Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Kalahnya Naga Yang Arogan


__ADS_3

Semburan api dari naga merah membuat permukaan menjadi lautan api. Melihat itu, naga merah itu merasa sangat puas didalam hatinya. Namun kepuasana itu tidak bertahan lama, itu hanyalah sebuah kepuasan yang sesaat.


Beberapa detik setelah permukaan menjadi lautan api, naga merah itu tidak dapat melihat apapun dari atas. Banyak uap yang keluar, tidak lama kemudian semua api yang ada dipermukaanpun menghilang.


permukaan yang tadinya berwarna merah dan panas itu menjadi berwarna putih dan dingin. permukaan itu kini dipenuhi oleh es, es itu dibuat Zen dengan menggunakan pedang terkutuk yang didalamnya terdapat berkah es dan air.


Begitu semua uap yang ada telah menghilang, dari atas langit naga merah itu dapat melihat Zen yang sedang berdiri. Naga merah itu kaget dengan apa yang dia lihat, Naga merah itu bahkan berfikir kalau dia sedang berhalusinasi. Namun semua pikiran itu menghilang begitu Zen menunjukan sebuah senyuman kepada naga merah itu.


"Tidak kusangka ternyata kau dapat menahan semburan apiku. Nampaknya aku terlalu meremehkanmu."


Naga merah itu berkata dengan nada yang sedikit kesal.


"Yah kurasa kau memang terlalu meremehkanku, semburan api seperti itu mana mungkin dapat melukaiku. Tapi aku sangat menyukai sikapmu yang seperti itu. Sikap arogan yang akan segera membawamu menuju kematian."


"Heh, apanya yang menuju kematian. Bukankah kau dapat melihatku, aku saat ini sedang berada diudara. Kau memanglah kuat, tapi kau tidak akan bisa mengalahkanku saat aku berada diudara."


Naga merah Itu berfikir kalau selama dia berada diudara maka Zen pasti tidak akan bisa menyerangnya. Karena itulah Naga merah itu sangat yakin akan kemenangannya.


"Haha... Hahahaha"


Mendengar perkataan naga merah yang terdengar sangat arogan Zen tertawa dengan keras.


"Ada apa? Mengapa kau tertawa?"


"Hei naga merah yang sombong, apa kau tau apa rasku?"


"Bukankah ras mu vampire?"


"Tepat sekali. Tapi bukankah kau melupakan sesuatu tentang ras vampire."

__ADS_1


"Apa yang kau maksud?"


Naga merah tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Zen. Naga merah itu masih tidak mengerti apa yang kurang dia ketahui mengenai ras vampire. Karena itulah naga merah itu bertanya kepada Zen.


"Kalau begitu biar kutunjukan kepadamu apa yang masih kurang kau ketahui mengenai ras vampire."


Zen menyimpan pedang terkutuk yang dia pegang. Dari punggung Zen keluar sayap yang menyerupai sayap kelelawar.


"Apa apaan dengan sayap itu? Bukankah ras vampire sama dengan ras iblis? Mengapa kau bisa memiliki sayap?"


Melihat ada sayap yang keluar dari punggung Zen, naga merah itu menjadi binggung.


"Sejak kapan ras vampire sama dengan ras iblis. Sejak zaman dulu tidak ada hubungan apapun antara ras vampire dan iblis. Dan juga sejak dulu ras vempire memang memiliki sayap. Dengan begini bukankah kita bisa melanjutkan pertarungan kita?"


Zen terbang dengan cepat ke arah naga merah itu. Zen menyerang naga merah itu dengan pedang suci miliknya, namun naga merah itu dapat menghindarinya.


"Sial!!! "


Zen kembali mengeluarakan pedang terkutuknya, dengan pedang itu dia memotong api yang mengarah kearahnya. Semburan api itu terbelah menjadi dua dengan bagian tengah yang tidak ada api sedikitpun.


Meski ada jarak diantara mereka, Zen menebas pedang terkutuk yang dia pedang. Pedang itu mengeluarakan sebuah serangan dari elemen kegelapan.


Seragan itu mengenai naga merah itu, namun karena Zen tidak menggunakan kekuatan penuh pedang terkutuk itu. Luka yang diterima oleh Naga merah menjadi tidak terlalu parah.


Zen menyerang kembali dengan pedang suci, namun sama dengan pedang terkutuk Zen tidak mengeluarkan semua kekuatan pedang itu.


Naga merah itu menjadi sangat marah. Dia terbang kearah Zen dengan sangat cepat. Naga merah itu menggunakan tangannya untuk menyerang Zen. Zen menahan serangan naga itu dengan menggunakan pedang terkutuk.


Naga merah itu terus menyerang Zen, dia menyerang dengan menggunakan tangan, kaki ataupun ekornya. Zen dapat terus menerus menahan serangan itu.

__ADS_1


'Ini semangkin menyebalkan. Naga merah ini sangat lemah, kurasa sudah saatnya aku mengakhiri pertempuran ini.'


Zen berhenti menahan serangan naga merah itu. Zen menyerang naga merah itu dengan menendangnya. Untuk sesaat naga merah itu sedikit tergoyah.


Melihat itu, Zen dengan cepat langsung menuju keatas naga merah itu. Zen memotong kedua sayap naga merah itu. Dengan sayap yang terpotong, naga merah itu menjadi jatuh.


Benturan besar tercipta begitu tubuh naga merah itu mengenai permukaan. Dengan luka yang ada ditubuhnya, Naga merah itu menjadi tidak dapat bergerak.Zen datang mendekat ke naga merah itu.


"Sudah saatnya kau mati sekarang."


"Tunggu sebentar! Kau tidak boleh membunuhku. Apa kau tidak tau siapa aku?"


"Bukankah kau adalah naga yang sombong?"


"Aku adalah anak dari raja naga, jadi jika kau membunuhku maka kau pasti tidak akan dapat selamat."


"ho ho, jadi kau adalah anak raja naga."


Mengetahui kalau naga merah itu adalah anak dari raja naga, Niat Zen untuk membunuh naga merah itu menjadi semangkin besar.


"Iya, karena itulah kau tidak akan dapat membunuhku."


"Siapa yang bilang aku tidak dapat membunuhmu? Malahan aku sangat ingin membunuhmu, dengan begitu para naga kuno pasti akan keluar dari sarang mereka. Jadi matilah sekarang!!!"


Zen mengarahkan pedang suci ke kepala naga merah itu.


"Berhenti!! Jangan membunuhku."


Zen menusukkan pedang itu dengan senyum lebar diwajahnya. Pedang secara perlahan masuk kedalam kepala naga itu, hingga pada akhirnya pedang itu sepenuhnya menusuk kepala naga itu.

__ADS_1


Darah terus keluar dari kepala naga itu dengan deras. Setelah beberapa saat, naga itupun akhirnya mati. Dengan matinya naga merah itu, Zen telah menyelesaikan tujuannya.


__ADS_2