
Dihutan dekat dengan perbatasan, disana berdiri sebuah kamp militer. Itu adalah kamp militer milik pasukan manusia. Ditenda yang paling besar dikamp itu Kufa dan pahlawan lainnya berkumpul, kelompok Baal pun juga berada ditenda itu. Seorang pria bertubuh cukup besar dan cukup berwibawa memasuki tenda itu. Pria itu berjalan kearah Kufa berada.
"Tuan kufa pasukan kita digaris depan telah dikalahkan."
"Yah itusih sudah jelas. Lagi pula para prajurit dari ras vampire itu memiliki kekuatan fisik yang jauh lebih kuat dari prajurit kita. "
"Lalu apa yang harus kita lakukan tuan Kufa?"
"Jendral Scath, memimpin para prajurit didalam perperangan ini adalah tugas anda. Tugasku adalah memimpin para pahlawan dan beberapa orang yang disana, jadi Aku harap jendral dapat memimpin mereka dengan cara anda sendiri."
Tidak butuh waktu lama, Scath dapat langsung mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Kufa.
"Baiklah kalau begitu tuan Kufa, mulai sekarang saya akan memimpin pasukan dengan sebaik mungkin. Saya akan segera mengerahkan pasukan gelombang kedua."
Scath pergi meninggalkan Kufa, dia berjalan menuju pintu keluar tenda. Namun sebelum Scath keluar dari tenda itu, Kufa mengatakan beberapa hal kepada Scath.
"Ah, jendral Scath. Selanjutnya aku mungkin akan bergabung kedalam pertempuran, jadi pimpinlah pasukan dengan baik."
"Baik."
Scath pergi keluar dari tenda. Setelah Scath keluar Kufa milihat kearah Baal dan yang lainnya berada. Itu karena didalam kelompok Baal ada seseorang yang menarik perhatian Kufa, orang itu adalah Accua.
* * * * * * * * * * *
Beberapa jam sebelum perperangan dimulai.
Sesuai dengan kesepakatan Kufa dan para pahlawan yang lainnya menunggu Baal dan yang lainnya datang. Tidak butuh waktu lama Baal berserta kelima orang lainnya datang. Mereka adalah Ziyun, Marie, Gran, Sakura dan Accua. Accua sendiri bukanlah bagian dari party Baal, namun setelah penaklukan Orc king waktu itu Baal sering mengajak Accua untuk ikut dengannya dalam menjalani misi dengan tingkat kesulitan yang tinggi.
Baal dan yang lainnya berjalan kearah Kufa berada. Untuk sesaat Kufa melihat wajah Accua. Kufa merasakan sedikit rasa sakit pada jantungnya begitu dia melihat Accua.
'Orang itu.... Ini adalah yang kedua kalinya.'
Ini adalah kedua kalinya Kufa melihat Accua, yang pertama adalah saat Kufa berada didalam kota. Pada saat itu dia juga sekilas melihat Accua, pada saat itu juga Kufa merasakan rasa sakit pada jantungnya seperti yang dia rasakan saat ini.
"Ada apa Kufa?"
Baal bertanya kepada Kufa karena dia penasaran dengan keadaannya.
"Tidak apa apa, yang lebih penting Baal, siapa orang itu?"
Kufa melihat kearah Accua, Baal pun memperkenalkannya.
__ADS_1
"Ah, dia namanya adalah Accua. Meski terlihat seperti petualang biasa biasa saja dia sebenarnya jauh lebih kuat dariku."
'Jadi namanya Accua ya.'
"Begitu ya. Kalau dia lebih kuat darimu maka tidak akan ada masalah nantinya. Ayo kita segera pergi, yang lainnya telah menunggu."
"Yang lain? Siapa mereka?"
Baal bertanya kepada Kufa dengan penuh penasaran. Bagaimanapun juga Baal sama sekali belum ada dengar sedikitpun mengenai anggota penaklukan yang lainnya. Jadi dia sedikit penasaran dengan anggota yang lain itu.
"Kau akan tau nanti, jadi ayo kita segera pergi."
"Baiklah."
Kufa dan yang lainnya pergi menuju kearah hutan yang ada dibagian barat kota Urukis. Hutan itu adalah tempat dimana para pasukan manusia mendirikan tenda dan berkumpul.
* * * * * * * * * *
Kembali kesituasi yang sekarang. Kufa melihat kearah Baal yang lainnya berada, disana dia melihat kearah Accua.
