Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Mahkota Kekuatan


__ADS_3

Jika ditanya seperti apa bentuk surga maka mungkin tidak akan ada yang tau jawabannya. Meski begitu bukan berarti hal itu dapat membuat para pengguna energi spiritual jadi tidak mempercayainya keberadaan surga, meski mereka tidak mengetahui bentuknya namun mereka tetap percaya akan keberadaan surga.


Bagi para pengguna energi spiritual hal itu mungkin disebut dengan surga, tapi bagi pengguna mana mereka menyebutnya sebagai kehendak 100.000 dunia atas. Hanya namanya saja yang berbeda, namun kedua hal itu tetap memiliki peran yang sama.


Perannya adalah sebagai pemberi tau jika ada pemilik mahkota yang mati, untuk memberitau yang lain dia akan menggetarkan langit. Peran lainnya adalah sebagai pembuat aturan, segala peraturan mutlak yang ada didunia atas ini dibuat oleh surga. Contohnya dewa dunia bawah yang ingin meminjam kekutan kehendak dunia bawah, dewa itu hanya dapat meminjam Kekuatan dari 1 atau 2 kehendak dunia adalah peraturan yang dibuat oleh surga.


Peran surga yang paling penting adalah sebagai pembatas, dengan peran itu surga tidak akan membiarkan orang didunia atas ini naik kedunia tanah Tuhan begitu juga sebaliknya. Namun bukan berarti apa yang surga buat itu berlaku untuk para dewa sejati, para dewa sejati dapat melewati batasan yang surga buat jika mereka mau karena kedudukan mereka masih lebih tinggi dari pada surga. Dan batasan itu sendiri tidaklah mutlak, selalu ada cara untuk orang dunia atas ini agar dapat memasuki dunia tanah Tuhan.


Saat ini surga sedang menjalankan tugasnya, tepat bersamaan dengan waktu kematian Lin Shuming surga menggetarkan langit 100.000 dunia.


Didunia Pasir putih ada beberapa orang penting yang merasakan getaran langit itu.


"Sepertinya sudah berakhir, mungkin selanjutnya kita yang yang akan berpartisipasi dalam permainan ini."


"Kurasa itu tidak buruk, tapi apa yang akan kita lakukan dengan mahkota itu?"


"Kita tidak memerlukannya bukan, biarkan orang lain yang mengambilnya."


"Yah kita memang tidak membutuhkannya, tapi aku penasaran siapa yang akan mendapatkan mahkota itu."


Dunia api abadi 2 orang yang pemegang mahkota juga menyaksikan getaran langit itu.


"Lin Shuming telah mati, mungkin selanjutnya adalah giliran kita."


"Kurasa begitu, tapi mungkin itu tidak akan terjadi dalam waktu yang dekat."


"Bagaimana kau bisa yakin?"


"Ntahlah, mungkin firasat."


Sementara itu ditempat Verdia Arcadia berada beberapa orang mulai ribut berbicara mengenai mahkota milik Lin Shuming.


"Mahkota itu, menurutmu siapa yang akan mendapatkannya?" Tanya Veldra Astera.


"Ntahlah."


Verdia Arcadia menjawab pertanyaan Veldra seolah olah dia tidak peduli dengan siapa yang akan mendapatkan mahkota itu. Verdia Arcadia lalu melihat kearah Cheng Ning dan yang lainnya berada.

__ADS_1


"Apa kau akan merebut mahkota itu darinya Cheng Ning?"


"Merebut? Aku tidak akan melakukan hal seperti itu. Aku akan menyuruhhya untuk memberikan mahkota itu kepadaku."


Dengan begitu Cheng Ning tidak perlu melakukan hal yang merepotkan seperti bertarung.


"Apa kau pikir dia akan memberikannya begitu saja ketika kau memintanya?"


"Jika dia tidak mau memberikannya maka aku akan mengambilnya secara paksa."


"Itulah yang disebut dengan merebutnya Cheng Ning."


Pada awalnya Cheng Ning berniat untuk mendapatkan mahkota itu dengan menyuruh Zen untuk memberikannya kepadanya, namun jika Zen menolak mana dia akan mengambilnya dengan paksa.


"Lupakan soal merebutnya atau tidak, apa menurutmu mereka akan membiarkanmu melakukan hal itu?"


