Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Naga Misterius


__ADS_3

Ledakan yang dihasilkan oleh bola api cukuplah besar, ledakan itu menciptakan sebuah lubang dan membersihkan pohon pohon yang ada disekitarnya.


"Fiuh, hampir saja."


Dibalik debu debu yang berterbangan Tina sedikit terbatuk batuk, meski tidak Parah namun ledakan dari bola api membuat tubuhnya merima beberapa luka kecil.


"Jika aku terlambat sedikit saja membuat penghalang maka aku pasti akan mati karena ledakan tadi."


Pada saat bola api itu akan meledak Tina membuat dinding es yang menutupi dirinya dari segala arah, karena itulah dia hanya menerima luka kecil saja.


"Saatnya membalas perbuatanmu."


Tina mengeluarkan pedangnya yang satu lagi, dia dengan cepat menuju ke naga itu. Tina langsung menebaskan pedangnya dan membuat luka yang besar dibadan Naga itu. Tubuh naga itu langsung beregenerasi namun Tina kembali membuat luka yang besar.


"Arrggg."


Naga itu berteriak kesakitan.


"Sialan kau manusia."


Naga itu menjadi sangat marah, dan dia berubah kewujud naganya. Pedang milik Tina yang tadinya berada diperut naga itu kini terjatuh karena naga itu berubah wujud.


Tina kemudian mengambil kembali pedang itu dan menyimpannya.


"Tombak es."


Puluhan tombak es muncul dan menyerang naga yang sedang terbang diatas Tina itu.


"Tidak berguna ya.."


Hampir dari semua tombak yang ada mengenai naga itu, namun meskipun banyak tombak es yang mengenai naga itu tubuhnya sama sekali tidak terluka.


Dalam bentuk Naganya naga itu mungkin memang dapat dengan mudah diserang, namun itu bukan berarti dia menjadi lebih mudah untuk dikalahkan. Saat dalam bentuk seperti itu, naga akan sangat sulit untuk dilukai karena sisiknya yang sangat keras.


"Kalau begitu bagaimana dengan ini?"


Tina mengeluarkan sebuah api biru, dia lalu melemparkan api ke naga itu. Api itu langsung meledak begitu mengenai tubuh naga.


Tubuh naga itu kini diselimuti oleh api, api itu membakar tubuhnya dari sela sela sisiknya. Dia tidak dapat menahan lagi rasa sakit dari api itu, dan diapun segera terjatuh ketanah.


Dia segera berubah bentuk humanoid, dan api biru yang menyelimuti tubuhnya langsung menghilang semua. Meski begitu bukan berarti kalau luka ditubunya juga hilang, akibat api biru itu tubuhnya kini dipenuhi oleh luka bakar. Kekuatan regenerasinya tidak lagi dapat menyembuhkan luka itu karena telah mencapai batas.

__ADS_1


Tina dengan cepat langsung mendatangi naga itu, dia memandang rendah naga yang dipenuhi luka itu. Melihat tatapan itu, si naga menjadi sangat marah namun karena luka ditubunya dia kesulitan untuk bergerak ataupun mengeluarkan kekuatannya.


"Yah kurasa saatnya mengakhiri ini."


Tina mengarahkan pedangnya kedada Naga itu, begitu pedang miliknya hampir mencapai jantung naga itu Tina menjadi tidak bisa bergerak sedikitpun.


'apa yang terjadi?'


Dari arah belakangnya Tina merasakan aura yang sangat besar, aura itu menunjukan sebuah kematian kepada Tina. Dibawah tekanan aura itu Tina tidak berani melihat ke belakangnya, dan dia hanya terus melihat naga yang ada didepannya sambil mengeluarkan banyak keringat.


"Itu...."


Tidak hanya Tina, bahkan Zen yang berada cukup jauh dari Tina juga dapat merasakan aura yang besar itu.


"Dia pasti dari dunia atas."


Hanya dengan Merakan auranya saja Zen tau kalau orang yang mengelukan aura itu adalah orang dari dunia atas.


"Perempuan itu, sepertinya dia mendapatkan beberapa masalah."


