
"Akhirnya sampai juga."
Setelah beberapa berada dicelah dimensi Zen akhirnya sampai kedunia bintang hijau tempat Verdia Arcadia berada, Zen lalu langsung menuju kesebuah pohon besar yang ada disana. Sekitar pohon itu terdapat sebuah rumah kecil dengan sebuah kebun bunga, Zen Merasakan hawa kehadiran yang cukup besar dari tempat itu, meski hawa kehadiran itu besar namun itu hanya secuil dari yang aslinya.
Itu adalah hawa kehadiran milik Verdia Arcadia, Zen juga dapat merasakan hawa kehadiran Veldra Astera dan Juga Theresia Avilia. Mereka sama sekali tidak berniat menyembunyikan hawa kehadiran mereka, mereka hanya sedikit menekannya saja. Hawa kehadiran itu mungkin adalah untuk sebagai sebuah peringatan, peringatan yang mengatakan kalau dilarang terlalu dekat dengan pohon ataupun rumah itu.
"Ini sedikit gelap, apakah ini iblis atau vampire?"
Dari jarak yang cukup jauh Zen Merasakan sekelompok orang menuju tempat itu dengan cepat, berbeda dengan hawa keberadaan milik manusia hawa keberadaan itu terasa gelap seperti milik vampire ataupun iblis.
Dan seperti yang Zen tebak mereka adalah para vampire, meski Zen belum dapat melihat sosok mereka namun Zen tetap melihat kearah aura sekelompok vampire berasal itu sambil sedikit tersenyum dan mengeluarkan sedikit Auranya.
Ditempat yang cukup jauh dimana sekelompok vampire itu berada mereka tiba tiba berhenti, meski mereka masih belum dapat melihat Zen namun mereka dapat merasakan aura yang Zen keluarakan. Tubuh mereka bergetar ketakutan, tidak hanya itu mereka bahkan kesulitan untuk menggerakkan tubuh mereka.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Ucap salah satu vampire
Sejujurnya meski mereka dapat mencapai tempat Zen berada dan menyerangnya mereka juga tidak memiliki peluang untuk menang dari Zen. Para vampire itu mengetahui hal itu dengan baik, meraka saat ini ingin menjauh sejauh mungkin dari tempat Zen Namun tanpa perintah meraka tidak bisa kabut dari Zen.
"Kita akan mundur dan melaporkan hal ini kepada yang mulia, lagi pula tugas kita sudah selesai disini."
"Baiklah ayo kita mundur."
Para vampire itu dengan cepat segera menjauh dari Zen, sejak awal mereka tidak diperintahkan untuk bertarung. Mereka hanya disuruh untuk melihat keadaan disekitar tempat tinggal Verdia Arcadia, kemunculan Zen adalah sesuatu yang tidak ada didalam perhitungan mereka. Namun meski mereka masih belum dapat melihat tempat tinggal Verdia Arcadia namun mereka tau kalau area disekitar situ terlihat berbahaya.
"Mereka pergi ya, sayang sekali padahal aku ingin melihat siapa mereka."
Zen tidak lagi dapat merasakan aura milik para vampire itu, Zen lalu segera berhenti mengeluarkan Auranya. Zen lalu segera datang ketempat Verdia Arcadia berada, disekitar sana terdapat sebuah penghalang. Sayangnya penghalang itu sama sekali tidak berguna dihadapan Zen, dan dengan paksa menghancurkan penghalang itu.
__ADS_1
Dengan tadi mengeluarkan aura dan menghancurkan penghalang itu Zen membuat Verdia Arcadia menyadari kedatangannya, tapi Zen sama sekali tidak peduli dengan hal itu lagi pula sejak awal dia tidak ada niat untuk menjemput Theresia dengan cara sembunyi sembunyi.
"Sepertinya jemputan mu telah sampai kesini Theresia."
Seperti yang Zen inginkan Verdia Arcadia dapat Merasakan kehadirannya dengan sangat jelas.
"Sepertinya begitu, lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?"
Meski dia dapat merasakan kedatangan Zen dengan sangat jelas namun Verdia Arcadia masih tenang dan tidak melakukan apapun, Theresia penasaran apa yang akan Verdia lakukan selanjutnya.
"Bukankah sudah jelas, aku akan menunggunya disini."
