Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Lin Yan dan Para Bandit


__ADS_3

Setelah satu bulan lebih bersama Lin Yan, Liu Yu tau kalau Lin Yan belum terlalu banyak melihat berbagai hal didunia luar. Dimata Liu Yu, Lin Yan terlihat seperti seekor burung yang baru saja terlepas dari sangkarnya.


"Bukankah kau lebih tidak peduli dengan Lin Yan?"


Liu Yu tidak menyadari apa yang ingin dia lakukan, namun berbeda dengan dirinya Zen tau dengan benar apa yang Liu Yu inginkan. Liu Yu ingin membuat Lin Yan untuk tidak terlalu banyak melihat dunia luar, Liu Yu ingin membuat Lin Yan untuk tetap hidup dengan tenang sambil membayangkan indahnya dunia luar.


Namun Zen berada, Zen ingin membuat Lin Yan melihat dunia luar sebanyak mungkin. Tidak peduli apakan itu adalah dunia yang baik atau buruk, apa yang Zen inginkan sangat berbanding terbalik dengan apa yang Liu Yu inginkan.


"Apa yang kau katakan tadi?"


Liu Yu menatap Zen dengan sangat tajam, tatapan itu menunjukan kemarahannya kepada Zen. Sejak Zen bertemu dengannya ini adalah kali Zen melihat tatapan Liu Yu yang seperti itu.


"Seperti yang kubilang kau sama sekali tidak peduli dengan Lin Yan, kau hanya ingin membuat Lin Yan kembali menjadi seperti seekor burung yang berada didalam sangkar. Kau hanya memaksakan kehendakmu kepadanya."


Meski apa yang Zen lakukan juga tidak terlalu berbeda, namun Zen merasa kalau apa yang dia lakukan masih lebih baik dari apa yang Liu Yu inginkan.


"Kau.."


Perkataan Zen mengenai Liu Yu dengan sangat tepat, karena itulah dia menjadi sangat marah. Tanpa dia sadari Liu Yu mengeluarkan pedangnya dan menusukkannya ke perut Zen.


Zen mengeluarkan darah dari luka itu dan mulut, melihat hal itu Liu Yu menjadi sadar kembali.


"Apa yang telah kulakukan?"


Liu Yu melihat pedangnya dengan tatapan yang tidak percaya, darah Zen mengalir ke tangannya melalui pedang.


"Mengapa bisa menjadi seperti ini?"


Tangan Liu Yu menjadi bergetar, dia tidak mengharapkan hal ini terjadi. Meski dia tidak menyukai apa yang Zen katakan namun dia sama sekali tidak ada niat untuk membunuh Zen.


Dengan dipenuhi rasa bersalah Liu Yu mengeluarkan semua pil yang dia miliki. Dia mencari sebuah pil yang dapat sedikit menyembuhkan sebuah luka.


"Apa sudah puas?"

__ADS_1


Liu Yu langsung berhenti ketika dia mendengar hal itu, dia lalu melihat kearah Zen.


"Bagaimana mungkin?"


Pedang Liu Yu telah Zen cabut dan Liu Yu tidak lagi dapat melihat darah dari mulut ataupun luka yang ada diperut Zen.


"Mengapa kau bisa baik baik saja?"


"Tusukan seperti itu tidak akan dapat membunuhku."


Dengan kekuatan regenerasi Zen sebagai seorang vampire luka tusukan yang Liu Yu buat akan kembali normal dalam hitungan detik.


"Jadi apa kau sudah puas?"


Zen bisa saja menahan serangan Liu Yu, namun Zen lebih memilih untuk tidak melakukannya.


"Jika sudah maka tenanglah dan mari kita lihat apa yang akan Lin Yan lakukan."


Liu Yu menjadi lebih menurut, meski tidak berbicara namun Liu Yu mengangguk kepalanya dan berdiri disebelah Zen.


