Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Akhir Tujuan


__ADS_3

Dilangit malam yang diterangi oleh cahaya bulan, raja iblis peringkat keenam, raja iblis Pride menghembuskan nafas terakhirnya.


Setelah mengkonfirmasi kematian dari Pride, Zen melihat keatas langit dengan tatapan yang kosong. Zen mengangkat tangan kanannya dan lingkaran sihir yang besarpun terbentuk diatas langit.


Lingkaran sihir itu mengeluarkan bola bola api. Bola bola api berjatuhan ke kota dekat kastil dan membakar semua yang dia sentuh. Dalam sekejap kota telah dipenuhi oleh lautan api, suara teriakan dan tangisan putus asa dapat dengan mudah terdengar.


"Untuk membuat mereka bergerak berapa banyak nyawa yang telah kukorbankan."


Zen menutup matanya dan untuk sesaat Zen hanya diam tanpa bergerak sedikitpun.


"Kurasa aku tidak akan dapat menghitungnya."


Tentu saja Zen tidak akan dapat menghitungnya, bagaimana pun kota yang dia hancurkan adalah ibu kota dari wilayah raja iblis Pride. Meski hanya raja iblis peringkat rendah namun bukan berarti kalau iblis yang tinggal diwilayahnya sedikit.


Zen merasa kalau ada ada yang menatapnya, Zen pun langsung melihat kearah tempat tatapan itu berasal.


"Manusia? Apa yang mereka lakukan disini?"


Disana Zen dapat melihat 3 orang manusia dengan ekspresi yang menunjukan seolah olah mereka tidak percaya dengan apa telah mereka lihat.


"Yah itu tidak ada urusannya denganku. Lebih baik aku segera menyelesaikan ini."


Zen membuat sebuah lingkaran sihir kecil yang berwarna hitam pekat. Lingkaran sihir itu kemudian mengeluarkan banyak aura hitam dan segera menyebar ke seluruh kota. Aura hitam itu memasuki mayat mayat iblis.


Sihir yang Zen gunakan adalah sihir tingkat tinggi dengan elemen kegelapan, nama sihir itu adalah necromancer. Itu adalah sihir yang Zen dapatkan dari gulungan sihir ketika dia berada di menara Ai.


Sihir itu memungkinkan Zen untuk memperintah mayat mayat yang telah dirasuki oleh aura hitam itu. Tentu saja jumlah yang dapat dibangkitkan tergantung dari berapa banyak mana yang dimiliki oleh penggunanya.

__ADS_1


Dengan jumlah mana yang Zen miliki, Zen dapat membangkitkan ribuan mayat iblis yang ada dikota yang telah hancur itu.


"Hmmm, untuk saat ini kalian semua bangkitlah dan pergilah kearah barat."


Begitu Zen mengatakan kalimat itu, semua mayat iblis yang dimasuki aura hitam itupun segera terbangun. Sesuai dengan perintah Zen, seperti zombie yang tidak memiliki akal para mayat hidup itu semua berjalan menuju kearah barat.


"Dengan begini tuan putri kecil itu mungkin juga akan bergerak."


Zen melihat kembali ketempat dimana dia melihat 3 orang manusia. Namun sayang ketiga orang itu telah tidak berada di sana.


"Sepertinya aku juga harus segera kembali. Tapi kurasa aku harus ke kota ataxia sebentar."


Zen lalu membuka gate dan dia memasuki gate itu.


**** **** *****


Dengan segelas anggur ditangannya Leluhur ke 5 Argares berbicara kepada seorang wanita yang duduk didepannya.


Wanita itu adalah leluhur ke 2, Elizabeth.


"Iya, anak itu benar benar melakukan apa yang dia inginkan."


"Setelah sihir penghenti waktu, sekarang dia menggunakan mana dalam jumlah yang sangat besar."


Meski jarak mereka sangat jauh, kedua leluhur itu dapat merasaka kalau jumlah mana yang Zen gunakan untuk membangkitkan mayat mayat iblis.


"Tidak kau salah Argares, sihir waktu tadi pasti bukan dari dirinya. Meski dia sangat ahli dalam sihir waktu namun dia tidak suka menggunakannya. Waktu yang terhenti tadi pasti perbuatan dari lawannya."

__ADS_1


"Begitu ya."


Leluhur ke 5 Argares meminum segelas anggur yang ada ditangannya.


"Yah aku tidak peduli dengan apa yang dia lakukan, tapi jika rencananya benar benar berhasil maka itu akan sangat menguntungkan bagi kita berdua."


"Ya, kau benar sekali."


Leluhur ke 2 Elizabeth kemudia meminum segelas anggur yang ada ditangannya.


***** ****** *****


Pada waktu yang sama ketika Zen memasuki gete. Ketiga manusia yang dilihat Zen kini berlari dengan sangat cepat didalam hutan. Pikiran mereka dipenuhi dengan rasa takut, dengan adrenalin yang tinggi mereka berlari di hutan itu tanpa memikirkan monster yang ada didalamnya.


'Ada apa dengan pemuda itu, dia dapat dengan mudah membunuh pasukan raja iblis Pride.'


Salah seorang pria yang merupakan pemimpin mereka mengingat kembali kejadian ketika Zen membantai pasukan raja iblis Pride dengan ekspresi yang datar.


'Aku sama sekali tidak dapat melihat pergerakannya, dan tanpa kusadari pemuda itu telah menusuk dada raja iblis Pride.'


Tentu saja pria itu tidak dapat melihatnya, karena pada saat itu waktu sedang berhenti.


'Dan juga, meski jarak kami cukup jauh pemuda itu dapat dengan mudah menemukan kami.'


Pria Mengingat kembali tatapan Zen saat melihat mereka, tanpa sadari tubuhnya menjadi bergemetar dan semua buku kuduknya berdiri.


'Aku tidak tau apakah pemuda itu mengejar kami atau tidak, sekarang tidak ada waktu untuk mengkhawatirkan hal itu. Bagaimanapun juga aku harus segera menyampaikan informasi ini kepada tuan putri.'

__ADS_1


Pria itu menambah kecepatannya, bagaimanapun juga dia harus segera menyampaikan informasi penting yang bahkan nyawanya ada taruhannya.


__ADS_2