
Ketika para pejuang surga itu ingin menyerang Zen tiba tiba banyak petir hitam yang muncul dan menyerang mereka. Meski petir itu terlihat seperti petir pada umumnya namun petir hitam itu mengandung kekuatan kegelapan yang sangat besar.
Ke 3 pejuang surga itu menderita beberapa luka setelah terkena petir itu. Meski begitu luka itu hanyalah luka kecil saja, bagi para pejuang surga luka itu bukanlah sebuah masalah. Luka luka itu langsung menghilang, dan ketiga pejuang surga itu melihat kearah petir hitam itu berasal.
Disana ketiga pejuang itu dapat melihat seorang perempuan dengan gaun hitam dan sebuah senyuman diwajahnya. Meski itu adalah sebuah senyuman namun senyuman itu memberikan sebuah kesan merendahkan.
Ketiga pejuang surga itu tau siapa perempuan itu, meski mereka tidak terlalu sering melihat namun mereka telah beberapa kali bertemu.
"Ratu roh kegelapan, Rubia Ashdoll. Apa yang kau lakukan disini?"
Pejuang surga Li Qinyuang menatap dunia dengan tajam, kehadiran Rubia adalah sesuatu yang sangat tidak mereka harapkan dan tidak mereka prediksi.
"Kalian ingin membunuhnya bukan? Tentu saja aku datang kesini untuk menghentikan kalian."
Meski Zen sudah pernah mati sebelumnya namun setelah Zen bereinkarnasi kontrak antara dia dan Rubia secara otomatis kembali terbentuk.
Dengan adanya kontrak itu Rubia dapat merasakan jika Zen berada didalam bahaya, meski kekuatan Rubia masih sedikit dibawah para pejuang surga itu namun dia setidaknya masih dapat memberikan beberapa perlawanan yang besar.
"Kalian adalah orang yang membunuh Theresia bukan?"
Rubia menatap para pejuang surga itu dengan tajam, aura membunuh yang besar keluar dari dalam dirinya. Meski jarak mereka cukup jauh namun para pejuang surga itu dapat dengan jelas merasan aura membunuh yang Rubia keluarakan.
"Jika kami yang melakukannya apa yang akan kau lakukan?"
"Tidak ada, hanya saja berkat kalian ada sebuah roh yang masih memikirkan tentang hal itu."
Itu adalah respon yang sama sekali tidak diharapkan para pejuang surga itu, mereka berfikir Rubia akan marah setelah mendengar hal itu dan menyerang mereka dengan membabi buta.
Namun mereka sama sekali tidak mengerti, bagi Rubia yang terpenting adalah Zen. Rubia peduli terhadap Theresia dan Xia Shuang karena Zen sangat menyayangi kedua orang itu, dan ketika muncul sebuah pilihan dimana Rubia harus memilih satu orang untuk diselamatkan maka tanpa banyak berfikir Rubia akan langsung menyelamatkan Zen.
Dan mengenai roh yang Rubia maksud itu adalah Ciel, sikap Ciel mulai berubah sejak saat itu. Meski Ciel sangat memperdulikan Zen sama seperti Rubia namun Ciel tidak akan pernah membiarkan Zen berada didalam keputusasaan.
"Jadi bagaimana keadaan mu Zen?"
__ADS_1
"Cukup buruk."
"Bukankah kau telah menyatukan mahkota pejuang surgamu? Mengapa kau tidak membuka ruang dan pergi dari sini?"
Setiap mahkota mewakili sebuah kekuatan mau itu pejuang surga atau king. Seperti mahkota kekuatan reinkarnasi, selain memiliki manfaat untuk penggunanya ketika bereinkarnasi pemilik mahkota ini dapat memberikan sebuah kutukan kepada orang lain.
Kutukan itu sendiri adalah sebuah kutukan untuk membuat seseorang agar membutuhkan waktu yang lama untuk bereinkarnasi, kutukan ini sama seperti kutukan yang diterima oleh jiwa Zen.
Sedangkan mahkota Zen memiliki kekuatan ruang, dengan kata lain Zen dapat memanipulasi ruang. Didunia atas ini mustahil untuk dapat membuka gate seperti yang Zen buka pada saat didunia bawah, untuk membuka gate membutuhkan mana atau energi spiritual yang sangat besar.
