Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Melihat Perkembangan


__ADS_3

"Tunggu ayah apa yang kau katakan? Apa ayah benar benar melawannya?"


Meski Xia Shuang tidak terlalu tau mengapa Zen ingin menguji Lin Yan namun tetap saja perbedaannya kekuatan mereka sangatlah besar. Zen adalah seorang pemegang mahkota dan mahkota yang dia pegang sendiri ada 2, sedangkan Lin Yan berada dialam dewa abadi lapis ke 2. Bahkan jika Zen tanpa sangaja menggunakan sedikit Kekuatannya maka Lin Yan pasti akan mati dan keluar dari ruang ilusi, jika hal itu terjadi maka tidak ada gunanya Zen menguji Lin Yan.


"Memang itu niat ayah sejak awal, namun apa kau memiliki cara yang lebih baik untuk mengujinya?"


Zen hanya tersenyum sedikit kepada Xia Shuang, Zen ingin mendengar apa yang akan Xia Shuang sarankan kepadanya.


"Cara yang lebih baik ya."


Xia Shuang berfikir untuk sejenak, cara terbaik untuk mengukur perkembangan seseorang adalah dengan pertarungan. Xia Shuang tau bahkan jika Zen hanya melihat saja dan tidak bertarung secara langsung dengan Lin Yan dia sudah dapat mengukur perkembangan Lin Yan.


Sekarang yang jadi masalah adalah siapa yang akan menjadi lawan Lin Yan, Xia Shuang lalu melihat kearah Liu Yu. Meski hanya melihat sekilas namun Xia Shuang tau kalau Liu Yu pasti tidak akan melawan Lin Yan dengan serius, dengan begitu Lin Yan tidak akan dapat mengeluarkan semua Kekuatannya.


Xia Shuang lalu mereka kearah Zhou Fan, sangat tidak mungkin jika Lin Yan melawannya. Meski dengan melawannya Lin Yan dapat menggunakan semua Kekuatannya namun sangat tidak sopan bagi Lin Yan untuk melawan master dari sekte dia berada.


"Hahh, sepertinya memang tidak ada pilihan lain."


Tidak ada orang yang cocok untuk dijadikan lawan Lin Yan, meski Xia Shuang ingin membuat salah satu dari para murid itu melawan Lin Yan namun dia tidak menemukan orang yang cocok. Sekarang satu satunya orang yang cocok adalah dirinya sendiri.


"Saya yang akan menjadi lawannya."


Zen hanya tersenyum mendengar apa yang Xia Shuang katakan, sejak awal itu adalah apa yang ingin dia dengar. Tidak hanya Lin Yan sejak awal Zen memang ingin melihat perkembangan Xia Shuang, hanya saja jika dia langsung menyuruh Xia Shuang untuk melawan Lin Yan maka tanpa banyak berfikir Xia Shuang pasti akan langsung setuju. Itu adalah sesuatu yang tidak Zen inginkan, Zen ingin Xia Shuang mengajukan dirinya sendiri.


"Baiklah kalau begitu."


Xia Shuang merasa aneh melihat senyuman Zen, setelah beberapa saat Xia Shuang akhirnya tersadar. Sejak awal dirinya hanya mengambil keputusan seperti yang ayahnya inginkan, namun menurut Xia Shuang itu bukanlah sesuatu yang buruk karena dengan ujian ini Xia Shuang dapat memperlihatkan perkembangannya kepada Zen.


"Zhou Fan dengan pengaruh mu bisakah kau membuat mereka berdua menggunakan ruang ilusi?"

__ADS_1


"Bisa saja, tapi tanpa aku turun tangan secara langsung dengan token miliknya Xia Shuang seharusnya dapat menggunakan ruang ilusi itu sesuka hatinya."


Token milik Xia Shuang adalah Token khusus, selain untuk menunjukkan kalau dia adalah murid pribadi master sakte token itu juga berfungsi untuk membuka berbagai macam tempat pelatihan di sakte ini.


"Ah jadi begitu ya. Kalau begitu kalian berdua pergilah kesana."


Mendengarkan apa yang Zen katakan Xia Shuang dan Lin Yan segera pergi menuju tempat ruang ilusi berada. Untuk sesaat Xia Shuang sempat dihadang oleh penjaga namun setelah dia menunjukkan token miliknya Xia Shuang langsung dibiarkan lewat. Didalam bangunan itu terdapat beberapa buah lingkaran dengan gambar garis rune yang sama, Lin Yan dan Xia Shuang berdiri dilingkarkan yang berbeda dan mengalirkan energi spiritual mereka kedalam garis rune itu. Setelah beberapa saat mereka berdua akhirnya masuk kedalam ruang ilusi.


