Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Melawan Gill


__ADS_3

"Matilah kau."


Dengan sekuat tenaga Gill mengarahkan pukulannya ke Zen. Pukulan itu membuat sebagian besar bangunan itu menjadi hancur dan membuat debu debu berterbangan.


"Apa yang terjadi?"


"Apa vampire campuran itu mati?"


"Itu adalah pukulan sangat kuat, vampire campuran itu pasti mati."


Orang orang yang melihat hal itu menjadi sangat penasaran, karena debu debu yang berterbangan mereka sama sekali tidak tau hasil dari pukulan Gill.


Debu debu itu mulai menghilang, mereka semua lalu terkejut begitu melihat apa yang ada disana.


"Bagaimana bisa seperti itu?"


Mereka hanya dapat melihat Zen berdiri dengan tegap tanpa ada sedikitpun luka ditubuhnya.


"Kemana perginya vampire murni itu?"


Mereka semua mencari Keberadaan Gill, dan mereka akhirnya dapat melihat Gill yang terduduk dipinggir bangunan dengan beberapa luka ditubunya.


Zen lalu berjalan menuju tempat Gill berada.


"Itu pukulan yang sangat sakit kau tau."


"Bagaimana mungkin kau bisa tidak terluka setelah menerima pukulanku?"


Gill mengerahkan semua kekuatannya pada pukulan itu, tubuh seorang tingkat Baron pasti akan langsung hancur setelah terkena pukulan itu.


Namun sekarang Gill melihat Zen berjalan menuju kearahnya dengan tubuh yang tidak terluka sedikitpun.


"Tidak, siapa bilang aku tidak terluka? Meski tubuh ku kuat namun menerima pukulan sekuat tenaga dari orang tingkat Viscount pasti tetap akan melukaiku."


"Jika kau terluka mengapa kau terlihat baik baik saja?"


"Itu mudah saja, itu karena kekuatan regenerasiku langsung menyembuhkan luka yang kau buat."


"Mustahil, bagaimana mungkin vampire campuran memiliki kekuatan Regenerasi."


Tidak semua vampire memiliki kekuatan regenerasi, dari semua vampire yang terlahir mungkin 600 dari 1000 yang akan memiliki kemampuan regenerasi. Hal itu juga berlaku untuk para iblis dan naga.


Dan dari 600 orang itu biasanya hanya sekitar 10 vampire saja yang merupakan darah campuran.


"Jika kau bisa memilikinya mengapa aku bisa tidak memilikinya?"


"Huh kau benar, namun itu bukanlah kekuatan yang pantas untuk para campuran seperti kalian."


Luka luka milik Gill telah sembuh, dia lalu dengan cepat kembali memukul Zen.


"Hampir saja."


Tekanan angin pukulan itu membuat restoran itu menjadi hancur, semua orang yang berada didalam sana tidak menerima luka sedikitpun karena telah memasang pelindung pada tubuhnya.

__ADS_1


"Hell fire."


Gill menyerang Zen dengan menggunakan api hitam.


"Cih, sangat merepotkan. Dinding Es."


Sebuah dinding es muncul didepan Zen dan menahan api hitam itu. Meski dinding es itu kuat namun jika melawan api dinding itu pasti akan meleleh secara perlahan.


Sebelum dinding itu hancur sepenuhnya, Zen dengan cepat bergerak kearah Gill dan memukulnya. Meski pukulan itu kuat namun Zen telah menahannya hingga tidak akan melukai tubuh Gill dengan parah.


"Bilah jiwa."


Sebuah bilah bilah putih transparan keluar.


"Sial, itu sihir yang menyerang jiwa. Dinding api."


Sebuah penghalang fisik tidak berguna untuk menahan bilah jiwa itu, Gill mengetahui hal itu dengan baik karena itulah dia membuat dinding api.


Tujuan dinding api itu sendiri bukanlah untuk menghalangi bilah jiwa itu melainkan untuk membakarnya dan menunjukan tempat dan bentuk bilah jiwa itu.


"Hoo, trik yang cukup bagus."


Dengan bilah jiwa yang kini terlihat dengan jelas itu Gill dapat dengan mudah menghindarinya.


"Hemp, ini sangat mudah."


Dengan penuh kepercayaan diri Gill menghindari semua bilah itu dan menjadi teralihkan.


