Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Berangkat


__ADS_3

Semua senjata itu adalah senjata milik leluhur pertama sebelum dirinya, dan juga beberapa pedang yang dia dapatkan dari kakek tua August Aubert.


jika disesuaikan dengan tingkatan senjata didunia ini maka Senjata itu kebanyakan adalah tingkat rare epic tingkat 3 dan 2.


"Pilihan senjata yang kau inginkan Tina."


"Berapa banyak yang boleh kuambil?"


"Mungkin 2 atau 3 senjata."


Bagi Zen semua senjata tingkat epic itu sangatlah tidak berguna, Dimatanya semua itu hanyalah seperti sampah. Dia sendiri memiliki pedang tingkat suci jadi kehilangan 2 atau 3 senjata epic tidaklah menjadi sebuah masalah.


"Baiklah kalau begitu."


Tina langsung memilih senjata yang ada didepannya.


"Zen bagaimana denganku?"


"Bagaimana Apanya?"


"Apa kau tidak akan membiarkan ku memilih senjata milikmu?"


"Kau bisa membuat sendiri, lagi pula dengan pengetahuan yang kuberikan kau dapat membuat senjata yang lebih baik dari pada tumpukan sampah itu."


"Jahat sekali kau menyebut senjata senjata itu sebagai sampah, bagi kami senjata tingkat rare epic itu adalah sesuatu yang sangat mahal."


"Meski kalian menganggapnya sangat mahal, namun bagiku itu tetaplah tumpukan sampah."


"Karena kau menganggapnya sebagai sampah maka biarkan aku memilihnya 1 saja."


"Sayangnya itu tidak bisa, memang benar kalau bagiku semua itu hanyalah sampah. Namun bukan berarti aku tidak akan memanfaatkan nya suatu hari nanti."


Sepertinya yang Grim katakan, didunia ini senjata tingkat rare epic sangatlah mahal. Karena itulah Zen mencoba untuk mengambil kesempatan, jika suatu hari nanti dia kekurangan uang didunia ini maka dia akan menjual senjata itu untuk mendapatkan uang.


"Aku memilih 3 senjata ini."


Selagi Grim dan Zen berbicara, Tina telah memilih 3 buah senjata. Senjata yang dia pilih adalah 2 pedang dan 1 belati, dan ketiga senjata itu adalah senjata rare epic tingkat 2.


"Baiklah, karena kau telah memilihnya maka aku akan menyimpan kembali samua senjata ini."


"Tunggu Zen."


Zen tadinya hendak menyimpan kembali semua senjata itu, namun Griadin menghentikan dirinya.


"Ada apa?"


"Apa kau berniat untuk menjual senjata itu?"


"Berapa kau akan membayarnya?"


"250 koin emas untuk senjata rare epic tingkat 3 dan 300 koin emas untuk tingkat 2. Bagiamana dengan itu?"


"Baiklah, tapi aku hanya akan menjual 2 senjata saja paling banyak."


"Itu tidak masalah."

__ADS_1


"Kalau begitu pilihlah sekarang."


"Aku akan mengambil 2 tombak ini."


Dalam sekejap Griadin langsung memilih 2 buah tombak rare epic tingkat 3 dan 2. Dia dapat dengan cepat memilih karena saat Tina memilih senjata Griadin juga melihat lihat senjata itu.


"Aku akan mempersiapkan bayarannya sekarang."


"Baiklah aku akan menunggu."


Karena Rosvelt tidak ada disampingnya, Griadin terpaksa harus mengambil sendiri uangnya dan pergi meninggalkannya mereka.


"Zen apa kau tidak kemurahan menjualnya?"


Pada umumnya Harga senjata rare epic tingkat 2 adalah 350 koin emas dan tingkat 3 adalah 300 koin emas.


"Harga itu sudah cukup bagiku."


Bagi Zen dia tidak memerlukan terlalu banyak uang, beberapa saja cukup untuk dirinya. Griadin tau kalau Zen tidak memerlukan terlalu banyak uang, karena itulah dia menawarkan harga yang sedikit lebih murah dari pada umumnya.


"Ngomong ngomong Tina, bukankah seorang petualang menerima permintaan pengawalan?"


"Iya, kami para petualang memang menerima hal itu."


"Apa kau mau menerima permintaanku?"


"Itu tergantung isi permintaanmu."


"Aku ingin kau memandu ku sampai ke kuil abadi. Bayarannya adalah 400 koin emas ditambah semua biaya makan dan penginapan bahkan ditanggung oleh ku. Apa kau mau?"