Verdia Arcadia lalu melihat kearah Dimana Ling Hao dan yang lainnya berada. Meski terlihat tenang tapi orang orang itu seperti sudah siap untuk bertarung jika keadaan memaksa.


"Kau mungkin sedikit lebih kuat dari mereka, namun tetap saja akan kau pasti akan kerepotan jika melawan mereka semua sekaligus."


"Jika begitu mengapa kau tidak membantuku saja?"


"Mengapa kau membantunya?"


"Itu karena aku tidak menyukai kalian para maniak surga."


Untuk dapat pergi dari dunia ini seseorang harus mempelajari rahasia dari pembatas surga, mempelajari hal itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Jika semuanya berjalan lancar mereka pasti dapat meninggalkan dunia ini setelah 1000 tahun, tentu saja itu jika semuanya berjalan lancar.


Biasanya para maniak surga tidak akan membiarkan orang lain memperlajari rahasia surga, bagi orang yang ingin meninggalkan dunia ini seperti Zen atau Verdia keberadaan maniak surga itu adalah sesuatu yang sangat tidak mereka sukai.


"Tanpa kau mengatakannya aku tau kau tidak menyukai kami, hanya saja....."


Cheng Ning lalu melihat Zen yang berdiri dengan tegak meski tubuhnya dipenuhi oleh luka, meski tubuh Lin Shuming telah tergeletak di tanah namun Zen masih belum melepaskan pedangnya dari tubuh Lin Shuming.


"Haa haaaa, akhirnya."


Dengan sebuah senyuman diwajahnya Zen melihat keatas langit, meski senyuman itu terlihat seperti Zen merasakan sebuah kepuasan namun sebenarnya Zen sama sekali tidak merasakan apapun.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang sedang kulakukan ini."


Setelah melihat tubuh Lin Shuming yang telah mati Mau itu rasa senang atau rasa sedih sama sekali tidak Zen rasakan. Pada akhirnya Zen sendiri juga tidak tau apa yang dia lakukan.


"Tidak perlu memikirkan hal itu Zen, pada akhirnya apapun jalan yang kau ambil itu adalah jalan yang benar."


Tiba tiba Rubia telah berada didepan Zen, dengan kedua tangannya Rubia memegang pipi Zen.


"Bukankah apa yang disebut dengan surga itu tidak berlaku untuk mahluk seperti kalian?"


"Apa yang sebenarnya kau maksud Rubia?"


Sebuah senyuman muncul diwajah Rubia, Zen hanya melihat senyuman itu tanpa peduli sedikitpun.


"kau cukup duduk tenang sebagai pengamat, Bukankah itu adalah tugas kalian para ratu roh?"


"Menurut mu apa yang harus kami amati?"


"Apa gunanya pengelihatan mu itu, aku yakin kau telah melihat masa depan dunia yang diciptakan oleh pemuda itu."


"Sudah kuduga kau pasti juga telah mengetahui keberadaan pemuda itu."


"Tentu saja aku mengetahui keberadaannya, Bagaimanapun aku berniat untuk membuat anak itu sebagai jalan bagiku kembali kesana."


"Bersama Theresia?"


"Iya."


"Yah terserahmu, seperti yang kubilang sebelumnya apapun jalan yang kau pilih pada akhirnya itu adalah jalan yang benar. Jadi apa yang kau lakukan dengan mahkota itu?"


"Entahlah, tapi untuk saat ini bisakah kau melepaskan tanganmu?"


Rubia langsung melepaskan tangannya dari pipi Zen. Meski dia masih kesulitan untuk menggerakkan tubuhnya Zen berjalan ketubuh Lin Shuming berada, Zen lalu mencabut pedangnya dan mengambil sebuah mahkota dari tubuh Lin Shuming.


Itu adalah mahkota pejuang surga, mereka yang berada dialam ilahi lapis ke 5 akan memiliki kesempatan untuk menjadi seorang pejuang surga setelah menyatukan mahkota itu dengan tubuhnya.


"Apa kau akan menyimpan mahkota itu?"

__ADS_1


Tanya Cicilia yang telah datang kesana bersama dengan Ling Hao dan yang lainnya.


__ADS_2