Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Tentang Sistem


__ADS_3

"Fungsi yang sebenarnya dari sistem?"


"Ya, seperti yang kau bilang jika kau membuat senjata dengan sistem maka tingkat super epic adalah batasan nya. Apa kau tau mengapa bisa begitu?"


"Tidak."


"Disatu sisi sistem ada untuk membantu mahluk hidup didalamnya menjadi lebih mudah dalam melakukan berbagai hal. Namun disisi lain sistem merupakan sebuah pengawas untuk kalian sekaligus untuk sebagai pembatas kalian."


"Pengawas? Apa yang kau maksud?"


"Seperti yang kukatakan, sistem ada untuk mengawasi kalian. Selama kalian menggunakan sistem kalian tidak akan dapat meninggalkan dunia kecil dan pergi menuju dunia luas."


Selain sebagai berkah sistem juga merupakan sebuah batasan untuk manusia ataupun ras lainnya. Sistem ada untuk membuat mahluk hidup didalamnya akan terus terkurung di dunia ini dan tidak akan dapat pergi kedunia yang luas.


Jika untuk dapat pergi kedunia luas seseorang harus mencapai level 1000 maka sistem akan membuat level 999 sebagai level max nya. Dengan begitu Tidak akan ada siapapun yang dapat mencapai level 1000.


"Dunia kecil kau bilang? apa mungkin ada dunia yang lebih luas dari dunia ini."


"Hahaha, karena itulah para penduduk dari dunia dengan mana jarang ada yang naik kedunia luas itu. Berbeda dengan dunia energi spiritual, kalian sama sekali tidak pernah mendengar tentang dunia itu."


Berbeda dengan dunia dengan mana, Para mahluk hidup di dunia spiritual selalu bersaing untuk dapat pergi kedunia luas itu.


"Seperti yang kubilang sebelumnya, apa ada dunia yang lebih luas dari dunia ini?"


"Ada, jika dibandingkan Maka luas dunia ini bahkan tidak sampai sepersejuta dari dunia itu."


"Perkataan mu terdengar seperti kau pernah pergi kedunia itu."


"Bukan pernah pergi kedunia itu, melainkan aku tinggal di dunia itu."


Sebelum mati Zen telah tinggal di dunia itu dalam waktu yang lama.


"Jika kau pernah tinggal di dunia itu, maka kau seharusnya sangat kuat bukan. Bisakah kau memperlihatkan statusmu padaku?"


"Aku bisa saja menunjukkan nya, tapi sebelum itu bisakah kau menunjukan punyamu terlebih dahulu?"


"Baiklah, Status."


Grim mengeluarkan bar status miliknya dan menunjukkannya kepada Zen.


[Nama : Grim Vanevara


Level : 310


Ras : manusia


Hp : 11.500/ 11.500


Mp : 56.000/ 56.000


Skill :


Blacksmith LV max


Herb maker LV 4

__ADS_1


Tebasan penghancur (4/7)


Skill Sihir :


Wind Blade LV 3


Hell fire LV 2


Black water LV 2 ]


'hmm, lumayan. Meski tidak semua ditampilkan namun hanya dengan ini saja sudah dapat mengukur seberapa kuat dia.'


"Baiklah, sekarang giliran ku."


Zen mengeluarkan bar status miliknya dan menunjukkannya kepada Grim.


[ Nama : Zen Cavalier


Level : ???


Ras : ???


Hp : 100.000/ 100.000


Mp : 1.000.000/ 1.000.000


Skill :


Teknik pedang kekosongan


???


???


skill Sihir :


Fire ball LV max


Fire wall LV max


???


??? ]


"Ada apa dengan status ini?"


Sama seperti Fernanse, Grim menjadi sedikit binggung setelah melihat bar status milik Zen. Terlalu banyak tanda tanya yang muncul dibar status milik Zen.


"Apa ini benar benar status milikmu?"


"Iya, bukankah melihat namanya."


"Memang namanya sama, hanya saja kau tidak mengggukana skill fake status kan?"


