Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Gadis Dalam Kristal


__ADS_3

Note: Mulai dari chapter ini sudut pandangnya akan berubah.


********


"Mereka sudah pergi ya, yang mulia?"


Irene bertanya dengan zen dengan pelan.


"Ya, mereka akhirnya pergi."


"Tapi apakah yang mulia yakin?"


"Mengenai apa?"


"Bersekutu dengan kedua leluhur itu, Mereka bisa saja menghianati yang mulia nantinya?"


Tentu saja itu adalah hal yang normal jika Irene bertanya seperti itu kepada Zen. Dengan kekuatan Zen yang saat ini dia tidak akan bisa melawan kedua leluhur itu secara bersamaan.


Meski Zen tidak bisa mati, namun dia pasti akan terus menerus menerima luka jika melawan mereka berdua. Karena Irene dekat dengan Zen makanya dia bertanya.


"Tenang saja Irene, Tidak masalah jika mereka menghianatiku nantinya. Sejak awal kami hanya memiliki tujuan yang sama, namun keinginan akhir kami berbeda. Jadi kau tidak perlu khawatir mengenai itu."


Meski mereka ber 3 memiliki tujuan yang sama, namun seperti yang zen katakan kalau mereka memiliki keinginan yang berbeda. Leluhur ke 2 dan ke 5 memiliki mencoba mencari kesenangan didalam perang semua ras yang akan terjadi nantinya. Sedangkan Zen tidak mencari kesenangan melainkan sesuatu yang lain, sesuatu yang telah hilang darinya.


"Ngomong ngomong Irene, bagaimana perasaanmu saat mendengar kalau perang ini akan memusnahkan lebih setengah ras manusia?"


"Saya tidak tau apa yang saya rasakan yang mulia. musnahnya para manusia nanti juga tidak ada urusannya dengan saya. Dan juga saya tidak memiliki emosi untuk hal itu."


"Tidak ada emosi ya?"


"Ya."


"Tapi, Apakah kau tau Irene? Kau bukanlah tidak memiliki emosi, kau hanya menahan emosi itu dan berusaha untuk tidak mengeluarkannya."


Zen berdiri dari kursi yang didudukinya dan berdiri didepan Irene.


"Manusia adalah mahluk yang membutuhkan emosi untuk tetap hidup, mereka butuh rasa cinta, mereka butuh rasa sedih dan juga butuh emosi lainnya. Jadi Irene, Meski hanya setengah tapi darah manusia tetap berada dalam dirimu. Karena itulah Irene, kuharap suatu hari nanti kau dapat menunjukan emosimu padaku."

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu pada Irene, Zen berbalik dan berjalan menjauh dari irene.


"Sama seperti sebelumnya, aku menyerahkan semuanya padamu Irene. Aku akan pergi sebentar."


"Kemana yang mulia akan pergi?"


"Ruang bawah tanah."


Zen pergi berjalan semangkin jauh dari Irene menuju keruangannya.


*******


"Jika aku tidak salah, seharusnya ada disekitar sini."


Didalam kamarnya Zen terus menerus membuka karpet yang ada dilantai kamarnya. Setelah beberapa saat Zen akhirnya menemukan apa yang dia cari.


"Akhirnya ketemu juga."


-Hmm, bukankah itu lingkaran sihir yang cukup aneh?-


Yang zen cari adalah sebuah lingkaran sihir yang dapat membuatnya menuju ruangan bawah tanah kastil. Seperti yang dikatakan oleh roh kegelapan, lingkaran sihir itu memiliki bentuk yang cukup aneh.


"Yah kurasa itu memang motif yang aneh untuk sebuah lingkaran sihir."


"Lalu, apa yang akan kau lakukan setelah ini?"


"Bukankah sudah jelas. Tentu saja aku akan menggunakannya."


Zen melukai ujung jarinya dengan menggunakan sebuah belati yang dia ambil dari ruang penyimpanannya. Dia meneteskan darahnya kedalam lingkaran sihir itu.


Setiap kali lukanya tertutup dia kembali melukai ujung jarinya agar darahnya dapat terus menetes. Setelah beberapa kali dia mengulangi itu, akhirnya lingkaran sihir itu mulai merespon.


