Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Ruang


__ADS_3

"Penghalang ini memang kuat, tapi bagaimana jika aku menghancurkannya dengan Serangan ruang?"


Mendengar perkataan Zen senyuman diwajah Kreiz menjadi mengecil. Zen adalah seorang pemegang mahkota kekutan ruang, tentu saja dia memiliki beberapa kemampuan yang berhubungan dengan ruang. Gate adalah salah satu kemampuan Zen sebagai pemegang mahkota Kekuatan ruang, kemampuan yang lainnya adalah memotong ruang.


Kemampuan ini mungkin tidak jauh berbeda dengan memotong biasa, namun pada kenyataannya kemampuan ini sangatlah berguna. Sebagai contoh Zen Mungkin tidak akan bisa memotong tubuh orang yang berada ditingkat Duke dengan menggunakan ranting, namun dengan menggunakan kemampuan memotong ruang Zen dapat memotong tubuh orang itu dengan menggunakan sebuah ranting.


Hasil akhirnya mungkin akan terlihat seperti potongan biasa, namun bagi mereka yang tau maka akan sangat terlihat perbedaannya. Jika Zen memotong dengan menggunakan pedang maka itu hanyalah sebuah potongan biasa, namun jika Zen memotong dengan ranting sambil menggunakan kemampuan ruang maka pasti ada bagian yang menghilang.


Sebagai contoh jika Zen menggunakan ranting dengan lebar 2 cm untuk memotong tubuh orang lain, maka bagain tubuh orang itu akan menghilang dengan lebar 2 cm saat terkena ranting itu. Zen saat ini menggunakan pedang yang tipis dan mungkin hanya akan membuat robekan kecil pada penghalang itu, namun bagaimana jika Zen melapisi pedang itu dengan sihir. Jika Zen Melakukan hal itu maka Zen bisa saja membuat robekan yang besar pada penghalang itu.


Zen lalu bersiap untuk merobek penghalang itu, sebuah ekspresi yang tidak mengenakan dapat dilihat diwajah Kreiz.


"Kau pikir aku akan membiarkanmu melakukan itu."


Sebuah celah yang besar muncul di penghalang bagian atas, dari atas itu lalu muncul bola api dengan diameter 100m yang sangat panas. Panah api itu sendiri mungkin telah mencapai panas hukum api lapis ke 7, meski tubuh Zen kuat namun jika terkena api itu dia pasti tetap akan menerima luka yang parah.


Zen mengurungkan niatnya untuk merobek penghalang itu, yang terpenting bagi Zen saat ini adalah bagaimana cara menghadapi bola api itu. Didalam penghalang ini sama sekali tidak ada ruang untuk menghindar bola api igu, Zen sempat berfikir untuk menggunakan sihir es atau air untuk melawan api itu namun Zen merasa dengan sihir itu dia tidak akan dapat memadamkan bola api itu.


Zen lalu mengayunkan pedangnya dan sebuah bilah hitam yang besar, Zen berfikir kalau bilah itu mungkin dapat memotong bola api itu namun apa yang Zen pikirkan tidak menjadi kenyataan. Bilah hitam itu hanya menimbulkan sedikit kerusakan pada bola api.


Bola api itu hanya tinggal berjarak beberapa puluh meter dari Zen, Zen terus memikirkan cara untuk menghilangkan bola api itu namun pada akhirnya sebelum Zen dapat menemukan caranya bola telah meledak. Ledakan itu sangatlah besar, dalam radius 10 km sekitar Zen hancur karena ledakan itu.


Ledakan itu juga membuat penghalang itu hancur, wajah Kreiz menjadi aneh ketika dia tau kalau penghalang itu hancur. Penghalang itu mengandung hukum sebab akibat, seharusnya bola api itu tidak dapat menghancurkan penghalang itu. Kreiz berfikir bagaimana penghalang itu bisa hancur, setelah beberapa saat dia akhirnya menemukan penyebab mengapa penghalang itu hancur.

__ADS_1


"Jadi begitu ya, kau sengaja melakukannya."


Dengan wajah yang terlihat sangat kesal Kreiz melihat kearah Zen yang tubuhnya dipenuhi luka.


"Kau sengaja membuat lubang pada penghalang itu."


Zen melihat Kreiz dengan senyuman kecil diwajahnya, meski apa yang dia lakukan cukup berbahaya namun pada akhirnya semua berjalan dengan apa yang dia inginkan.


"Hahaha, sepertinya aku cukup beruntung. Heal."


