Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Tubuh Es Abadi


__ADS_3

"Gadis kecil ini, Sepertinya tubuhnya bukanlah tubuh biasa."


Pada awalnya hanya tangan Lin Yan yang mengeluarkan hawa dingin, sekarang hampir seluruh tubuhnya mengeluarkan hawa dingin. Hawa dingin itu membuat daerah sekitarnya menjadi membeku, tidak hanya itu hawa dingin itu bahkan membuat pedang Lin Yan tertutup es sepenuhnya.


"Jadi begitu ya, gadis kecil ini memiliki tubuh es abadi."


Tubuh es abadi, sebuah tubuh yang membuat pemiliknya dapat meningkatkan kultivasi dalam waktu yang singkat. Tubuh es abadi adalah sesuatu yang sangat langka, sangat jarang ada orang yang memiliki pengetahuan mendalam tentang tubuh itu. Bahkan Zen juga tidak terlalu banyak tentang tubuh itu.


"Apa kau yakin dapat menahan rasa sakit itu?"


Tubuh es abadi memanglah bagus namun harga yang harus dibayar tidaklah murah, jika pemilik tubuh itu mengaktifkan kemampuan tubuh itu sebelum dia dapat menguasainya sepenuhnya maka orang itu akan merasakan rasa sakit yang luar biasa. Dari yang Xia Shuang Lihat Lin Yan belum dapat menguasai tubuh itu sepenuhnya, Xia Shuang juga pemilik tubuh es abadi jadi dia dapat memahami rasa sakit yang Lin Yan rasakan saat ini.


Meski begitu Lin Yan tidak peduli dengan rasa sakit yang dia rasakan, yang terpenting baginya saat ini adalah menunjukkan perkembangannya kepada Zen.


"Hahh, dasar gadis kecil yang keras kepala."


Xia Shuang dapat melihat dengan jelas kalau Lin Yan sama sekali tidak ada niat untuk menonaktifkan kemampuan tubuh itu, Xia Shuang tidak ingin membuat Lin Yan Merasakan rasa sakit itu lebih lama lagi. Xia Shuang memutuskan kalau dia akan menghentikan pertarungan ini dengan cepat.


Lin Yan mulai mengayunkan pedangnya, setiap ayuna pedangnya membuat permukaan menjadi beku. Itu adalah salah satu kemampuan dari tubuh es abadi, selain salah meningkatkan kultivasi dengan cepat tubuh itu juga membuat penggunanya menjadi lebih hebat dalam menggunakan es.


Namun es Lin Yan masihlah sangat lemah jika dibandingkan dengan Xia Shuang, bagi Xia Shuang es itu bukanlah sebuah masalah. Xia Shuang lalu dengan cepat bergerak, tanpa Lin Yan sadari Xia Shuang telah berada didepannya dan mengarahkannya pedangnya ke leher Lin Yan.


"Jangan membuat dirimu menderita lebih lama lagi, lebih baik kau menyerah sekarang."


"Baiklah, aku menyerah."


Lin Yan tidak memiliki pilihan lain lagi, meski dia tau kalau Xia Shuang telah menahan sebagian besar Kekuatannya namun jarak mereka masih sangat jauh. Tidak ada peluangnya bagi Lin Yan untuk dapat mengalahkannya.


"Sudah selesai ya."


Zen yang melihat pertarungan itu dari luar telah dapat mengukur kekuatan yang dimiliki oleh Lin Yan dan Xia Shuang.


"Bukankah itu terlalu cepat?" Ucap Liu Yu.


"Apa yang kau harapkan?"


"Kupikir pertarungan mereka akan terlihat lebih sengit."

__ADS_1


"Kau pasti bercanda bukan? Bahkan jika Xia Shuang telah menahan Kekuatannya dia tetap dapat membunuh Lin Yan hanya dengan satu jari."


Jangankan Xia Shuang yang merupakan seorang pejuang surga, bahkan Zhou Fan yang berada dialam ilahi dapat membunuh Lin Yan hanya dengan satu jari saja. Berbeda dengan dunia bawah Didunia atas ini memang tidak terlalu banyak tingkatan kultivasi namun jarak Kekuatan setiap tingkatan sangatlah besar.


"Satu jari? Bukankah itu terlalu berlebihan, emang apa tingkatan kultivasi anakmu?"


"Pejuang surga."


"Pejuang surga? Bukankah itu berarti dia adalah seorang pemegang mahkota?"


