
Sudah sekitar 8 tahun lebih semenjak Zen membawa Lin Yan keluar untuk melihat dunia luar, pada saat itu Lin Yan terlihat seperti seseorang yang tidak memiliki emosi. Lin Yan bahkan mengalami kesulitan untuk menunjukan ekspresinya, namun kini Lin Yan telah berubah. Lin Yan kini dapat menggunakan Ekspresinya secara alami bukan sebuah ekspresi palsu, ketika Zen mengelus kepalanya Lin Yan merasa sangat senang dan sebuah senyuman yang masih dapat terlihat diwajahnya.
Rasa senang yang Lin Yan alami itu sangat besar, dia bahkan tidak memperhatikan kalau ada Zhou Fan ataupun Xia Shuang disana. Xia Shuang yang melihat Zen mengelus kepala Lin Yan merasa sedikit marah, bagaimanapun sangat jarang bagi Zen untuk memperlakukan Xia Shuang seperti itu. Meski begitu Xia Shuang tidak berani menyuruh Zen untuk berhenti mengelus kepada Lin Yan.
Sejak dulu Zen memang tidak keras kepada Xia Shuang meski begitu Zen juga tidak lembut kepadanya. Meski Zen memberikan kasih sayang sebagai seorang ayah namun Xia Shuang belum pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, namun itu tidak menjadi masalah bagi Xia Shuang karena Zen selalu berada disampingnya. Namun begitu dia berlajar disakte ini Zen manjadi sangat jarang mengunjungi Xia Shuang dan sejak saat itu juga Xia Shuang jarang Merasakan kasih sayang Zen.
Hal itu itu terus berlangsung hingga tiba hari dimana Zen membawa Theresia mengunjungi Xia Shuang, sejak saat itu entah kenapa Xia Shuang Merasakan kasih sayang seorang ibu dari seorang perempuan yang baru pertama kali dia temui. Kini Xia kalau perempuan itu adalah ibunya yang telah bereinkarnasi, Xia Shuang Tidak tau apa yang harus dia lakukan nanti jika dia bertemu dengan Theresia karena itulah dia pergi ketempat Zen dan terus mengikutinya.
Namun setelah mengikuti Zen apa yang dia lihat, Xia Shuang melihat Zen dengan sebuah senyuman dia sambil mengelus kepala seorang gadis kecil.
"Kurasa itu sudah cukup Zen."
Liu Yu memegang tangan Zen segera menurunkannya dari kepada Lin Yan, seperti biasa Liu Yu cukup keras kepada Zen dan lembut kepada Lin Yan.
"Biasakan kau lihat kalau perempuan yang ada disampingmu itu terlihat marah?"
Wajah Xia Shuang langsung memerah begitu mendengar apa yang Liu Yu katakan, dia tidak menyangka kalau ekspresi marahnya terlihat sangat jelas.
"Hehehe."
Zen hanya tertawa menanggapi apa yang Liu Yu katakan, bagaimanapun sejak awal Zen dapat melihat dengan jelas kalau Xia Shuang Marah atas tindakan yang dia lakukan. Meski begitu Zen tetap terus mengelus kepala Lin Yan untuk dapat melihat apakah Xia Shuang akan menghentikannya atau tidak.
Namun apa yang Zen inginkan Tidak terjadi, karena rasa hormatnya Xia Shuang menahan dirinya untuk menghentikan Zen.
"Maaf Xia Shuang, tapi kau tidak perlu khawatir bagaimanapun kau adalah yang terpenting bagiku."
__ADS_1
Jika Zen ditanya lebih penting Lin Yan atau Xia Shuang maka tanpa diragukan lebih Zen akan mengatakan kalau lebih penting Xia Shuang. Bagi Zen Xia Shuang adalah yang terpenting, bahkan selama Xia Shuang tetap baik baik saja Zen tidak keberatan jika dia harus memerlukan waktu selama 10.000 tahun lebih untuk dapat naik ketanah tuhan.
"Bisakah memperkenalkan dia kepada kami?" Ucap Liu Yu sambil melihat Xia Shuang.
"Dia adalah Xia Shuang, dia anakku."
