Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Raja Iblis Pride


__ADS_3

Disebuah gang kecil yang berjarak cukup jauh dari kastil raja iblis Pride, 3 orang manusia bejalan dengan perlahan dan hati hati.


"Apa ada yang mengikuti kita?"


Seorang pria bertanya kepada dua orang lainnya.


"Tidak, sejauh ini tidak ada yang mengikuti kita."


"Baguslah kalau begitu, kita harus mencari informasi yang berguna."


Mereka bertiga terus berjalan digang gang yang gelap dengan hati hati. Namun tiba tiba langkah mereka terhenti begitu mendengar suara ledakan.


"Dari mana suara itu?"


"Sepertinya dari arah Utara."


'Utara? Jika aku tidak salah itu adalah arah menuju kastil raja iblis.'


"Kita akan pergi melihatnya, perhatikan langkah kalian baik baik. Jangan sampai ada yang melihat kita."


"Baik."


Mereka bertiga berlari kearah Utara melalui gang gang yang gelap. Begitu mereka sampai tempat tujuan, mereka bertiga terkejut dengan pemandangan yang ada didepan mereka.


Kastil milik raja iblis terbakar dan beberapa bagian hancur lebur. Itu adalah pemandangan yang sangat jarang untuk dapat dilihat, bagaimanapun sangat jarang untuk dapat melihat sebuah pertarungan didalam kastil raja iblis.


"Kita akan mengumpulkan informasi, kalian berdua tetap ikuti aku."


Ketiga pria itu berlari menuju kastil milik raja iblis Pride.


***** ******


Ruang tahta tempat Zen bertarung benar benar telah hancur, sekarang tidak ada lagi atap. Langit malam dengan bintang yang bersinar dapat dengan mudah dilihat.


Zen keluar dari tumpukan puing puing batu, pakaiannya dipenuhi oleh debu.


"Yang benar saja, raja iblis itu benar benar menghancurkan kastilnya."


Zen membersihkan debu debu yang menempel pada pakaiannya. Zen lalu melihat kesekelilingnya, ratusan prajurit iblis telah mengepung dirinya.


"Pergerakanmu terlalu cepat tuan raja iblis."


Zen melihat kearah raja iblis yang tersenyum dengan sombong.

__ADS_1


"Kau tidak menyangkanya bukan?"


"Iya, aku sama sekali tidak menyangkanya. Kau bahkan menghancurkan kastilmu sendiri."


"Untuk dapat menghilangkan bahaya sepertimu kastil ini adalah harga yang murah."


"Begitu ya, tapi sangat disayangkan kau masih belum dapat mengalahkan ku."


"Hmp, betapa sombongnya. Kalian semua bunuh dia!"


Ratusan prajurit itu menyerang Zen, dibandingkan 3 orang yang dilawan Zen sebelumnya ratusan prajurit itu hanya sedikit lebih kuat.


"Pada awalnya aku tidak berencana untuk menggunakannya, tapi sepertinya aku tidak memiliki pilihan lain."


Zen mengeluarkan salah satu pedang terkutuk miliknya, Zen mulai menyerang para prajurit yang datang kearahnya. Bagi orang biasa mungkin pertarungan itu terlihat seperti sebuah pengeroyokan yang akan membuat Zen tidak berkutik.


Namun bagi Zen ini adalah sebuah pembantaian yang sedang dia lakukan. Zen tidak melawan ratusan prajurit itu secara bersamaan, namun Zen melawan satu persatu prajurit itu sebanyak ratusan kali.


Bagaikan sedang menari, setiap kali Zen mengayunkan pedangnya pasti akan ada prajurit yang mati. Dalam waktu singkat sekitar 50 prajurit telah mati.


Pride yang melihat itu menjadi sangat marah, senyuman sombong diwajahnya telah menghilang.


"Kalian semua, gunakan sihir untuk membunuhnya."


Para prajurit yang masih hidup pun mendengarkan perintah dari pride. Mereka semua secara bersaan merapal mantra sihir.


Hanya dari mendengar mantra yang digunakan oleh para prajurit itu Zen tau kalau mereka menggunakan sihir tingkat rendah. Sihir itu sama sekali bukan ancaman baginya, karena itulah Zen tidak membuat Zona anti sihir.


Para prajurit itu telah selesai membaca mantra, mereka semua kemudian secara barsaan menyarang Zen. Puluhan sihir tingkat rendah menuju kearah Zen, kebanyakan sihir yang digunakan adalah fire ball dan wind Blade.


