Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Pedang Suci dan Pedang Terkutuk


__ADS_3

Disana terdapat banyak pedang yang menacap, dengan delapan pedang yang membetuk lingkaran dan pedang emas sebagai pusatnya. Aku tidak tau kami sekarang berada dimana, diruangan ini semuanya hanya ada dinding. Diruangan yang tertutup rapat ini hanya ada satu sumber cahaya, cahaya itu menuju langsung ketempat pedan emas itu tertancap. Cahaya hanya ada ditempat para pedang tertancap, selain ditempat itu tempat yang lain hanya ada kegelapan.


Diruangan ini aku merasakan aura suci berada dimana mana, hal itu membuatku sedikit bingung. Jika tempat ini memang tempat dimana pedang suci dan pedang terkutuk berada, maka karena aku berada didalam penghalang seharusnya aku tidak akan merasakan aura tersebut. Aura suci yang ada didalam ruangan ini seharusnya tidak akan setebal ini, aura suci tidak akan bisa menghilangkan semua aura kegelapan dan begitu pula sebaliknya. Cahaya dan kegelelapan tidak akan dapat bersatu, dan juga mereka tidak akan dapat menghancurkan satu sama lain. Meskipun cahaya dan kegelapan saling menghancurkan satu sama lain, namun mereka tidak akan pernah mencapai kemenangan ataupun kekalahan.


Jika dilihat dari jumlah aura suci yang ada diruangan ini, maka kesimpulan yang bisa diambil hanya ada satu yaitu pedang terkutuk tidak berada didalam ruangan ini. Dengan pedang terkutuk yang sekarang sedang tidak ada disini hanya ada dua kemungkinan yang ada, pertama pedang terkutuk sejak awal memang tidak berada disini dan yang kedua adalah pedang terkutuk sudah diambil oleh orang lain. Kedua kemungkinan itu sama sama memiliki persentase sebesar lima puluh persen, jika aku terus memikirkan kemungkinan yang ada maka itu tidak akan pernah mencapai kesimpulan yang ada. Saat ini pilihan yang tebaik adalah bertanya pada seseorang yang mungkin mengetahuinya, dan kebetulan aku memilikinya didalam tubuhku.


-Roh kegelapan, aku merasakan hal yang aneh diruangan ini, jadi bisakah kau menjawab beberapa pertanyaanku?-


-IYa, silahkan bertanya sesukamu.-


Meski aku tidak melihat wajahnya namun aku merasa kalau dia sedang tersenyum sekarang.


-Aku yakin kau sudah tau apa yang ingin kutanyakan, jadi langsung saja keintinya. Dimana pedang terkutuk berada?-


-hahahah, aku memang sudah tau apa yang ingin kau tanyakan namun tak kusangkan kau benaran menanyakannya.-


Dia terus menerus mengeluarkan tawa yang membuatku cukup kesal.


-Berhentilah tertawa, jadi dimana pedangnya?-

__ADS_1


-Baiklah akan kuberi tau, pedangnya ada samamu.-


-Berhentilah bercanda dan beritau padaku.-


-Aku sama sekali tidak bercanda, kau pasti sudah merasakannya bukan aura yang ada pada pedang yang ada diruang penyimpananmu?-


Aku mengeluarkan pedang terkutuk itu dari rang penyimpananku.Aku memang sudah memikirkan kemungkinan pedang itu, namun siapa sangka pedang itu benaran pedang terkutuk. karena pedang terkutuk itu sudah ada ditanganku maka aku tidak perlu lagi mencarinya.


-Kau bilang ini pedang terkutuknya bukan, meski kau bilang ini ada pedang terkutuknya entah mengapa aku merasa kekuatan pedang ini cukup kecil. Ya meskipun aura yang dimilikinya cukup besar.-


-Ya itu jelas kekuatannya kecil karena pedang itu masih merupakan wadah yang kosong.-


-Wadah yang kosong?-


-Baiklah-


Sesuai dengan yag disuruhnya aku berjalan mendekati pedang emas yang tertancap itu dan aku menancapkan pedang terkutuk ini dengan posisi yang menyilangi pedang emas itu.


-Lalu apa yang selanjutnya harus kulakukan?-

__ADS_1


-Keluarkan bola bola yang kau dapat dari setiap lantai dimenara ini, tunggu beberapa saat dan kau akan melihat sesuatu yang menarik.-


Aku mengeluarkan bola bola elemen yang kudapatkan dari menara ini yang kusimpan diruang penyimpananku. Tidak lama aku mengeluarkan bola elemen itu mereka bersinar dengan cukup terang dan kedelapan bola itu terbang mengitari kedua pedang yang tercantap menyilang tersebut. Akupun segera pergi dari pedang pedang yang tertancap itu.


-Hebat, kau memang benar kalau ini menarik. Bahkan pendahuluku saja sepertinya tidak pernah melihat hal yang seperti ini.-


-Pendahulu? Apakah yang kau maksud ayahmu atau leluhurmu?-


-Tidak, lupakan saja apa yang baru saja aku katakan.-


Setelah cukup lama bola bola elemen itu mengitari pedang, bola bola itu akhirnya berhenti dan terbagi menjadi dua kelompok. Dikelompok pertama ada bola elemen dari berkah api,angin,magma dan cahaya, bola bola itu berkumpul disekitar pegangan dari pedang suci. Sedangkan kelompok adalah bola bola elemen dari berkah air,petir,es dan kegelapan, mereka berkumpul disekitar pegangan pedang terkutuk.


Tidak lama setelah bola bola elemen itu terpisah menjadi dua kelompok, bola bola itu satu persatu berubah menjadi seperti api kecil yang berwarna sesuai dengan elemennya dan masuk kedalam pedang.


-Jadi setelah itu selesai apakah aku sudah bisa menngabil pedangnya?-


-Ya, setelah proses itu selesai maka kedua pedang itu akan mendapatkan kembali kekatannya dan kau bisa langsung mengambilnya.-


Elemen terakhir yang memasuki pedang adalah elemen cahaya dan elemen kegelapan, mereka secara bersaan memasuki pedang suci dan pedang terkutuk. setelah semua elemen elemen itu memasuki pedang, pedang pedang yang mengitari kedua pedang itu menjadi partikel cahaya dan kegelapan masing masing dari mereka memasuki pedang suci dan pedang terkutuk. dan jugasemua aura suci yang ada disekitar ruangan ini mulai meresap kedalam pedang suci.

__ADS_1


-prosesnya telah selesai, kau bisa mengambil kedua pedang itu sekarang.-


Setelah si roh kegelapan berkata begitu, akupun langsung pergi ketempat kedua pedang itu tertancap dan aku segara mencabut kedua pedang itu secara bersamaan.


__ADS_2