
[Bukit Dihutan Timur. Mantan Manusia, Zen]
-Wow, coba lihat itu. Kira kira ada Berapa banyak high orc disitu?-
-Hmm, mungkin sekitar 30an high orc.-
-30 ya. Yah mungkin para manusia itu bisa mengatasinya jika hanya sekitar 30an high orc.-
-hoi hoi roh kegelapan, apakah matamu rabun?-
-Apa yang kau katakan, aku melihat apa yang ada disana menggunakan matamu, jadi bukan mataku yang rabun melainkan matamu.-
Yah seperti yang dia katakan, semua yang aku lihat dan dengarkan juga akan dia lihat dan dengarkan.
-Lupakan saja apa yang kukatakan tadi, jadi apa ada monster lain selain high orc disitu?-
-Coba lebih fokuskan pengelihatanmu kedepan gua itu.-
-hmm, depan gua ya... Uwah, bukankah itu Orc king.-
-Betul, itu adalah orc king.-
Orc adalah tipe moster yang hidup berkelompok, namun biasanya sangat jarang ada orc king yang memimpin sebuah kelompok. Tingkatan para orc bisa dilihat dari warnanya, yang warna hijau biasanya adalah orc yang masih cukup lemah. Yang warna hitam adalah orc yang kuat, mereka biasanya disebut sebagai high orc. Dan yang berwarna merah adalah orc yang paling kuat dan hebat dalam memimpin sebuah kelompok, orc yang berwarna merah inilah yang disebut sebagai orc king. Sekumpulan orc yang ada disekitar gua hanya ada high orc dan orc king.
-Kalau begitu bukankah para manusia tidak ada kesempatan untuk menang?-
-Ntahlah, mungkin saja mereka bisa menang.-
Menang benar kalau orc king memimpin para high orc itu maka pasti akan sangat sulit untuk ditaklukan. Namun jika kekuatan orang itu sudah berkembang dan dia sudah dapat mengendalikan pelayannya, maka mungkin mereka dapat menaklukan para orc itu.
-Ngomong ngomong roh kegelapan, bukankah mereka lama sekali untuk sampai kesini. Jika aku tidak salah mereka berangkat pagi, Namun sampai siang ini masih belum sampai.-
-Bukankah itu karena salahmu, kau berlari kesini tampa henti, sedangkan mereka mungkin sesekali harus melawan monster dalam perjalanan. Sebagai hasilnya kau harus menunggu mereka dalam waktu yang cukup lama disini.-
__ADS_1
-Yah kurasa kau betul juga, kupikir aku sudah aku sudah terlambat jadi aku buru buru pergi kesini.-
-Begitu ya, namun bagaimana kau bisa berlari terus tanpa melawan satu monsterpun?-
-Ah, itu karena aku mengubah auraku menjadi seperti seekor burung biasa, jadi monster lain tidak akan menggapku sebagai ancaman jika mereka tidak melihatku.-
Dari semua kekuatan yang diwariskan kepadaku, salah satu kekuatannya adalah dapat mengubah aura sesuai keinginanku maupun merasakan aura orang lain yang sebenarnya meskipun orang itu telah menekannya. Bisa dibilang ini adalah kekuatan yang cukup berguna untukku jika ingin terhindar dari masalah.
Aku terus menunggu rombongan penakluk dari atas bukit sambil melihat kumpulan orc yang ada didepan gua.
-Ho ho, mereka akhirnya hampir sampai ke tempat kumpulan orc itu.-
-Heh, dimana mereka? Aku tidak dapat melihatnya.-
-Posisi mereka saat ini berada dibalik pepohonan disana, meskipun aku tidak dapat melihatnya tapi aku masih dapat merasakan aura salah satu dari mereka.-
Aura yang kurasakan adalah aura dari salah satu pelayan yang telah kuberikan kepada seseorang. Meskipun jarak antara aku dan dia cukup jauh, namun aku masih dapat merasakannya Itu dikarenakan masih ada ikatan yang kuat antara aku dan pelayan itu.