Zen dapat melihat Tina yang sedang katakutan, dan Zen juga dapat melihat ada seorang pria yang ada dibelakang Tina. Pria itu adalah orang yang mengelukan aura besar yang Zen rasakan saat ini.


"Dia..... naga?..."


"Sepertinya aku harus bergerak, jika tidak ini mungkin akan menjadi akhir baginya."


Zen berdiri diatas batang pohon, dan dalam sekejap dia menghilang dari batang pohon itu. Zen telah berada didepan Tina yang ketakutan, Zen lalu memeluk Tina dan menunjukan sebuah senyuman kecil kepada pria itu.


"Hoo, manusia yang cukup menarik."


Pria itu sedikit terkejut dengan kehadiran Zen, dia tidak menyangka kalau akan ada orang yang dapat bergerak dengan bebas dibawah aura intimidasi nya.


"Tidak, kurasa kau bukan manusia. Entah kenapa kau terlihat seperti seorang Vampire, tapi mengapa aku tidak dapat mengetahui ras mu?"


"......"


Zen tidak menjawab pertanyaan pria itu, sama seperti sebelumnya Zen hanya menunjukan sebuah senyuman kecil hingga akhirnya Zen mengucapkan sebuah kata.


"Bo... doh."


Sebuah bola api dengan diameter 5 m tiba tiba muncul diatas mereka. Zen lalu dengan cepat mengendong Tina dan meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Bola api langsung meledak dan menciptakan kawah yang sangat besar.


"Apa itu berhasil?"


Zen menurunkan Tina sambil melihat tempat ledakan tersebut.


"Sayangnya Serangan itu hanya mampu sedikit melukaiku."


"Apa?......"


Tanpa Zen sadari pria itu telah berada didepannya, dan dengan cepat pria itu memukul Zen dengan sangat Kuat. Zen tidak dapat menahan serangan itu dan dia terhempas dengan sangat jauh.


Tubuhnya menabrak semua pohon yang dia lewati dan membuat beberapa luka.


"Sial, Tina masih berada disana."


Tidak ada waktu bagi Zen untuk beristirahat, bagi Zen yang sekarang keberadaan Tina sangatlah penting. Dia dengan sangat cepat kembali ketempat Tina berada dan Zen dapat melihat tangan pria itu hampir menyentuh Tina.


"Jauhkan tangan mu darinya."


Zen mengepalkan tinjunya dan mengatakan ke pria itu.


"Oh, kau kembali lebih cepat dari yang kuperkirakan. Tapi apa kau berfikir kalau tinju itu dapat melukai diriku?"


Pria itu meremehkan Zen, dia merasa kalau tidak perlu baginya menahan pukulan Zen. Karena hal itu pukulan Zen dapat dengan mudah mengenai wajahnya, dan pria itu terhempas dengan sangat jauh.


Zen lalu mengeluarkan sihir panah hitam dan membunuh 10 naga yang ada disana. Dengan mudah 10 naga itu telah terbunuh dan Zen dengan cepat langsung pergi membawa Tina.


Disisi lain pria yang terkena pukulan Zen itu langsung berdiri kembali, luka yang dia dapatkan dari ledakan bola api dan pukulan Zen telah sembuh sepenuhnya.


"Aku meremehkannya, tidak kusangka dia dapat melukaiku 2 kali. Kurasa aku harus membalasnya."


Pria itu langsung mengambil ancang -ancang untuk menyusul Zen, namun sesaat dia Merakan sesuatu dan dia berubah pikiran.


"Tidak ada gunanya mengejarnya."


Pria itu kemudian menghelah nafas dan melihat keatas langit.


"Sepertinya pertempuran disana telah dimulai lagi."


Pria itu kemudian melihat ke 10 naga yang dia bawa telah mati semua, dan pria itu menghelahkan nafas yang lebih panjang dari sebelumnya.

__ADS_1


"Mau bagaimana lagi, kurasa aku harus mendapatkan sendiri pecahan itu tanpa harus mendapatkan bantuan dari para naga bodoh itu."


Pria itu berubah menjadi bentuk naga nya dan dia langsung terbang ke langit.


__ADS_2