"Begitu, kalau begitu aku juga akan tetap disini."
Meski Theresia mengatakan hal itu namun pada kenyataannya dia juga tidak dapat melakukan apapun, meski dia ingin pergi ketempat Zen namun Theresia tau kalau Verdia pasti tidak akan membiarkannya begitu saja. Sekarang pilihan satu satunya yang Theresia miliki adalah tetap berada disitu dan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
Tidak hanya Zen, Theresia dan Verdia dapat dengan jelas Merasakan aura dari sekelompok vampire itu. Berbeda dengan Verdia yang sama sekali tidak peduli dengan kepergian mereka Theresia sedikit tertarik dengan para vampire itu, tidak mungkin lebih tepat jika dikatakan apa yang ada dibelakang para vampire itu.
Para vampire itu bukanlah sekelompok vampire bodoh, mereka seharusnya tau kalau wilayah sekitar situ adalah wilayah kekuasaan Deadly Sins Verdia Arcadia. Namun jika mereka masih berani datang maka mereka pasti telah disuruh oleh vempire lain, dan vampire itu pastinya bukankah vampire biasa melainkan salah satu dari 10 leluhur vampire.
Theresia penasaran dengan sosok leluhur vampire itu namun sekarang tidak ada lagi kesempatan baginya untuk mengetahui hal itu karena Zen telah membuat sekolompok vampire itu pergi.
Setelah beberapa saat mereka berdua akhirnya dapat melihat Zen berjalan menuju kearah mereka dengan tenangnya, Verdia menatap Zen dengan sebuah senyuman penuh percaya diri dan Theresia tersenyum manis kepada Zen. Sedangkan disisi lain Veldra yang masih berada diatas pohon raksasa itu hanya melihat saja, Veldra sama sekali tidak tertarik dengan Zen ataupun Theresia hanya saja karena dia dekat dengan Verdia dia jadi tidak memiliki pilihan lain selain tetap mengamati situasi.
"Akhirnya kau datang juga ya." Ucap Verdia Arcadia.
"Bukankah itu yang kau inginkan?" Ucap Zen.
__ADS_1
"Memang itu hanya kuinginkan, hanya saja karena membutuhkan waktu yang cukup lama jadi kupikir kau tidak berani datang kesini."
"Hah apa yang kau katakan itu cukup lucu, kurasa itu akan dicatat oleh surga sebagai candaan paling baik yang pernah ada."
"Kurasa surga tidak akan berani melakukannya, jika dia melakukan hal itu maka aku pasti akan menghancurkannya."
"Kurasa apa yang kau katakan barusan akan membuat surga tertawa."
Jika Verdia memang lebih kuat dari pada surga maka tanpa diragukan lagi semua yang telah dibuat oleh surga Tidak akan berpengaruh untuknya tentu saja termasuk dengan batasan yang dibuat oleh surga. Dengan tidak berpengaruhnya batasan itu maka Verdia pasti telah naik ketanah tuhan, Namun nyatanya sampai sekarang Verdia masih hidup dibawah surga.
Lagi pula selama seseorang masih hidup dibawah surga mustahil bagi orang itu untuk dapat melampaui surga, bahkan mereka yang ditanah tuhan tidak semuanya lebih kuat dari pada surga.
"Sudahlah berhenti berbicara mengenai hal itu, jadi bisakah kau melepaskan Theresia sekarang?"
"Kurasa itu cukup sulit?"
"Mengapa?"
"Jika aku melepaskan Theresia sekarang maka kau pasti tidak akan melawanku bukan?"
"Iya, lagi pula tidak adalah alasan bagiku untuk melawanmu."
Sejak Zen bereinkarnasi Verdia sama sekali tidak ada mengganggu dirinya seperti yang Lin Shuming lakukan, dan dulu dia juga tidak terlibat dalam pembunuhan dirinya seperti Kreiz ataupun Ardiel. Dan meski dia membawa Theresia pergi namun pada akhirnya dia tidak melakukan apapun pada Theresia jadi sekarang Zen tidak memiliki alasan untuk melawan Verdia.
"Kalau begitu bagaimana jika aku melakukan hal ini?"
Verdia mengubah energi spiritual miliknya menjadi berbentuk sebuah pisau dan mengarahkannya ke pipi Theresia sambil sedikit tersenyum.
__ADS_1