°°°°°°°°
[Hutan Sekitar Gua Tempat high Orc Berkumpul]
Dihutan yang berjarak cukup dekat dengan perkumpulkan para high orc, disana berkumpul para petulang yang berpartisipasi dalam penaklukan. Jumlah mereka kurang lebih adalah 20 orang. Seorang pria dengan pedang besar dipunggungnya maju kedepan para petualang yang berkumpul.
"Dengarkan, mulai didepan sana kita akan melakukan pertempuran yang besar. Mungkin ada dari kita yang disini tidak akan dapat kembali lagi. Meski begitu kita harus menaklukan para high orc itu, dan sebisa mungkin kita harus meminimalkan korban dari pihak kita. Jadi jangan lupa untuk selalu berkerja sama."
Seorang pria bernama baal yang memimpin penaklukan berbicara dengan suara yang keras.
"Setelah kita melihat para high orc kita akan menaklukkan mereka dengan Strategi yang telah kita bahas tadi pagi."
Strategi yang telah mereka susun adalah saat mereka telah melihat para high orc, para petualang yang menggunakan panah akan menggunakan panah mereka untuk menyerang para orc itu sebagai penyerang pertama. Begitu para high orc menyerang, petualang yang dapat menggunakan sihir serangan akan menggunkan sihir mereka secara bersamaan. Ditengah kekacauan itu para pengguna pedang akan menyerang para orc, setelah para pengguna pedang maju para pengguna sihir dan panah akan membantu dari belakang. Itulah Strategi yang telah mereka susun untuk menaklukan para high orc.
"Apa kalian mengerti?"
__ADS_1
"Iya."
"Kalau begitu kita akan maju secara pelahan, perhatikan langkah kalian."
Setelah mendengar aba aba dari pemimpin mereka maju dengan perlahan kekumpulan para high orc.
"Baal, apa menurutmu Strategi ini akan berhasil?"
Seorang pria bernama gran bertanya pada baal.
"Entahlah, aku juga kuharap Strategi ini dapat berjalan dengan mulus. Karena itulah kuharap kau menggunakan serangan terbaikmu saat menyerang para high orc itu."
"Baiklah baal, berkat gulungan sihir yang kau berikan padaku kini aku bisa menggunakan panah yang dilapisi berbagai macam sihir. Aku pasti akan menggunakan serangan terbaikku."
"Aku menantikannya Gran."
Selagi mereka bebicara, jarak antara kelompok petualang dan para high orc itu sudah semangkin dekat. Meski masih ada jarak antar mereka, para petualang itu sudah dapat melihat gerombolan high orc yang berada disekitar gua, Namun mereka belum cukup dekat untuk dapat melihat orc king. Para high orc juga dapat melihat para petualang yang datang kearah mereka, meski mereka dapat melihat para petualang itu, mereka hanya diam dan melihat seolah olah mereka meremehkan para petualang itu.
"Pengguna panah. Serang!"
Begitu aba aba dikeluarkan, banyak anak panah berterbangan menuju para high orc itu berada. Kebanyakan anak panah yang menuju para high orc itu adalah anak panah biasa, hanya ada beberapa anak panah yang dilapisi sihir.
Begitu banyak anak panah yang menuju kemereka, orc king segera menyuruh beberapa high orc untuk menyerang para petualang. Mereka berlari menuju ketempat para petualang itu, beberapa dari mereka terkena panah. Meski begitu hal itu bukan masalah bagi mereka, karena mereka hanya terkena anak panah biasa, namun bagi high orc yang terkena anak panah yang dilapisi sihir mereka terluka cukup parah bahkan ada beberapa yang mati.
"Pengguna Sihir. Serang!"
Penghuna sihir mengeluarkan sihir tipe penyerangan mereka, ada yang menggunakan Sihir api, ada yang menggunakan sihir cahaya dan sihir dengan elemen lainnya.
Para high orc yang tadinya berlari bergerombolan menjadi kacau karena sihir mengelilingi mereka. Gerombolan Para high orc itu menjadi tersebar.
"Pengguna pedang. Serang!"
Melihat para orc yang tersebar pemimpin penaklukan langsung menyuruh para pengguna pedang untuk menyerang. Dan para pengguna pedangpun segera menyerang.
__ADS_1