"Skill fake status tidak memiliki fungsi seperti ini."

__ADS_1


Skill fake status memiliki fungsi untuk menunjukan status yang lebih lemah dari pada yang sebenarnya.


"Benar juga. Meski begitu status macam apa ini, MP milik mu bahkan mencapai satu juta. Apa kau seorang dewa?"


"Haha, dewa ya. Memang benar dengan kekuatanku yang sekarang mungkin aku bisa menjadi seorang dewa, hanya saja menjadi dewa itu sangat membosankan."


Sekarang Zen lebih kuat daripada Arcadia, untuk dapat menjadi dewa sebuah dunia adalah sesuatu yang mudah baginya.


"Kau berbicara seolah olah menjadi Dewa itu adalah hal yang mudah."


"Itu memang bukan hal yang susah, tapi untuk sekarang lupakan dulu hal itu. Kita sedang membicarakan tentang sistem. Bukankah kau lihat kalau ada sihirku yang telah level max?"


"Iya, memang ada banyak yang telah mencapai level max."


"Sekarang kutanya kepada mu, menurutmu seberapa besar ukuran sihir fire ball ku jika ku perlihatkan?"


"Mungkin sekitar kapal ini."


Sihir fire ball Zen telah mencapai level max, menurut Grim jika sihir itu dikeluarkan maka akan memiliki besar seperti kapal ini yang dengan ukuran 50x25 m.


"Itulah batasan dari dunia ini. Didunia luas sana, bahkan ukuran itu masih jauh dari kata max."


Dahulu Zen pernah mengeluarkan sihir fire ball yang memiliki ukuran puluhan kali lebih besar dari kapal ini. Bahkan dengan ukuran sebesar itu masih jauh dari kata level max.


"Begitu ya, terima kasih telah memberitahu ku."


"Santai saja, itu hanyalah informasi kecil. Ngomong ngomong, kau seorang penempa bukan? Bisakah aku meminta tolong padamu?"


"Bisa saja, tapi Apa yang kau inginkan?"


"Aku ingin kau membuat sebuah pedang untukku."


"Aku bisa saja membuatnya, hanya saja bukankah pedang milikmu sudah sangat bagus?"


"Pedang milikku memang sudah bagus, tapi pedang itu masih terlalu lemah. Kau tenang saja, untuk bahannya aku yang akan mempersiapkannya."


"Baiklah, tapi aku akan membuatnya begitu kita sampai ke daratan."


"Aku akan menantikannya."


**********


"Hah, tidak kusangka kalau Bifrost dan Ling Hao adalah orang yang membawa pecahan kekuatan yang lainnya."


Didalam tubuh Zen, Theresia mengambil nafas yang cukup panjang. Dia tidak menyangka kalau 2 orang yang cukup dekat dengan Zen selain dirinya ada yang membawa pecahan kekuatan Zen.


"Tapi jika pecahan itu disegel, maka itu pasti pecahan yang besar."


Berbeda dengan pecahan kekuatan kecil yang dapat diserap kapanpun, Semua pecahan kekuatan Zen yang besar tidak bisa diserap secara langsung. Segel yang ada di pecahan kekuatan itu harus dilepas terlebih dahulu, lagi pula jika orang lemah yang menyerap pecahan besar itu maka tubuhnya akan langsung hancur.


"Ya terserahlah, yang lebih penting aku harus menyelesaikan tugasku disini."


Theresia kemudian mengeluarkan sebuah cahaya yang berbentuk seperti sebuah belati. Theres berjalan dan dengan belati itu dia menusuk jiwa para pewaris yang ada disana.


"Meskipun aku tidak tau apakah kalian akan bereinkarnasi atau tidak, tapi aku harus melakukan apa yang diinginkan oleh Zen."

__ADS_1


Para jiwa yang ada disana perlahan mulai menghilang setelah ditusuk oleh Theresia, dan sekarang ditempat itu hanya Theresia yang tersisa.


__ADS_2