Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Awal Pertempuran


__ADS_3

Mereka saling memandangi satu sama lain. Elizabeth memandang dengan sebuah senyuman yang terlihat seperti merendahkan, sedangkan Kaisar naga memandang dengan wajah yang terlihat sangat kesal.


"Kurasa permintaanmu terlalu berlebihan, nona leluhur kedua."


"Tapi menurutku itu tidak terlalu berlebihan. Lagi pula apakah kalian berlima mampu menahan kami?"


"Tentu saja kami mampu, selama Theresia tidak ikut campur maka akan sangat mudah bagi kami untuk menahan kalian bertiga."


"Sepertinya kita tidak mencapai kesepakatan, kalau begitu aku rasa kami tidak memiliki pilihan lain."


Elizabeth, Argares dan Zen menggeluarkan aura mereka tanpa sedikitpun menahannya.


"Sepertinya kami juga tidak memiliki pilihan lain."


Kaisar naga dan ke 4 raja naga juga mengeluarkan aura mereka tanpa sedikitpun menahannya.


Bentrokan antar aura mereka membuat langit pagi yang terang kini menjadi gelap. Air hujan perlahan mulai turun diiringi dengan petir petir kecil.


Zen melihat kearah langit yang gelap itu, kemudian dia melihat kearah kota.


'Jika kami saling bertarung disini apakah kota itu dapat bertahan.'


Zen penasaran dengan berapa jumlah naga yang akan mati jika mereka saling bertarung. Meski ras naga memiliki pertahanan yang lebih kuat dari ras iblis namun tetap saja jumlah yang mati pasti tidak sedikit.


'Sepertinya tidak ada gunanya memikirkan hal itu.'


Zen lalu menatap tajam kearah kaisar naga, meski dia telah pernah melihat wajah kaisar naga melalui ingatan milik Theresia namun ini adalah yang pertama kalinya Zen melihatnya secara langsung.


Sedangkan disisinl lain, Kaisar naga yang menyadari tatapan tajam Zen itu merasakan sesuatu yang telah lama tidak dia rasakan.


'Kapan terakhir kali aku merasakan hal ini?'


Kaisar naga merasa kalau dia akan segera dimakan oleh mahluk yang lebih kuat darinya, beberapa bagian tubuhnya merasa sedikit ketakutan.


'Ancaman yang kurasakan darinya terasa mirip dengan ancaman yang kurasakan dari Theresia.'


Selagi kaisar naga mencoba untuk menenangkan bagian tubuhnya yang sedikit gemetar, Raja naga merah datang mendekati dirinya.


"Yang mulia, dia adalah vampire muda yang saya bilang sebelumnya."


Dengan pelan raja naga merah berbicara.


"Apa kau yakin dia orangnya?"

__ADS_1


"Ya, saya sangat yakin yang mulia."


'Jadi dia adalah orang yang mampu melukai Zmei. Apakah aku harus menanyakan identitasnya kepada Elizabeth?'


Kaisar naga melihat kearah Elizabeth, dan masih sama dengan sebelumnya Elizabeth masih memandang dirinya dengan sebuah senyuman yang merendahkan dirinya.


'Sepertinya tidak mungkin.'


Untuk sekarang tidak cara bagi kaisar naga untuk dapat mengetahui identitas Zen.


Disisi lain Argares yang mulia tidak sabar berbicara kepada Elizabeth.


"Apa mereka sudah selesai mengungsi?"


"Iya, kastilnya sudah kosong."


Alasan mereka bertiga belum menyerang adalah karena mereka sedang menunggu sampai orang orang yang dikastil pergi semua. Namun dengan melakukan hal itu bukan berarti mereka adalah orang baik yang tidak ingin membunuh nyawa yang tidak bersalah.


Mereka bertiga hanya tidak ingin ada keberadaan yang dapat mengganggu mereka nantinya.


"Jadi bisakah kita memulainya sekarang?"


"Yah kurasa kita bisa memulainya sekarang."


Dengan cepat Argares langsung bergerak ketempat raja naga biru, Legion. Dengan pukulannya Argares memukul raja naga itu. Serangan yang tiba tiba itu membuat Legion tidak sempat menahan pukulan Argares sepenuhnya, sebagai hasilnya Legion terhempas hingga kedalam kastil.


