mereka untuk dapat membunuh Zen meski mereka semua telah bekerja sama.


"Mereka memang bukanlah sebuah masalah, namun setelah aku berhasil mengambil tubuh Theresia para monster tua itu pasti akan turun tangan."


"Monster tua? Apa yang kau maksud adalah Verdia Arcadia dan yang lainnya atau Cheng Ning dan yang lainnya?"


Mereka adalah deretan pemegang mahkota tingkat tinggi, tidak mengherankan jika Zen waspada terhadap mereka.


"Mereka juga termasuk, dan asal kau tau pada saat itu Cheng Ning telah membawa Li Qinyuang dan yang lainnya untuk membunuhku."


"Apa kau serius?"


Ling Hao sedikit terkejut, dia sedikit kagum karena Zen berhasil lolos dari para orang tua itu dengan kekuatannya yang masih belum stabil.


"Tentu saja aku serius, jika saat itu Rubia tidak datang aku pasti akan mati."


Tiba tiba rasa kagum Ling Hao turun dengan drastis, dengan adanya Rubia disana tidak mengherankan jika Zen berhasil kabur dari para orang tua itu. Bagaimanapun Rubia tetaplah salah satu ratu roh, meski dia tidak sebanding dengan para orang itu dia tetap masih dapat memberikan perlawanan yang besar.


"Jadi apa kau telah bertemu dengan Rubia lagi?"

__ADS_1


"Tidak, saat ini aku sedang menunggu dirinya dan Ciel."


Tiba tiba mereka merasakan hawa kehadiran kuat yang menuju kearah mereka dengan sangat cepat, namun mereka tidak khawatir karena mereka tau siapa yang datang itu. Pemilik hawa kehadiran itu datang ketempat Zen dan Ling Hao berada.


"Lama tidak bertemu Xia Shuang, sepertinya kau baik baik saja."


Pemilik aura itu adalah Xia Shuang dan Tan Shin seorang laki laki yang bersamanya.


"7 tahun yang lalu saya mencari anda kemana mana, namun saya sama sekali tidak dapat menemukannya. Saya cukup khawatir saat itu."


Xia Shuang langsung berjalan menuju kearah Zen dan duduk disebelahnya.


"Maaf membuat mu khawatir Xia Shuang. Jadi apa yang ingin kalian lakukan disini?"


"Tentu saja untuk bertemu dengan ayah, dan juga saya berniat untuk membantu mengambil kembali tubuh Nona Theresia."


"Membantu?"


Zen menyipitkan matanya, Zen tau kalau Xia Shuang yang sekarang sudah cukup kuat. Namun sebisa mungkin Zen tidak ingin Xia Shuang ikut terlibat, bagaimanapun keberadaan Xia Shuang adalah sesuatu yang sangat penting untuk Zen.


"Tan Shin, kau masih belum lupa dengan kesepakatan kita bukan?"


"Iya ayah."


Sejujurnya Zen akan lebih senang jika Tan Shin tidak memanggilnya dengan sebutan itu, namun jika Zen menyuruhnya untuk memanggil dirinya dengan sebutan yang lain maka Xia Shuang pasti akan marah. Sebisa mungkin Zen tidak ingin membuat Xia Shuang marah.


Namun untuk sekarang bukan itu yang harus Zen pikirkan, sekarang cukup baik bagi Zen karena Tan Shin masih belum melupakan kesepakatan mereka.


"Baguslah kalau begitu."


Tepat sebelum pertempuran yang merenggut nyawa Zen dimulai, Tan Shin dan Zen membuat sebuah kesepakatan. Isi Kesepakatannya adalah Zen akan memperbolehkan Tan Shin menikahi Xia Shuang dengan syarat dia harus menjaga keselamatan Xia Shuang sepenuhnya.


Tan Shin menyepakati hal itu dan dia berusaha keras agar memiliki kekuatan untuk dapat melindungi Xia Shuang. Sekarang Tan Shin dapat melindungi Xia Shuang dengan kekuatannya sendiri.


"Kesepakatan apa yang ayah maksud?"


Dengan penuh penasaran Xia Shuang bertanya kepada Zen, bagaimanapun hingga hari ini dia masih tidak mengetahui mengenai kesepakatan itu.


"Tidak ada, untuk saat ini ayah memiliki suatu yang Ingin kau lakukan."

__ADS_1


"Apa itu?"


"Sekarang pergilah cari seorang pemuda manusia...."


"Hah, apa kau gila Zen? Apa kau tidak tau berapa banyak manusia yang tinggal didunia atas ini?"


Dunia atas ini tersusun dari ribuan dunia, dan jumlah manusia yang tinggal didunia ini melebihi 100 miliar orang.


"Aku belum selesai berbicara dan kau telah memotong perkataan ku."


Zen lalu mengeluarkan sesuatu yang berkobar seperti api, dan memberikannya kepada Xia Shuang.


"Itu akan membimbing mu menemui orang yang ayah maksud. Pergilah temukan dia dan latih dia untuk beberapa waktu."


"Baiklah ayah. Ayo kita pergi Tan Shin."


Xia Shuang langsung menyimpan api itu dan pergi dari sana.


"Tan Shin, kupercayakan dia kepada mu."


"Serahkan kepada saya."


Tan Shin lalu pergi menyusul Xia Shuang.


"Ada apa dengan pemuda manusia yang kau maksud tadi? Apa kau akan membuat dia membantu dirimu?"


"Tidak, kekuatan kita saja sudah cukup untuk menyelesaikan masalah ini. Lagi pula kekuatan pemuda itu sangatlah lemah, saat ini dia mungkin masih berada dialam dunia dewa."


"Kalau begitu apa yang kau butuhkan dari pemuda itu?"


"Kurasa setelah masalah ini selesai sudah saatnya kita pergi meninggalkan dunia ini. Aku akan membuat pemuda itu menjadi kuncinya."


Mata Ling Hao Langsung melebar setelah mendengar hal itu, meninggalkan dunia ini adalah sesuatu yang ingin mereka lakukan sejak dulu. Namun karena beberapa hal mereka tidak jadi melakukan hal itu.


"Apa menurutmu pemuda itu dapat melakukannya?"


"Mustahil jika hanya dengan kekuatannya sendiri, namun apa yang ada didalam tubuhnya akan membimbing dirinya agar dia dapat melakukan hal itu."


"Sepertinya kau sangat percaya dengan apa yang ada didalam tubuh pemuda itu, emang apa yang ada didalam tubuhnya?"

__ADS_1


Untuk sesaat Zen menjadi diam setelah mendengar pertanyaan Ling Hao, namun tidak lama kemudian sebuah senyuman muncul diwajah Zen dan dia memberikan tau Ling Hao sesuatu yang menarik.


"Mereka adalah 7 dari 48 orang dewa kuno."


__ADS_2