Zen hampir tertawa setelah melihat sihir yang digunakan oleh para prajurit itu. Bagaimanapun juga itu semua bukanlah sihir yang dapat mengalahkan dirinya.


Zen merasa sudah tidak ada gunanya lagi berlama lama dikastil ini, kemudian Zen dengan cepat menuju kearah para prajurit itu sambil menghindari semua sihir yang menuju kearahnya.


Zen membunuh para prajurit itu dengan mudah, Zen hanya merasakan sedikit perlawanan yang tidak berarti. Dalam sekejap semua prajurit yang mengepung Zen telah mati dan hanya raja iblis Pride yang tersisa sekarang.


"Sayang sekali, jika saja mereka sedikit lebih kuat lagi mungkin mereka dapat membuatku sedikit terhibur."


"Dasar monster."


"Aku sering mendengar itu, jadi apakah selanjutnya kau sendiri yang akan melawanku?"


"Pada awalnya aku tidak memiliki niat untuk turun tangan secara langsung, tapi sepertinya aku tidak punya pilihan lain."

__ADS_1


Pride kemudian mengeluarkan sebuah pedang dari ruang penyimpanan miliknya. Pedang itu dipenuhi oleh aura kegelapan yang cukup besar.


Dengan pedang itu Pride kemudian menyerang Zen. Pedang mereka berdua saling beradu satu sama lain, dan beberapa kali pride dibuat mundur oleh Zen.


"Pedang yang bagus, dari mana kau mendapatkannya?"


Dengan sinis pride bertanya kepada Zen.


"Tentu saja ini pedang yang bagus, bagaimanapun juga pedang ini adalah salah satu dari 10 pedang terkuat yang ada di dunia ini."


"Begitu ya, namun itu semua tidak ada gunanya jika penggunanya sendiri tidak dapat mengimbangi kekuatan pedang itu."


"Iya, karena itulah........"


Zen berhenti berbicara, dia berdiri ditempatnya tanpa sedikitpun bergerak. Pride dengan perlahan berjalan kearah Zen sambil tersenyum puas.


"Ternyata dia tidak dapat bertahan disihir ini."


Sihir yang digunakan Pride saat ini adalah sihir tingkat tinggi, yaitu sihir penghenti waktu Time Stop. Sihir ini membuat waktu di seluruh dunia ini terhenti. Tidak akan ada mahluk mahluk lemah yang akan dapat bergerak jika sihir aktif.


Pride sudah yakin akan kemenangannya, dia berhenti tepat didepan Zen.


"Kau adalah vampire kecil yang cukup berbakat, namun sangat disayangkan karena kau akan mati sekarang."


Pride mengangkat pedang miliknya dan mengarahkannya kepada Zen. Pride hendak menusukkan pedangnya kedada Zen, namun pedang itu terhentikan oleh tangan Zen.


"Time Stop ya? Tidak kusangka seorang raja iblis tingkat rendah dapat menggunakan sihir ini."


Zen menghentikan pedang milik pride dengan kedua jarinya. Hal itu membuat pride menjadi sangat binggung, dia tidak mengharapkan hal ini terjadi.


"Mengapa kau masih dapat bergerak?"


Dengan nada yang kebingungan dan ekspresi yang kaget Pride bertanya kepada Zen.


"Mengapa? Bukankah itu sudah jelas. Sihir ini memang dapat membuat mahluk mahluk lemah tidak dapat bergerak, namun bagi keberadaan tingkat tinggi sepertiku sihir ini sangat tidak berguna."


Sihir Time Stop mungkin memang dapat membuat mahluk lemah seperti hewan dan manusia tidak dapat bergerak, namun bagi keberadaan tingkat tinggi seperti penguasa dunia, dewa, leluhur vampire, raja dan kaisar naga sihir ini tidak akan berguna. Meski waktu dihentikan mereka masih dapat bergerak dengan bebas.


"Siapa kau sebenarnya?"


"Hmm, kupikir kau tidak perlu mengetahuinya. Toh sebentar lagi kau juga akan mati."


Zen mematahkan pedang milik Pride dan mengangkat pedang terkutuk miliknya. Lalu dengan ekspresi yang memandang rendah, Zen menusukkan pedangnya ke jantung Pride.

__ADS_1


Darah terus keluar dari dada dan mulut pride begitu Zen menusukkan pedangnya. Kesadaran milik pride mulai menghilang, tubuhnya pun segera terbaring kelantai yang hancur.


"Selamat tinggal raja iblis peringkat keenam, tuan raja iblis Pride."


__ADS_2