Karena hal itu kebanyakan orang lebih memilih untuk menggunakan lingkaran teleportasi yang sangat mahal. Namun beda ceritanya jika seseorang memiliki mahkota kekuatan ruang, pemilik mahkota ini dapat membuka gate tanpa harus menggunakan banyak kekuatan.
"Tidak ada waktu untuk melakukannya."
Meski Zen ingin sekali kabur dengan membuka ruang namun sama sekali tidak ada kesempatan, pedang pedang milik Cheng Ning terus menyerang dirinya tanpa henti. Dan meski dia membukanya bisa saja Li Qinyuang dan yang lain mengganggunya.
"Kebetulan sekali kau ada disini Rubia, cobalah untuk menahan mereka bertiga. Aku akan mencoba untuk membuka gate."
1 pejuang surga saja sudah membuat Rubia cukup kesulitan, menghentikan 3 pejuang surga sekaligus adalah hal yang sangat sulit bagi Rubia sekalipun.
"Jika kau tidak dapat melakukannya maka panggil Ciel atau ratu yang lain. Jika itu tidak bisa maka panggilah beberapa roh tingkat tinggi."
"Hahh,"
Rubia menghela nafas yang cukup dalam, meski dia tidak ingin melakukannya namun dia tidak memiliki pilihan lain.
"Apa kau ingin menghentikan kami ratu roh kegelapan Rubia?"
"Bisa dibilang begitu."
"Kau sendirian tidak akan dapat melakukannya."
"Memang benar, karena itulah aku akan memanggil bantuan."
__ADS_1
Rubia lalu mengangkat tangannya, sebuah gerbang besar muncul. Gerbang itu sendiri terhubung dengan dunia parah roh, dari gerbang itu muncul beberapa roh yang melayani Rubia sebagai ratu.
Para Roh itu adalah roh kegelapan tingkat tinggi, mereka datang sesuai apa yang Rubia perintahkan.
"Meski saat ini mustahil untuk memanggil beberapa ratu yang lain namun bukan berarti mereka tidak akan dapat menghentikan kalian."
Para roh kegelapan tingkat tinggi itu tidaklah lemah, meski mereka masih belum dapat melawan para pejuang surga namun kekuatan mereka sudah setara dengan orang yang berada ditingkat Duke kelas bawah.
Para roh itu mengeluarkan aura membunuh yang tidak kalah besarnya dari Rubia, namun sayangnya aura itu masih tidak cukup untuk membuat Li Qinyuang dan yang lainnya tertekan.
"Apa perintah anda yang mulia ratu?"
"Cobalah untuk menghentikan mereka meski harus mengorbankan nyawa kalian."
"Sesuai perintah anda yang mulia."
Dari semua jenis roh yang ada hanya para roh kegelapan yang paling setia kepada ratu mereka. Akibatnya karena kesetiaan itu mereka menjadi roh yang paling sulit diatur, mereka hanya akan mendengarkan apa yang Rubia katakan. Bahkan jika Ciel yang merupakan ratu dari semua roh memberikan mereka sebuah perintah belum tentu para roh kegelapan itu akan mendengarkannya.
Para roh itu langsung menyerang Li Qinyuang dan yang lainnya, beberapa dari mereka lebih memilih untuk bertarung dengan menggunakan fisik dan beberapa yang lainnya lebih memilih untuk menggunakan sihir.
"Yah setidaknya itu sudah cukup."
Zen melihat pertarungan laga roh itu, jumlah meraka ada 10 dan para pejuang surga itu hanya ada 3 orang. Meski tidak dapat membunuh mereka namun para roh itu telah menjadi bantuan yang cukup besar.
"Sekarang bagaimana jika lanjutkan pertarungan tadi Cheng Ning!!"
Zen menunjukan sebuah senyuman yang sangat licik, Cheng Ning menjadi sangat kesal melihat senyuman itu. Dia awalnya memiliki keuntungan dari jumlah, namun kedatangan Rubia telah membuatnya kehilangan keuntungan itu.
Namun semua itu tidak menjadi masalah besar untuk Cheng Ning, bagaimanapun dia masih jauh lebih kuat dari pada Zen.
"Jika itu yang kau inginkan maka mari kita lakukan."
Cheng Ning mengeluarkan lebih 1000 pedang, dan pedang pedang itu memiliki kekuatan yang lebih besar dari pada pedang yang sebelumnya.
__ADS_1