"Iya, hebat juga kau bisa mengetahuinya."


Liu Yu memang tidak terlalu tau banyak mengenai pemegang mahkota, namun dia setidaknya tau kalau para pemegang mahkota memiliki 3 jenis yaitu pejuang surga, king dan Deadly Sins dan setiap pemegang mahkota memiliki 3 tingkatan atas, menengah dan bawah.


Pada awalnya Liu Yu memang tidak dapat melihat tingkatan kultivasi Xia Shuang namun dia berfikir kalau Xia Shuang mungkin hanya seorang dialam penguasa dunia saja, namun apa yang dia pikirkan itu salah. Liu Yu tidak menyangka kalau Xia Shuang adalah seorang pemegang mahkota yang dapat dikatakan sebagai salah satu dari 123 orang paling berkuasa didunia atas ini.


"Apa dia benar benar anakmu?"


"Iya tanpa diragukan lagi dia adalah anakku."


"Apa semua keluarga mu adalah monster?"


Seperti itulah pandangan orang lain terhadap Zen, Ling Hao dan yang lainnya. Meski mereka adalah pemegang mahkota tingkat menengah namun mereka tidak berbeda jauh dengan para pemegang mahkota tingkat tinggi.


"Hahaha kejam sekali, kami adalah manusia hanya saja kami jauh lebih kuat dari kalian yang ada dibawah surga."


Zen Merasakan ada sebuah burung yang mendekatinya, burung itu lalu segera berhenti dibahu Zen. Zen mengenali burung itu jadi Zen tidak merasa khawatir. Setelah beberapa saat burung itu lalu menghilang dan meninggalkan pesan untuk Zen.


"Aku sudah menunggumu cukup lama dan sekarang kau baru saja muncul."


Kebetulan sekali setelah Zen menerima pesan itu Lin Yan dan Xia Shuang telah keluar dari ruang ilusi, mereka berdua lalu berjalan menuju kearah Zen.


"Pas sakali Xia Shuang, saatnya kita kembali."


"Apa ada masalah ayah?"


"Tidak, hanya saja apa yang ayah tunggu telah datang."

__ADS_1


"Baiklah."


"Zhou Fan, untuk sementara aku akan menitipkan Lin Yan kepadamu. Dalam waktu dekat aku akan mungkin akan mengirim orang untuk menjemputnya."


Zen lalu berjalan menuju kearah Lin Yan dan mengelus kepalanya.


"Jaga dirimu Lin Yan, tidak lama lagi kita pasti akan bertemu kembali."


Zen dan Xia Shuang lalu segera pergi meninggalkan sakte itu.


"Bagaimana menurutmu dengan perempuan itu Xia Shuang?"


Ini bukanlah sebuah pertanyaan yang menanyakan apakah Lin Yan cantik atau tidak, melainkan sebuah pertanyaan yang menanyakan tentang tubuh es abadi miliknya dan kemampuannya.


"Menurut saya dia masih terlalu lemah, dan juga terlalu ceroboh."


Menggunakan tubuh es abadi yang belum dapat dikuasainya sepenuhnya bukanlah sesuatu yang baik, selain rasa sakit yang luar biasa efek dari menggunakannya dapat membuat median pemilik tubuh itu hancur semua.


"Menurut mu apa yang sebaiknya dia lakukan?"


"Menurut saya lebih baik jika meningkatkan penguasaan terhadap tubuhnya terlebih dahulu dari pada meningkatkan kultivasinya."


"Mengapa begitu?"


"Karena menguasai tubuh es abadi itu akan memberikan lebih banyak keuntungan dari pada meningkatkan kultivasinya saat ini."


"Begitu ya."


Tentu saja Zen juga mengetahui hal itu namun akan lebih baik bagi Zen jika dia mendengar langsung dari orang yang memiliki tubuh es abadi.


"Jadi apa kau ingin menjadikan dia murid mu?"


"Jangan bercanda ayah, saya tidak memiliki kemampuan untuk melakukan hal itu."


Bagaimanapun tubuh es abadi adalah sesuatu yang sangat langka dan rumit, meski Xia Shuang memiliki pengetahuan mengenai tubuh itu namun dia tidak memiliki kemampuan untuk mengajari seseorang yang memiliki tubuh itu.


"Baiklah jika kau tidak menginginkannya."

__ADS_1


Zen lalu menambah kecepatannya agar cepat sampai kerumahnya.


__ADS_2