Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Raja Iblis Pride


__ADS_3

"Salam kenal, raja iblis peringkat keenam. Raja iblis, Pride."


Zen menyapa laki laki itu dari singgasana. Laki laki itu adalah raja iblis peringkat keenam dari 7 raja iblis.


"Atau mungkin aku harus memanggilmu raja iblis Andromalius?"


Zen mengajukan sebuah pertanyaan kepada raja iblis itu. Sampai saat ini Zen masih tetap tenang, namun berkebalikan dengan Zen Raja iblis itu malah terlihat sangat tidak tenang.


"Siapa kau?"


Raja iblis bertanya kepada Zen dengan sedikit mengeluarkan aura intimidasi.


"Siapa diriku, aku adalah seseorang yang datang dari arah barat."


"Dari barat, berarti kau dari ras vampire."


"Benar sekali."


Setelah mengetahui ras dari Zen, raja iblis Pride menjadi sedikit lebih tenang.


"Apa yang diinginkan oleh orang sepertimu yang datang jauh jauh kesini?"


"Apa yang kuinginkan? Bukankah itu sudah jelas?"


Zen berdiri dari singgasana itu, lalu dalam hitungan detik Zen sudah berada didepan Zen.


"Tentu saja aku menginginkan nyawamu."


Zen mengarahkan sebuah pukulan dengan sedikit kekuatan kearah raja iblis Pride.


Pukulan milik Zen mengenai sesuatu dan menciptakan sedikit gelombang kejut. Zen merasa kalau pukulan miliknya ditahan oleh sesuatu, Zen kemudian mengambil jarak dari raja iblis Pride.


Zen melihat kearah raja iblis Pride, dan dia melihat sebuah senyuman yang sesuai dengan namanya diwajah raja iblis Pride. Sebuah senyuman yang terlihat sangat sombong, memandang rendah semuanya.


"Apa kau pikir aku tidak memiliki penjaga yang kuat."


Raja iblis Pride menyombongkan kekuatan dari pria yang ada disampingnya, pria itu adalah orang yang menahan pukulan Zen yang barusan.


"Tentu saja aku tidak meremehkanmu, penjagamu itu sepertinya sangat kuat. Aku bahkan tidak menyadari kapan dia sampai kesini."

__ADS_1


"Kalau begitu mengapa kau tidak mundur sekarang, dengan begitu aku tidak akan membunuhmu."


Pride dengan sombong memberikan saran bagi Zen untuk mundur, Pride berfikir kalau penjaganya dapat dengan mudah membunuh Zen jika dia mau.


"Apa kau pikir aku bodoh, tidak mungkin kau memiliki banyak penjaga seperti dia. Jika kau memang memiliki banyak penjaga seperti dia maka kau pasti tidak akan menjadi raja iblis peringkat keenam."


Berbeda dengan para leluhur vampire yang diurutkan berdasarkan kelahiran, para raja iblis diurutkan berdasarkan kekuatannya. Entah itu kekuatan individu ataupun kekuatan keseluruhan.


"Lagi pula apa yang harus ditakuti dari raja iblis yang menjadikan monster rendahan menjadi bawahannya?"


"Apa yang kau maksud?"


"Orc king yang ada didekat kota urukis, bukankah dia adalah bawahanmu?"


"Ah begitu ya, pantas saja aku tidak dapat menghubungi dirinya. Apakah kau yang membunuhnya?"


"Mana mungkin, tidak ada alasan bagiku untuk melawan monster rendahan sepertinya."


"Betapa sombongnya, kurasa kau jauh lebih sombong dariku. Apa kau benar benar vampire biasa?"


"Tidak penting bukan siapa diriku sebenarnya."


"Apa hanya segini, aku telah memberimu beberapa waktu tapi apa hanya segini yang dapat kau kumpulkan?"


"Jadi kau menyadarinya ya."


"Ya."


"Kalau begitu maka tidak perlu banyak basa basi lagi. Kalian semua serang dia."


Begitu perintah dari Pride terdengar, keluar 4 orang dari kegelapan yang ada didalam ruangan itu. Mereka semua memegang sebuah belati, dan mereka semua menuju kearah Zen.


"Belati ya, aku belum pernah menggunakannya tapi kurasa tidak ada salahnya untuk mencoba."


Zen mengeluarkan 2 buah belati dari ruang penyimpanannya, dengan belati itu Zen menangkis semua serangan mereka.


"Kurasa tidak buruk menggunakan belati untuk membunuh orang."


"Terlalu banyak bicara hanya akan membunuhmu."

__ADS_1


Suara seorang pria terdengar dari belakang Zen, sebelum Zen dapat melihat kebelakang pria itu langsung mengarahkan belati miliknya kearah Zen.


Namun sayangnya meski tanpa melihat, Zen dapat menahan belati dari pria itu. Zen lalu melihat kearah pria yang ada dibelakangnya itu sambil memberikan sedikit intimidasi.


"Kurasa itu juga berlaku untuk mu."


Dengan belatinya yang lain Zen memotong tangan pria itu. Pria itu berteriak kesakitan, tangan yang dia gunakan untuk memegang belati telah terpotong.


Melihat hal itu 3 orang yang lainnyapun menjadi sangat marah, dengan cepat mereka bertiga menyerang Zen secara bersamaan.


"Matilah kau."


Zen dengan cepat berpindah tempat dan serangan mereka tidak ada yang dapat menyentuh Zen sedikitpun.


"Bisakah kalian menyerang dengan sedikit tenang."


"Dialah kau."


"Haaaa, kalian membuatku sedikit kesal."


Zen dengan cepat menuju kerah mereka, ketiga orang itu sama sekali tidak dapat melihat pergerakan Zen. Dan tanpa Meraka sadari Zen telah berada didepan mereka.


Zen dengan cepat langsung menyerang mereka dengan kedua belatinya. Bagaikan pisau panas yang memotong mentega, Zen dengan mudah memotong motong tubuh mereka bertiga.


Zen kemudian menusuk jantung pria yang tangannya dipotong olehnya tadi. Tidak butuh waktu lama, 4 orang bawahan raja iblis Pride mati ditangan Zen.


"Sayang sekali, sepertinya para bawahanmu itu tidak sekuat dia."


Zen melihat kearah penjaga Pride yang ada disebelahnya.


"Diamlah, Apder bunuh dia."


Mendengar perintah dari Pride, Apder dengan cepat menyerang Zen. Melihat Apder yang tidak menggunakan senjata Zen pun langsung menyimpan kembali belatinya.


Apder dan Zen saling beradu pukulan, mereka membuat kerusakan besar pada ruangan itu. Dinding dan lantai ruangan itu mulai ratak sedikit demi sedikit.


Sejauh ini Zen sama sekali belum terkena satu pun pukulan Apder. Sedangkan Apder sudah berkali kali terkena pukulan Zen. Zen mulai bosan dengan pertarungan ini, dia melihat kearah Pride berada.


Namun yang dia lihat bukanlah sosok Pride, melainkan sebuah bola api yang besar. Bola api menuju kearah Zen, diruangan itu sama sekali tidak ada tempat untuk berlindung dari bola api itu.

__ADS_1


Sebelum Zen dapat mengambil tindakan, bola api menciptakan sebuah ledakan. Ledakan itu cukup besar hingga menghancurkan ruangan itu.


__ADS_2