'Sudah dua kali aku merasakan sakit begitu melihat dia. Entah mengapa aku merasa kalau sesuatu yang ada didalam diriku merespon dirinya. Hanya saja aku tidak tau apa yang merespon itu.'
'Sudahlah tidak ada gunanya terus memikirkan hal itu.'
Kufa menyerah untuk mencari jawaban itu sekarang.
'Untuk saat ini aku harus lebih fokus pada perperangan yang akan terjadi selanjutnya.'
Sekarang Kufa menjadi lebih fokus pada pertempuran gelombang selanjutnya. Dia tidak mempunyai waktu untuk memikirkan hal lain sekarang, lagi pula lawannya saat ini bukanlah orang yang bisa dianggap remeh.
"Sieg kumpulkan yang lainnya, aku akan memanggil baal dan yang lainnya."
Kufa berbicara pada Sieg yang duduk disampingnya.
"Baiklah."
Sieg pergi menuju kearah para pahlawan lainnya berada, sedangkan Kufa pergi mengarah ketempat Baal dan yang lainnya.
"Baal bersiaplah kita akan segera bergabung kepertempuran yang berikutnya."
Kufa berbicara kepada Baal, Baal hanya menatap Kufa tanpa berbicara. Kufa menunggu jawaban dari Baal, namun Baal masih hanya menatap Kufa tanpa berbicara sedikitpun.
__ADS_1
"Ada apa Baal?"
Penasaran dengan tingkan laku Baal, Kufa pun bertanya kepadanya.
"Kufa, bukankah kau bilang kalau kita akan melakukan penaklulan?"
"Iya, aku memang berkata seperti itu."
"Lalu mengapa yang kita sekarang harus berperang? Ini bukanlah lagi penaklukan namanya."
Mendengar perkataan Baal, Kufa menjadi ingin tertawa. Apa yang ingin dikatakan oleh Baal sama sekali sangat tidak penting bagi Kufa.
"Kukira apa yang kau katakan, tapi ternyata itu sangat tidak penting."
"Apa maksudmu Kufa?"
Baal bertanya kepada Kufa dengan sedikit mengeluarkan aura intimidasi, namun Kufa sama sekali tidak terpengaruh dengan aura itu karena dia lebih kuat dari Baal.
"Baal, sudah berapa lama kau menjadi seorang petualang?"
"Mungkin sekitar lima tahun. Ada apa dengan itu?"
"Lima tahun ya, itu adalah waktu yang cukup lama. Dengan waktu selama itu kau pasti tau bukan Baal, penaklukan kastil leluhur Vampire ataupun kastil raja iblis berbeda dengan penaklukan monster biasa."
Penaklukan kastil leluhur Vampire ataupun kastil raja iblis benar benar berbeda dengan penaklukan monster biasa. Penaklukan monster biasa tidak memerlukan pertempuran dengan skala yang besar, namun penaklukan kastil leluhur vampire atau kastil raja iblis memerlukan pertempuaran dengan skala yang besar. Bahkan sampai kelevel perperangan yang mana akan memakan korban jiwa yang sangat banyak.
"Aku tau itu, tapi aku tidak bisa membiarkan Ziyun berada digaris depan. Kuharap kau mengerti itu Kufa."
"Tentu saja aku tau hal itu Baal, sejak awal aku juga tidak pernah berfikir untuk membawa Ziyun kegaris depan. Aku akan meninggalkan Ziyun disini, pililah beberapa temanku untuk bersama Ziyun disini sisanya akan ikut denganku."
"Baiklah Kufa."
Baal memilih Marie dan Sakura untuk menemani Ziyun, Sesangkan untuk dirinya, Accua dan Gran akan pergi kegaris depan dengan Kufa.
"Baiklah Baal, karena kau telah selesai memilih maka kita akan pergi sekarang."
Kufa pergi menuju ketempat para pahlawan yang lain berada, Baal dan yang lainnya mengikutinya dari belakang. Tidak butuh waktu lama, Kufa telah sampai ketempat para pahlawan berada.
"Baiklah semuanya, mulai sekarang kita akan ikut kedalam perperangan. Dan jangan khawatir, meski yang kita bunuh memiliki tubuh seperti manusia namun mereka bukanlah manusia. Mereka adalah Vampire, jadi tidak ada yang perlu kalian khawatirkan. Kalian semua ikuti aku dari belakang."
Setelah menyelesaikan perkataannya, Kufa pergi mengarah keluar tenda. Para pahlawan dan kelompok Baal pun mengikutinya dari belakang.
__ADS_1