"Lihatlah gadis kecil ini, sepertinya dia berfikir dia dapat melawan kita." Ucap salah satu bandit.


Jika hanya dilihat sekilas maka mungkin apa yang dikatakan oleh para bandit itu benar, Lin Yan hanya memiliki tubuh seorang gadis kecil yang terlihat lemah sedangkan para bandit itu memiliki tubuh yang besar dan jumlah mereka cukup banyak.


Namun jika dilihat dari Tingkat kultivasi maka akan menjadi cerita yang berbeda, meski dia hanya sendiri namun Lin Yan pasti dapat menghadapi semua Bandit itu.


"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?"


"Bukankah sudah jelas, pertama kita akan bersenang senang dengan dirinya lalu kita akan menjualnya ketempat pelacuran."


"Hahaha itu ide yang bagus, kalau begitu aku yang akan bersenang senang dengannya."


Dengan penuh kesombongan salah satu bandit berjalan menuju arah Lin Yan.

__ADS_1


Lin Yan melihat kearah bandit itu dengan tajam sambil mencoba untuk sedikit mengintimidasinya.


"Ada apa gadis kecil? Apa kau ketakutan?"


"Tidak, hanya saja lebih baik kau tidak mendekatiku. Jika kau melakukan hal itu kau mungkin akan langsung mati."


"Hahaha, ucapanmu terdengar cukup sombong juga gadis kecil. Namun pada akhirnya itu hanyalah sebuah kata kata, kau tidak akan dapat melakukan hal itu."


Bandit itu mengulurkan tangannya dan mencoba untuk menyentuh Lin Yan, namun Lin Yan tidak membiarkan bandit itu melakukan apa yang dia inginkan. Lin Yan dengan cepat mengayunkan pedangnya.


Bandit itu sama sekali tidak dapat melihat ayunan pedang Lin Yan, bandit itu hanya merasa mengapa dia masih tidak dapat menyentuh Lin Yan. Bandit itu lalu melihat kearah tangannya yang terus mengeluarkan darah, seketika ekspresinya langsung berubah.


"Ahhh."


Bandit itu langsung merasakan rasa sakit yang luar biasa begitu dia mengetahui kalau tangannya telah terpotong. Ekspresi sombong diwajahnya kini telah digantikan dengan ekspresi yang dipenuhi ketakutan.


"Bukankah aku sudah memberikanmu peringatan, namun kau sama sekali tidak mendengarkannya."


"Jangan lakukan itu, kumohon aku akan pergi meninggalkanmu."


Sangking ketakutannya bandit itupun langsung terduduk ditanah. Lin Yan mengangkat Pedangnya sambil menatap bandit itu dengan rendah.


"Itu sudah terlambat."


Lin Yan dengan cepat mengayunkan pedangnya dan membunuh Bandit itu.


"Sialan beraninya kau membunuhnya."


Para bandit itu menjadi sangat marah, mereka dengan cepat menyerang Lin Yan dengan bersamaan.


Lin Yan sama sekali tidak memberikan kesempatan kepada para bandit itu, dia dengan cepat membunuh mereka semua. Meski pada awalnya dia tidak ingin membunuh orang namun sekarang Lin Yan sama sekali tidak menunjukan sebuah ekspresi penyesalan.


Malahan Lin Yan yang saat ini terlihat seperti Zen, tidak merasakan apapun atas mayat yang terbaring didepannya. Meski ini adalah pertama kalinya dia membunuh orang, namun Lin Yan terlihat seperti telah terbiasa membunuh.

__ADS_1


"Pada akhirnya sama seperti yang guru katakan, didunia ini yang lemah selalu memangsa yang lemah. Jika aku tetap ingin bertahan maka aku tidak memiliki pilihan lain selain membunuh orang yang dapat membahayakan hidupku."


Lin Yan menatap langit yang tertutup oleh dedaunan, mulai saat ini semua hal indah tentang dunia luar yang dia impikan akhirnya benar benar hancur.


__ADS_2