
Melihat tubuh Theresia yang sepenuhnya tertutup oleh es Ling Hao dan yang lainnya segera mendatanginya. Mereka melihat Theresia masih sadar didalam es itu, melihat kedatangan Ling Hao dan yang lainnya Theresia lalu segera menghancurkan es itu. Begitu keluar dari es itu Theresia langsung memuntahkan banyak darah, dalam pertarungan ini mungkin Theresia terlihat sebagai pemegang namun sebenarnya dia juga tidak menang ataupun kalah.
Dalam segi luka yang diterima Theresia jauh lebih parah dari pada Feng Nianyun, beberapa luka dapat terlihat ditubuh Feng Nianyun namun itu semua hanyalah luka luar yang dapat disembuhkan dengan mudah. Sedangkan Theresia adalah kebalikan Feng Nianyun, dari luar dia memang tidak terlihat seperti terluka parah namun sebenarnya beberapa organ dalam Theresia terluka sangat parah. Akibat beberapa organ dalam yang lain tidak berfungsi dengan baik.
"Hoi kau baik saja Theresia?"
Ling Hao sedikit khawatir dengan Theresia, darah terus keluar dari mulutnya. Jika saat ini Theresia mati maka semua yang telah mereka lakukan tidak ada gunanya, bagaimanapun Ling Hao harus mencegah kematian Theresia.
"Iya, aku baik baik saja."
Meski organ dalamnya tidak berfungsi dengan baik dan dia Merasakan rasa sakit yang luar biasa namun bagi Theresia Tidak ada masalah, bagaimanapun semua luka itu setidaknya tidak akan membunuhnya dalam waktu yang dekat.
"Heal."
Theresia merasa menjadi lebih baik, namun bukan berarti organ dalamnya sudah sembuh seperti sebelumnya. Theresia Masih memerlukan waktu beberapa hari sampai semua luka itu dapat sembuh sepenuhnya.
"Feng Nianyun."
Ling Hao menatap Feng Nianyun yang sedang terduduk itu dengan sangat tajam, aura membunuh yang besar juga keluar dari tubuh Ling Hao.
"Hentikan Ling Hao, jangan pernah mencoba untuk menyentuhnya."
Merasakan aura membunuh yang Ling Hao keluarakan Theresia dengan cepat langsung menyuruh Ling Hao untuk berhenti, jika Ling Hao mengeluarkan aura membunuh itu lebih lama lagi maka dia mungkin akan membunuh Feng Nianyun tanpa dia sadari.
Untuk saat ini Ling Hao tidak memiliki pilihan lain selain mendengar apa yang Theresia katakan, Ling Hao lalu berhenti mengeluarkan aura membunuh miliknya.
__ADS_1
"Apa yang akan kita lakukan terhadapnya?" Tanya Ling Hao
Ling Hao tau kalau Theresia Tidak berniat untuk membunuh Feng Nianyun, jika Theresia memang ingin membunuhnya maka dia tidak akan menghentikannya pada saat mengeluarkan aura membunuh tadi.
"Tidak ada biarkan saja dia seperti itu."
Apa yang Ling Hao tebak sangat tepat, Theresia memang tidak ada niat untuk membunuh Feng Nianyun. Meski pada pertarungan tadi Theresia terlihat sangat ingin membunuhnya namun semua itu hanyalah akting saja, Jika Theresia tidak melakukan hal itu maka Feng Nianyun mungkin tidak akan melawannya dengan sekuat tenaga.
Theresia kini telah puas karena dia dapat melihat perkembangan Feng Nianyun selama beberapa ribu tahun terakhir ini.
"Meski kau mengatakan untuk membiarkannya namun tetap saja dia pasti akan mendapatkan masalah jika Zen mengetahui hal ini."
Meski tidak ada dari mereka yang memberitahunya namun pada akhirnya Zen pasti akan tau kalau Feng Nianyun membuat Theresia terluka sangat parah, dan pada saat itu Zen mungkin akan langsung mencari Feng Nianyun dan mencoba untuk membunuhnya.