Liu Yu langsung terkejut mendengar apa yang Zen katakan, tidak peduli dari mana dia melihat Liu Yu dengan jelas melihat kalau dirinya lebih tua dari Zen. Dia tidak menyangka kalau Zen telah memiliki anak yang terlihat seperti seumuran dengan dirinya.
Berbeda dari Liu Yu, Lin Yan sama sekali tidak terkejut. Lagi pula bagi Lin Yan tidak aneh jika Zen memiliki istri ataupun anak, dan Lin Yan tidak peduli meski Zen memiliki kedua itu. Bagaimanapun apa yang Lin Yan rasakan dari Zen bukanlah rasa cinta melainkan rasa hormat. Jika diibaratkan maka Lin Yan adalah murid dan Zen adalah guru, Lin Yan merasa hormat kepada gurunya dan mencoba untuk mendapatkan pujian darinya.
"Lalu siapa pria tua ini?" Liu Yu melihat Zhou Fan.
"Apa Kau tidak mengetahuinya siapa dia?"
"Iya, aku tidak tau."
Jika Didunia bawah maka adalah sesuatu yang normal jika murid luar tidak pernah melihat master sakte nya, namun ini adalah dunia atas sangat tidak biasa bagi murid luar untuk tidak pernah melihat master sakte sendiri.
"Hahaha, aku sudah beberapa tahun tidak menampakkan diri. Bahkan mungkin ada beberapa dari murid luar yang tidak pernah melihatku, jadi normal jika murid luar juga tidak pernah melihatku."
Semenjak Xia Shuang menjadi seorang pejuang surga Zhou Fan sangat jarang pergi dari sekitar rumahnya, dia biasanya melihat keadaan sakte hanya melalui kejauhan saja.
"Dia adalah master sakte kalian."
Mata Liu Yu langsung melebar setelah mendengar hal itu, dia langsung memberikan hormat kepada Zhou Fan begitu juga dengan Lin Yan.
__ADS_1
"Hahaha, pria tua ini cukup menyukai sifat rendah gadis kecil ini. Bagaimana jika aku mengangkatnya sebagai murid, apa kau keberatan Zen?"
"Aku tidak ada hubungannya dengan hal itu, semua adalah terserah dia."
"Jadi bagaimana gadis kecil? Apa aku ingin menjadi murid pria tua ini?"
"Master sakte, saya...."
Liu Yu merasa cukup ragu menerima tawaran itu, bagaimanapun rasa sayang kepada Lin Yan membuat Liu Yu tidak dapat membiarkan Lin Yan untuk berada disakte ini sebagai murid luar sendirian. Zen dapat dengan jelas melihat apa yang saat ini sedang dipikirkan oleh Liu Yu, Zen tidak dapat membiarkan Liu Yu tidak mendapatkan perkembangan hanya karena Lin Yan. Zen lalu mengatakan sesuatu untuk membuat Liu Yu tidak khawatir dengan keadaan Lin Yan.
"Kau tenang saja Liu Yu, aku akan membawa seorang guru baru untuk Lin Yan. Bagaimanapun tidak ada orang disakte ini yang dapat membantu Lin Yan."
Tubuh es abadi adalah sesuatu yang sangat langka, bahkan jika seseorang memiliki pengetahuan tentang tubuh itu namun belum tentu orang itu dapat melatih pemilik tubuh itu dengan baik.
"Kalau begitu saya akan dengan senang hati ingin menjadi murid anda."
"Hahaha, bagus bagus. Pilihan yang bagus."
"Selamat Zhou Fan, kau mendapatkan murid yang dengan bakat yang bagus."
"Hahaha, kau dapat melihatnya ya."
"Tentu saja aku dapat melihatnya, bagaimanapun aku juga ada campur tangan dalam hal ini."
"Begitu ya, tapi itu tidak penting. Yang penting gadis kecil ini sekarang adalah murid dari pria tua ini."
__ADS_1
"Yah terserahlah, jadi Lin Yan karena ini adalah pertemuan kembali kita setelah sekian lama biarkan aku melihat sejauh apa perkembangan mu."