"Bodoh, tetaplah fokus saat bertarung."


"Sialan kau."


Gill terus berusaha untuk melepaskan dirinya dari Zen, namun dia tidak dapat melakukan hal itu.


"Sebenarnya aku ingin sekali menyiksa mu, namun karena aku ingin mengambil tubuhmu jadi aku tidak akan melakukannya."


Jika Zen menyiksa Gill maka sekujur tubuh Gill akan membuat bekas luka, itu adalah hal yang paling Zen ingin hindari.


"Karena itulah sebagai gantinya aku akan mengambil jiwamu."


"Berhenti, jangan lakukan itu."


Zen menarik jiwa Gill kedalam genggamannya, dan membuat Gill Merasakan rasa sakit yang luar biasa.


Kini jika Gill telah berada digenggaman Zen, namun karena Zen Tidak membutuhkan jiwa itu Zen pun langsung menghancurkannya.


"Sekarang tinggal 2 lagi."


Zen langsung menyimpan tubuh Gill yang hampir tidak memiliki luka itu.


"Sekarang bagaimana denganmu, apa kau akan melawanku?"


Zen melihat kearah Cilius yang sama sekali tidak melakukan pergerakan apapun.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak akan melawanku."


"Heh, padahal aku telah membunuh temanmu."


"Dia mati karena kesalahannya sendiri, itu tidak ada hubungannya denganku."


"Begitu ya, sangat disayangkan. Padahal kupikir kau akan melawanku."


Zen pergi meninggalkan tempat itu menuju sebuah tempat.


"Vampire campuran yang cukup menarik, baru kali aku melihat dia. Mungkin aku harus melaporkan hal ini kepadanya."


Cilius lalu juga pergi meninggalkan tempat itu.


"Sesuai kesepakatan serahkan sebuah pedang semi ilahi kepadaku."


Manusia itu meminta kepada iblis yang membuat sebuah pertaruhan dengan dirinya.


Iblis itu hanya tersenyum, tidak ada tanda tanda dia akan memberikan pedang semua ilahi miliknya.


Kesabaran manusia itupun menjadi hilang, dia menarik pedang miliknya dan dengan cepat mengunci pergerakan iblis itu.


"Jangan membuatku membunuhmu hanya karena sebuah pedang semi ilahi."


Iblis itu tidak bisa menggerakkan tubuhnya sedikitpun, dan karena pedang manusia itu lehernya secara perlahan mulai mengeluarkan darah.


"Baiklah aku akan memberikannya, tapi lepaskan dulu pedang mu."


"Baiklah."


Iblis itu lalu memberikan pedang semi ilahi miliknya.


"Ingat ini manusia, aku pasti akan mengambil kembali pedang ini."


"Cobalah jika kau memang memiliki keberanian."


Manusia itu mengambil pedang semi ilahi itu dan pergi meninggalkan restoran.


Disisi lain, setelah membuat kekacauan yang cukup besar Zen pergi berjalan mengelilingi kota seperti dia tidak ada malakukan apapun.


"Sekarang kemana aku harus mencari 2 tubuh yang lainnya."


1 tubuh vampire tingkat Viscount telah Zen dapatkan, sekarang dia masih membutuhkan 2 tubuh lagi untuk dapat menjadi seorang manusia Kembali.


"kurasa aku harus pergi kehutan terkutuk untuk sedikit menyerap pecahan kekuatanku.


Tidak, kurasa tidak ada gunanya bagiku melakukan hal itu sekarang."


Dengan tubuhnya yang sekarang Zen tidak dapat menyerap pecahan kekuatan itu, untuk dapat menyerap lagi pecahan kekuatan itu Zen perlu menjadi manusia.


Namun untuk sekarang dia masih belum dapat kembali menjadi seorang manusia karena beberapa alasan.


"Mungkin lebih baik aku mencari sebuah penginapan."

__ADS_1


Zen kembali mengelilingi kota dan mencari sebuah penginapan. Tata letak kota sudah jauh berbeda dari yang dia ingat, setelah beberapa saat Zen akhirnya menemukan sebuah penginapan.


Dipenginapan itu Zen memesan sebuah kamar dan langsung beristirahat didalamnya.


__ADS_2