
Rantai emas dari tubuh Zen masuk kedalam tubuh Arcadia, waktu yang tadinya terhenti kini mulai mengalir kembali.
"Apa yang sedang terjadi?"
"Entahlah, aku sama sekali tidak tau."
Elizabeth dan Argares sama sekali tidak tau dengan apa yang terjadi saat ini, tubuh mereka dipenuhi luka yang parah. Mereka syaris tidak dapat lagi bergerak, mereka hanya dapat melihat apa yang sedang terjadi dari kejauhan.
Disisi lain para pengikut Arcadia berhenti mencoba untuk menghancurkan penghalang yang melindungi Iris dan yang lainnya. Mereka semua dengan serentak menuju kearah Arcadia dan Reika.
"Sialan kau Reika, apa yang kau lakukan."
Salah satu seorang pria mengarahkan pukulan dengan penuh amarah. Reika dapat dengan mudah menghindari pukulan itu, Dia kemudian memotong tangan pria itu dengan pedang nya.
"Arggggg, apa kau berhianat Reika."
Dengan darah yang terus keluar dari tangannya, pria itu menatap Reika.
"Terserahmu jika kau kau menganggap nya seperti itu."
Dengan pedangnya Reika terus memotong bagian bagian tubuh pria itu hingga akhirnya pria itu pun mati.
4 pengikut Arcadia yang lainpun langsung mengambil jarak dari Reika.
"Apa maksudnya ini Reika?"
Tanya seorang pria dengan amarah yang mengelilinginya.
__ADS_1
"Seperti yang kau lihat, kau tidak perlu bertanya lagi Baros."
"Apa dengan kata lain kau melakukan penghianatan?"
"Mungkin seperti itu."
Bagi Reika tidak ada lagi alasan untuk terus menjadi pengikut Arcadia, sejak awal dia mengikuti Arcadia adalah karena kakaknya La Tiami.
Kini La Tiami telah menghilang, keberadaan sama sekali tidak dapat diketahui. Sejak menghilang nya La Tiami, Arcadia tidak pernah mencoba mencarinya dengan serius. Sejak saat itulah Reika memutuskan untuk berhenti mengikuti Arcadia.
"Kalau begitu sebagai hadiah dari penghianatan mu, kami semua akan membunuhmu"
Ke 4 orang itu bersiap untuk menyerang Reika, jika mereka semua menyerangnya secara bersamaan maka kesempatan Reika untuk menang akan sangat kecil.
Meski begitu Reika Sama sekali tidak khawatir, dia sama sekali tidak mengangkat pedangnya. Reika hanya tersenyum kepada mereka, dan waktu dunia kembali terhenti.
Waktu yang terhenti ini lebih kuat dari pada waktu yang terhenti dibuat oleh Lapis ataupun Arcadia. Semua leluhur vampire tidak dapat bergerak begitu juga dengan para pengikut Arcadia.
Sebuah bola hitam berada didepan 4 pengikut Arcadia, bola hitam itu kemudian menyentuh ke 4 pengikut itu. Dalam sekejap tubuh ke 4 pengikut Arcadia itu langsung hancur tanpa memiliki sisa dan bola hitam itu langsung menghilang.
Reika sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dia lihat, dia mencoba untuk pergi namun tubuhnya sama sekali tidak dapat bergerak.
Sebuah gate muncul, gate itu kemudian menarik Reika masuk kedalamnya dan waktu yang terhenti kembali mengalir.
"Dasar kau kehendak dunia sialan."
Arcadia menjadi sangat marah, semua pengikutnya selain Reika telah mati. Tidak ada lagi harapan baginya untuk dapat lepas dari rantai yang mengikatnya, kekuatan miliknya juga diserap sedikit demi sedikit oleh Zen.
__ADS_1
Disisi lain, Zen terus menerus berteriak kesakitan. Dia tidak lagi dapat berfikir dengan jernih, dia merasa seperti jiwa sedang dikoyak koyak.
Rantai emas yang masuk kedalam tubuh Arcadia mulai keluar membawa sesuatu. Langit yang cerah kini mulai ditutupi oleh awan gelap, awan gelap itu membutupi semua langit di dunia ini. Mulai dari dataran naga, vampire, iblis dan manusia.
Petir ungu yang tak terhitung jumlahnya keluar dari awan gelap itu, petir itu menghancurkan apapun yang ada dibawahnya. Mulai dari gunung, hutan, ataupun kota hancur akibat petir itu.
Angin topan muncul dimana mana, menyapu semua hal yang dia lewati. Suhu dunia menjadi lebih panas dari yang seharusnya, sungai sungai dan danau mulai menjadi kering.
Pada dasarnya jika terjadi bencana yang seperti ini kehendak dunia pasti akan langsung mengambil tindakan untuk menghentikannya. Namun keberadaan Theresia membuat kehendak dunia tidak dapat melakukan apapun, kehendak dunia tau kalau bencana ini masih lebih baik dari pada membuat Theresia marah dan menghancurkan dirinya.
Dari dalam tubuh Zen, Theresia yang melihat semua bencana di dunia itu sama sekali tidak merasakan apapun. Baginya yang terpenting sekarang adalah mengambil kekuatan yang ada didalam tubuh Arcadia.
Rantai yang masuk kedalam tubuh Arcadia telah keluar dengan mengikat sebuah cahaya berbentuk kobaran api. Cahaya itu terus menerus berubah warna, mulai dari biru tua, biru muda, hitam dan hijau.
Rantai itu menarik cahaya itu dengan cepat dan cahaya itu memasuki tubuh Zen. para pelayan Iris dan yang lainnya kembali masuk kedalam tubuh mereka, Rantai rantai yang mengikat Arcadia juga Mulai menghilang.
Tubuh Arcadia jatuh ke tanah, dia tidak bagi memiliki kekuatan. Bencana yang terjadi di dunia juga telah berhenti.
Didalam tubuh Zen, Theresia memandangi kobaran api itu. Theresia kemudian memasukkan kobaran api itu kedalam sebuah bola kristal berwarna biru langit.
"Aku sudah mendapatkan kekuatan ini, sudah saatnya pergi. Dan untuk ke 7 pelayan dan 9 pecahan yang ada pada vampire itu mungkin lebih baik tidak usah kuambil."
Ribuan rantai emas yang ada didepan Theresia mulai keluar dari Gate dan menghilang.
Diluar Zen tidak lagi merasakan sakit, dia sudah menjadi lebih tenang. Namun semua itu belum selesai, cahaya kecil yang tak terhitung jumlahnya mulai turun dari langit dan memasuki tubuh Zen.
Pada saat yang sama tubuh Theresia bercahaya, Theresia kemudian membuka sebuah gate kecil dan memasukan bola Kristal yang ada ditangannya kedalam gate itu.
__ADS_1
Cahaya cahaya kecil itu telah selesai memasuki tubuh Zen, tubuh Zen menjadi sedikit bercahaya dan Sebuah lingkaran sihir terbentuk dibawahnya.
Tidak lama kemudian bersamaan dengan 10 pedang yang menusuknya, Zen menghilang dari dunia itu.