Luka bakar yang ada ditubuh Zen secara perlahan mulai sembuh. Waktu itu, Pada saat bola api itu akan meledak Zen membuat sebuah koyakan yang cukup besar pada penghalang, meski penghalang itu sangat kuat pada akhirnya seperti sebuah batu keras yang memiliki retakan penghalang itu hancur hanya dalam satu ledakan.


Juga untuk mengurangi dampak pada tubuhnya Zen mengirim seperempat daya hancur ledakan itu kedunia Medan perang.


Zen bergerak dengan sangat cepat hingga Kreiz Tidak dapat melihat pergerakannya, Zen tiba tiba telah berada didepan Kreiz. Zen lalu mengayunkan pedang dengan cukup kuat, Dangan beberapa usaha Kreiz dapat menahan serangan Zen itu.


"Hoo kau dapat menahannya."


Zen lalu kembali mengayunkan pedangnya, dan sama seperti sebelumnya Kreiz kembali dapat menahan serangan Zen. Pada akhirnya mereka terus menerus beradu pedang, hanya dalam waktu singkat pedang mereka telah beradu sebanyak ratusan kali. Zen melihat sebuah celah dari serangan Kreiz, kali ini Zen menarik pedangnya dan dengan sekuat tenaga Zen mukul wajah Kreiz.


Kreiz terhempas sangat jauh, dia juga tidak dapat menyeimbangkan tubuhnya. Zen lalu mengeluarkan ratusan panah api diatas Kreiz, seperti hujan yang deras panah api itu menuju kearah Kreiz dengan sangat cepat. Tidak berhenti disitu Zen lalu dengan cepat menuju kearah Kreiz, Kreiz yang disibukkan dengan panah panah api itu sama sekali tidak menyadari kedatangan Zen.


Zen memanfaatkan hal itu dan mengayunkannya pedangnya, namun pada detik detik terakhir Kreiz dapat menghindari serangan Zen dengan mengorbankan tangan kirinya.

__ADS_1


"Kau berfikir kalau kau dapat dengan mudah menyembuhkan tangan ini bukan? Karena itulah kau mengorbankan nya."


Apa yang Zen katakan itu benar, pada saat itu Kreiz berfikir selama dia dapat melindungi jantung dan kepalanya mengorbankan tangannya adalah harga yang murah.


Kecepatan Kekuatan penyembuhan para pemegang Mahkota tidak jauh berbeda dengan kekuatan regenerasi para vempire atau iblis tingkat tinggi, hanya saja Kekuatan regenerasi menyembuhkan diri secara otomatis sedangkan sihir membutuhkan sebuah ucapan dari orang yang ingin melakukan penyembuhan. Dan untuk para pengguna energi spiritual mereka biasanya memfokuskan energi spiritual mereka kebagian yang terluka dan luka itu akan sembuh kembali.


"Namun sayangnya aku tidak akan membiarkanmu menyembuhkan kembali dengan ini."


Zen lalu mengeluarkan 5 Buah panah hitam, panah panah itu lalu menancap ditangan kiri Kreiz. Pada dasarnya sihir penyembuhan adalah sihir elemen cahaya, sedangkan anak panah itu adalah elemen kegelapan. Kedua elemen itu saling beradu satu sama lain, jadi selama anak panah itu masih ada hampir mustahil bagi Kreiz untuk dapat menyembuhkan tangannya.


"Zen Cavalier!!!"


Kreiz menjadi sangat marah setelah melihat apa yang Zen lakukan, dengan amarah yang terus keluar itu Kreiz dengan cepat menyerang Zen dengan pedangnya Tanpa banyak berfikir.


Zen hanya tersenyum melihat Kreiz yang dipenuhi amarah itu, situasi saat ini benar benar berbalik. Pada awalnya Kreiz mencoba untuk bermain main dengan Zen, namun apa yang dia lakukan itu adalah sebuah kesalahan besar. Sekarang Zen memainkan dirinya seperti bermain dengan mainan baru.


"Bodoh."


Tidak peduli sekuat apa seseorang, kehilangan kendali pada saat bertarung adalah sebuah kesalahan besar. Dengan gerakan yang tidak teratur Kreiz menyerang Zen, Zen hanya menghindari serangan itu hingga akhirnya Zen memotong tangan kanan Kreiz. Zen menaruh pedang miliknya ke leher Kreiz, sedikit saja gerakan dari Kreiz maka leher itu mungkin akan langsung terpotong.


"Kira kira apa yang harus kulakukan kepadamu? Hanya membunuhmu mungkin akan membosankan."


Selagi Zen berfikir beberapa tombak hitam menuju kearahnya dengan sangat cepat.

__ADS_1


__ADS_2