"Kau sengaja bukan?"


Zhou Fan telah melihat kedua orang itu masuk kerja ruang ilusi langsung berbicara dengan Zen, mau dilihat dari manapun sudah jelas kalau ini adalah apa yang Zen inginkan.


"Entahlah, apa yang kau katakan aku sama sekali tidak mengerti."


"Apa menurutmu Xia Shuang tidak akan menyadarinya?"


"Tentu saja dia menyadarinya, dia bukanlah orang yang bodoh. Tidak ada gunanya


Mereka lalu melihat sebuah layar yang menambah apa yang yang terjadi didalam ruang ilusi itu, Lin Yan mengeluarkan sebuah pedang dan bersiap untuk bertarung.


"Apa hanya itu senjata yang kau miliki?"


"Iya menang cuma ini yang kumiliki, apa ada masalah?"


"Tidak, aku akan menyesuaikan pedangku dengan milikmu."


Pedang utama milik Xia Shuang adalah senjata ultimate ilahi dan senjata Lin Yan adalah pedang semi ilahi tingkat 5. Perbedaannya sangatlah jauh, untung saja Xia Shuang memiliki banyak pedang dicincin penyimpanannya. Meski Xia Shuang bisa saja meminjamkan Lin Yan pedang ilahi namun itu tidak berguna jika Lin Yan tidak bisa menggunakannya. Untuk menyamakan dengan pedang Lin Yan, Xia Shuang mengeluarkan sebuah pedang semi ilahi tingkat 5.


"Kau bisa menyerang duluan jika mau."

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu."


Lin Yan dengan cepat menyerang Xia Shuang, dia terus mengayunkan pedang miliknya. Xia Shuang sama sekali tidak menyerang, dia hanya terus menahan serangan Lin Yan itu.


Perbedaan kekuatan dan kecepatan mereka sangatlah jauh, tidak peduli sekuat dan secepat apa Lin Yan menyerang Xia Shuang dapat terus menahan serangan itu.


"Tidak berguna ya, kalau begitu seni Kekosongan gerakan pertama."


Gerakan pertama terlihat seperti Lin Yan menggunakan sebuah tombak, dia mendorong pedang miliknya untuk menyerang Xia Shuang. Namun sama seperti sebelumnya Xia Shuang dapat menghindari serangan itu dengan mudah.


"Gerakan ke 2."


Pada Gerakan ke 2 ini Lin Yan mengayunkan pedangnya dengan cepat kebawah, gerakan ini bukanlah sebuah serangan yang menyerang musuh secara langsung menggunakan pedang. Melainkan gerakan ini menciptakan sangat banyak bilah angin di 360 derajat sekitar tubuh, pisau angin dengan celah menyerang apapun yang ada didekatnya.


"Lumayan namun itu masih sangat kurang."


Dimata Xia Shuang serangan Lin Yan memang kuat namun itu masih jauh dari kata Sempurna, bahkan gerakannya sendiri masih sangatlah kasar.


"Akan lebih baik jika kau menggunakannya seperti ini."


Xia Shuang menggunakan gerakan kedua, sangking cepatnya Lin Yan bahkan tidak dapat melihat Xia Shuang mengayunkan pedangnya dan tanpa Lin Yan sadari dia telah terkena bilah angin milik Xia Shuang.


Untung saja Xia Shuang dapat mengontrol Kekuatannya dengan baik, saat ini dia hanya menggunakan kekuatan yang setara dengan orang yang berada dialam dunia dewa dengan kata lain dia lebih lemah dari pada Lin Yan. Karena itu bilah angin yang dari pedang Xia Shuang tadi tidak membuat Lin Yan terluka parah tapi hanya membuatnya sedikit terhempas saja.


"Sudah cukup bermain mainnya, sekarang tunjukan semua Kekuatan mu."


Sejak awal Lin Yan sama sekali tidak menganggap pertarungan ini seperti permainan, hanya saja dia masih belum menggunakan semua Kekuatannya Xia Shuang mengetahui hal itu. Meski begitu Xia Shuang saat ini telah mengikur Kekuatan penuh Lin Yan secara kasar.


"Kalau begitu aku akan melakukannya."

__ADS_1


Dari tangan Lin Yan keluar hawa yang dingin, hawa dingin itu membuat pedang Lin Yan sedikit demi sedikit dilapis olah es.


"Gadis kecil ini, Sepertinya tubuhnya bukanlah tubuh biasa."


__ADS_2