"Apa aku berlebihan?"


Argares tidak menyangka kalau Legion akan terhempas karena pukulannya.


"Kau memang sangat berlebihan."


Raja naga hitam, Daelus mencoba untuk menyerang Argares. Namun sayang serangannya itu terhentikan oleh Elizabeth.


"Menyerang dari belakang itu sangat tidak baik loh."


Elizabeth tersenyum halus kepada Daelus.


"Apakah benar begitu?"


Dari samping sang kaisar naga Ariabls menyerang Elizabeth dengan pukulannya. Elizabeth tidak dapat pukulan itu sepenuhnya, Elizabeth terhempas sampai kealun alun kota. Dan sebelum mengejar Elizabeth, Ariabls menghempaskan Argares hingga kedalam kastil.


Digerbang sekarang hanya tinggal 3 orang yang tersisa. Zen masih berdiri ditempatnya sambil terus mengeluarkan auranya. Raja naga merah, Zmei kemudia dengan cepat menuju Zen dan menyerangnya dengan pukulannya.

__ADS_1


Pukulan Zmei dapat dengan mudah ditahan oleh Zen. Namun Gelombang kejut pukulan itu tidaklah kecil, semua bangunan yang ada dibelakang Zen menjadi hancur.


"Kurasa kau menjadi lebih kuat dari yang sebelumnya."


Dengan pukulannya yang ada ditangan Zen, Zmei berbicara kepada Zen dengan memujinya.


"Apakah benar begitu?"


Dengan wajah datar Zen melihat kearah Zmei. Zen kemudian merasakan bahaya dari belakang nya, dengan cepat dia langsung menendang Zmei dengan kekuatan sangat kuat hingga dia terhempas sampai kekastil.


Lalu Zen langsung mengeluarkan salah satu pedang terkutuk miliknya dan menahan serangan Raja naga Hijau, Venes.


"Hoo, kau dapat menahan serangan pedangku dengan mudah. Dan juga itu adalah pedang yang bagus "


"Apakah anda tidak mendengar apa yang dikatakan oleh nona Elizabeth sebelumnya? Menyerang dari belakang itu sangat tidak baik."


Zen lalu menyerang balik Venes dengan menggunakan pedangnya.


"Dan juga pedang anda terlihat sangat kuat. Apakah itu pedang terkutuk?"


"Benar sekali, dan pedangmu sepertinya juga pedang terkutuk. Bagaimana jika kita mencoba daya tahannya?"


"Sepertinya menarik, kalau begitu izinkan saya yang menyerang duluan."


Dengan cepat Zen menyerang Venes, kedua pedang terkutuk itu saling beradu satu sama lain.


Pergerakan mereka sama sekali tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mereka terus saling menyerang sebanyak ratusan kali, selama periode waktu itu bangunan yang hancur akibat pertarungan mereka tidak dapat diukur.


Mereka berdua kemudian berhenti menyerang satu sama lain, tubuh keduanya dipenuhi oleh darah. Ada luka besar didada Vanes, namun karena kekuatan regenerasi ras naga luka itu kembali tertutup.


Begitu juga dengan Zen, ada luka besetan pedang dilehernya. Namun dalam hitungan detik luka itu kembali tertutup.


Luka ditubuh mereka telah menghilang semua, lalu dengan cepat Vanes kembali menyerang Zen.


"Seni berpedang naga, gerakan pertama. Tarian pedang!!!"


Vanes menggunakan seni berpedang miliknya, dia memasukan mana miliknya kedalam pedang terkutuk. Dengan begitu pedang terkutuk miliknya menjadi sangat kuat dan sangat tajam. Pedang itu kini dengan sangat cepat mencoba untuk membelah Zen menjadi dua.


Melihat serangan yang sangat berbahaya itu Zen tidak hanya diam. Zen kemudian juga menggukanan ilmu seni berpedangnya yang sangat jarang dia pakai.


"Seni pedang kekosongan, jurus kelima. Pedang kehampaan!!!"


Pedang Zen lalu mengeluarkan aura yang berwarna hitam pekat. dan Dengan pedang miliknya Zen menahan serangan Kuat dari Vanes.

__ADS_1


__ADS_2