"Kau tidak perlu khawatir, Jika Zen mengetahuinya maka aku akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi."
"Theresia apa kau yang membuat taman bunga es ini?" Tanya Hao Chen sambil mencabut sebuah bunga es itu.
"Iya, indah bukan."
Tidak peduli pada waktu siang atau malah bunga es itu akan terlihat indah, pada siang hari bunga es akan terlihat mengkilat sedangkan pada malam hari bunga es itu akan mengeluarkan cahaya.
"Iya, ini cukup indah. Hanya saja akan sempurna jika dia memiliki aroma."
Hao Chen mencium bunga yang dipegangnya itu, sama sekali tidak ada aroma yang tercium.
__ADS_1
"Iya kau benar."
Theresia setuju dengan apa yang Hao Chen katakan, tidak peduli seindah apa bunga itu namun pada akhirnya bunga itu hanyalah benda mati yang terbuat dari es, sangat berbeda jika dibandingkan dengan bunga yang asli.
"Berhenti membahas bunga itu saat ini, jadi dimana Zen saat ini?"
Jika Zen sedang bertarung maka dia seharusnya mengeluarkan aura yang cukup besar, namun Ling Hao sama sekali tidak dapat Merasakan aura milik Zen. Seolah olah Zen sama sekali tidak sedang bertarung atau sedang menyembunyikan aura miliknya.
"Zen tadi terkena serangan Verdia, kurasa dia sudah ada didunia ini."
Serangan fisik Verdia sangatlah kuat, meski Theresia tidak tau dengan pasti Zen terhempas sampai mana namun dia menebak kalau Zen telah terhempas sampai keluar dari dunia ini.
"Kita tidak tau dengan pasti dimana dia saat ini, lebih baik kita tetap disini saja dan melihat situasi." Ucap Theresia.
Theresia memang tidak dapat melihat yang lain dari tempatnya saat ini, namun sampai sekarang dia masih belum melihat Atlanta dengan kata lain Para leluhur vampire itu masih bertarung dengan Cheng Ning dan yang lainnya. Sedangkan untuk Cicilia dan Veldra Theresia sama sekali tidak mengetahuinya.
"Kurasa Theresia ada benarnya, lagi pula kita tak siapa yang akan datang selanjutnya."
Ling Hao Memang tidak ada disana sejak pertarungan dimulai, namun dari penjelasan Theresia Ling Hao dapat mengerti situasi yang sedang terjadi saat ini. Pada awalnya Zen hanya bertarung dengan Verdia dengan normal, setelah itu Atlanta muncul dengan beberapa leluhur vampire yang lain. Selanjutnya adalah Cecilia, Cheng Ning dan beberapa orang dari keluarga suci, dan yang terakhir adalah Feng Nianyun.
Situasi pertempuran saat ini sedikit kacau, tidak akan mengherankan jika yang akan muncul selanjutnya adalah dari ras iblis atau dari salah satu 3 Aliansi besar manusia.
Sementara itu disisi lain Zen dengan sekuat tenaga mencoba untuk menahan Serangan Verdia, kali ini Verdia sama sekali tidak menahan Kekuatannya sedikitpun. Serangan fisik Verdia sangatlah kuat jauh melebihi Zen, serangan itu bahkan membuat Zen terhempas sampai kedunia langit gelap yang berada cukup dekat dengan dunia bintang hijau.
Zen beberapa kali terkena pukulan telak dari Verdia, dan beberapa pukulan itu membuat Zen menderita luka yang cukup parah. Dengan luka yang cukup banyak berada ditubuhnya itu Zen yang sekarang sama sekali bukan lawan dari Verdia.
__ADS_1
Meski begitu Zen sama sekali tidak menyerah, mungkin akan terlihat seperti sebuah lelucon namun dengan kekuatan fisiknya Zen saat ini melawan Verdia dengan kekuatan fisik yang jauh melebihi dirinya. Perbedaan dari mereka berdua cukup besar pada akhirnya Zen terkena pukulan Verdia dan kembali terhempas hingga ratusan km.