Pada awalnya lingkaran sihir itu bewarna merah muda, setelah cukup banyak terkena darah zen lingkaran sihir itu berubah menjadi warna merah darah. Lingkaran sihir itu terus menerus berubah warna, hingga pada akhirnya perubahan warna itu berhenti ketika lingkaran sihir itu bewarna emas.


Lingkaran sihir itu perlahan mulai menghilang dan sebuah pintu terbuka bergitu lingkaran sihir itu menghilang sepenuhnya.


-Pintu rahasia?-

__ADS_1


-Ya.-


Zen memasuki pintu rahasia yang gelap itu. Lorong bawah tanah yang tadinya sangat gelap itu kini menjadi terang begitu zen memasuki lorong itu. Lentera lentera yang berada didinding lorong mengeluarkan cahaya, Zen terus berjalan dilorong itu.


-Hei, apa yang ada didalam sana? Entah mengapa aku merasa sangat tidak nyaman berada didalam sini.-


-Itu sangat tidak biasa bagimu untuk merasa tidak nyaman. Apa yang saat ini kau rasakan?-


-Entahlah, aku juga kurang tau mengenai apa yang kurasakan. Tapi sejak memasuki tempat ini entah mengapa aku selalu mendengar sebuah suara.-


-Apa yang kau bicarakan. Kau menggunakan telingaku sabagai perantara untukmu mendengar. Jika aku tidak dapat mendengar suara yang kau bilang, maka kau pasti juga tidak akan dapat mendengarnya.-


Roh kegelapan menggunakan indra Zen untuk dapat mengetahui informasi yang ada diluar. Karena itulah Dia dapat merasakan apa yang Zen rasakan, dia dapat mendengar apa yang Zen dengar, dan dia dapat melihat apa yang Zen lihat.


Jadi akan aneh jika Zen tidak dapat mendengar suara yang roh kegelapan dengar karena roh kegelapan sendiri menggunkan telinga zen untuk mendengar.


-Aku serius dengan apa yang aku katakan, aku mendengar sebuah suara yang menyuruhku untuk terus datang kesana.-


-Jadi begitu ya. Tenang saja, jika kau mendengar suara itu maka mungkin itu adalah sebuah pertanda yang baik.-


-Mungkin kau bilang? Bukankah itu berarti kau juga tidak yakin apakah itu adalah pertanda yang baik atau bukan. Atau mungkin kau bahkan juga tidak tau apa yang ada disana?-


-Sudah kubilang tenang saja bukan, aku tau apa yang ada didalam sana. Dan juga kau pikir untuk siapa aku masuk kedalam sini. Aku masuk kesini itu untuk dirimu.-


-Hah, untuk diriku? Jangan membuatku tertawa, jika ini memang untuk diriku maka katakan apa yang ada didalam sana?-


-Kau akan tau begitu kita sampai. Sampai saat itu cobalah untuk tidak terlalu berisik.-


Zen terus berjalan didalam lorong bawah tanah itu, hingga pada akhirnya didepan Zen berada sebuah pintu yang besar. Zen membuka pintu itu dengan mendorongnya, Pintu itu perlahan terbuka.


Sebuah cahaya terang menyinari dalam ruangan itu. Cahaya itu membuat Zen dapat melihat semua benda yang berada didalam ruangan itu.


-Apa apaan itu? Mengapa ada sesuatu seperti itu berada didalam ruangan seperti ini?-


Sebuah tubuh seorang gadis kecil dengan rambut coklat tertidur didalam sebuah kristal biru bening. Roh kegelapan terkejut setelah melihat sesuatu yang ada didepan Zen itu. Itu adalah reaksi normal yang dia berikan.


Bahkan jika orang lain juga melihat apa yang saat ini dilihat oleh roh kegelapan, mereka juga akan memberikan komentar yang sama.

__ADS_1


Tubuh gadis itu sepenuhnya tertutup oleh kristal itu, roh kegelapan terus menerus bertanya pada Zen tentang gadis itu. Setelah cukup lama akhirnya Zen pun membuka mulutnya dan berkata.


-Roh kegelapan, bukankah aku pernah berkata padamu kalau aku akan menemukan tubuhmu. Dan sekarang inilah jawabannya. Gadis itu adalah tubuhmu, tubuh yang telah tertidur selama 500 tahun.-


__ADS_2