"Apa kau serius, itu bukanlah harga yang murah kau tau."


"Baiklah aku akan menerimanya. Lagi pula aku juga berencana untuk pergi kekaisaran Zilion."


"Kalau begitu kita sepakat."


Tidak lama kemudian Griadin datang kembali dengan Rosvelt, mereka membawa beberapa kantong yang berisi koin emas.


"Ini uang milikmu. 550 koin emas untuk senjata. Dan 70 koin emas adalah bayaranmu setelah dipotong oleh biaya kerusakan."


Zen langsung mengambil uang itu dan menyimpannya.


"Kalau begitu sampai ketemu besok Tina."


Zen langsung pergi meninggalkan mereka semua. Sedangkan Grim dan yang lainnya masih berada diruang itu untuk membahas sesuatu.


Zen segera pergi keluar bangunan guild, dia bejalan mengelilingi kota sendirian. Setelah cukup lama berkeliling Zen akhirnya berhenti disebuah restoran, dia masuk kedalam dan makan.


"Ini kota yang damai."


Dari dalam restoran itu Zen melihat para anak kecil yang bermain dengan bahagia. Zen kembali teringat kembali saat dia masih kecil. Jika dia pikir pikir dia hanya memiliki kenangan buruk mau itu dikehidupan sekarang ataupun yang sebelumnya.


Zen lalu pergi meninggalkan restoran dan kembali ke penginapan. Zen lalu membuka bar status miliknya.


"Sistem yang menjijikkan."

__ADS_1


Zen sedikit kesal ketika dia melihat bar sistem yang ada didepannya. Dia lalu menutup bar sistem itu dan dia langsung tidur.


*****


Hari telah berganti, sama seperti yang sebelum Grim dan Zen saat ini sedang sarapan di penginapan.


"Setelah ini apa yang akan kau lakukan Grim?"


"Sebenarnya aku ingin ikut denganmu, namun kau pasti akan menolakku bukan."


"Baguslah kalau kau tau, jadi apa rencanamu selanjutnya?"


"Kurasa aku akan tinggal disini untuk sementara waktu."


"Begitu ya."


Mereka kembali makan dengan tenang, setelah beberapa saat Zen akhirnya selesai sarapan dan langsung bangkit.


"Kalau begitu sampai ketemu kembali Grim, pertemuan kita selanjutnya mungkin akan didunia atas."


"Iya, semoga saja akan datang hari itu."


Zen pergi keluar penginapan dan pergi kegerbang kota dimana tempat Tina menunggu.


"Bagaimana Tina, apa kau sudah siap."


"Iya, aku sudah siap."


"Kalau begitu, mari kita pergi sekarang."


Mereka berdua langsung pergi meninggalkan kota. Setelah cukup lama berjalan mereka akhirnya beristirahat di tengah tengah hutan.


"Tina, keluarlah pedangmu dan bersiap untuk bertarung."


Belum lama semenjak mereka beristirahat, Zen telah merasakan keberadaan monster yang mendekat kearah mereka.


Sesuai apa yang Zen perintahkan Tina langsung mengeluarkan pedang miliknya dan bersiap untuk bertarung. Dan tepat seperti yang Zen rasakan, beberapa ekor monster mendekati mereka.


"Itu Troll."


5 ekor troll mengelilingi mereka, troll adalah monster yang memiliki tinggi sekitar 3 Sampai 4 meter. Meski gerakan mereka lambat, untuk membunuh troll adalah sesuatu yang cukup sulit. Itu karena troll memiliki kekuatan regenerasi, karena itulah orang biasa akan kesulitan untuk membunuh troll.


"Mereka pasti adalah troll yang kabur dari gelombang monster waktu itu."


Pada saat itu, ketika Vlad kabur para monster yang menuju ke kota juga ikut kabur. Mereka memasuki hutan dengan terpisah pisah.


"Bunuh mereka semua Tina."


Sambil duduk dengan santai Zen memberikan perintah kepada Tina.


"Apa kau tidak ikut bertarung?"


"Mereka hanyalah troll, dan kau adalah rank S jadi pasti mudah bagimu untuk membunuh mereka semua. Atau mungkin kau tidak dapat membunuh mereka semua?"


"Apa aku meremehkan ku, tentu saja mereka bukan lawan yang sulit bagiku."

__ADS_1


"Kalau begitu bunuhlah mereka secepat mungkin."


Dengan pedang ditangannya, Tina langsung menyerang para troll itu.


__ADS_2