Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Ke 3 Palayan


__ADS_3

Setelah beberapa saat berjalan, Zen dan Mekai akhirnya sampai kesebuah ruang bawah tanah luas. Diruangan itu hanya terdapat sebuah pedang hitam pekat yang tertancap.


Zen dan Mekai lalu berjalan mendekati pedang itu, disekitar pedang itu terkumpul aura kegelapan yang sangat pekat.


"Bukankah ini pedangmu?"


"Iya, ini memang pedangku. Tidak kusangka pedang ini masih ada didunia ini."


Pedang Zen adalah sesuatu yang dibuat oleh teman dekatnya, pedang itu sendiri terbuat dari ribuan tulang Monster kehampaan yang berusia ratusan tahun.


"Ngomong ngomong apa peringkat pedangku telah berubah?"


"Tidak, selama 2000 tahun ini tidak ada senjata baru yang dapat menggeser posisi 10 besar pada tugu itu."


Tugu senjata, pada tugu itu terdapat peringkat senjata ultimate ilahi yang ada di semua dunia. Ditugu itu hanya terdapat beberapa ribu saja senjata tingkat ultimate ilahi. Didalam daftar tugu itu pedang Zen berada diurutan ke 8 senjata paling kuat didunia.


"Begitu ya."


Zen hendak memegang pedang miliknya setelah sekian lama, namun Zen mengurungkan niatnya. Dengan kekuatannya yang sekarang dia masih tidak akan mampu menggunakan pedang itu semaksimal mungkin.


"Aku akan menyerap pecahan kekuatanku disini, apa yang akan kau lakukan Mekai?"


"Aku akan kembali keatas, ada beberapa hal yang harus kulakukan."


"Begitu ya."


"Zen, jika aku boleh tau setelah kau menyerap pecahan kekuatan mu itu kau akan berada ditingkat apa?"


"Aku mungkin tidak dapat menyerap semuanya dalam waktu dekat ini, namun dalam beberapa bulan kurasa aku akan memasuki tingkat marquess kelas atas dan alam dewa abadi tingkat 4."


"Itu cukup cepat."


Normalnya butuh ribuan tahun bagi para pengguna mana untuk dapat memasuki tingkat marquess kelas atas dan begitu juga dengan para seniman beladiri yang ingin memasuki alam dewa abadi.


Namun Zen yang sekarang tidak membutuhkan waktu selama itu, dengan pecahan kekuatan miliknya Zen dapat mencapai tingkat itu hanya dalam beberapa bulan saja.


"Tapi yah, jangan terlalu terburu buru. Kurasa mereka juga memerlukan persiapan yang cukup lama untuk kembali menghadapimu."


"Yah kurasa kau benar, tapi aku tetap tidak akan bersantai meski mengetahui hal itu."


"Begitu ya, kalau begitu aku pergi dulu. Ah aku lupa...."


Untuk sesaat Mekai ingin berjalan meninggalkan Zen, namun dia berhenti melangkah dan mengeluarkan sebuah pakaian untuk Zen.

__ADS_1


"Gantilah pakaiannya mu."


Pakaian Zen terlalu kotor dan banyak sobekan yang tercipta dari pertarungannya dengan para vampire itu.


Setelah memberikan pakaian itu Mekai pergi meninggalkan Zen sendirian.


"Kau seharusnya memberikan ini sejak awal Mekai."


Zen lalu langsung mengganti pakaian miliknya. Kemudian Zen mengeluarkan 3 mayat vampire yang dia simpan.


Zen lalu menggambar sebuah lingkaran sihir yang mengelilingi mayat mayat itu. Zen mengelukan sebuah belati dan melukai tangannya, darah terus mengalir dari luka itu.


Zen memasukan darah ke mulut mayat mayat itu, tidak hanya itu dengan darahnya Zen juga menggambar sebuah lingkaran sihir didada setiap mayat.


"Sekarang saatnya mengeluarkan mereka."


Zen kemudian menusuk perutnya sendiri dan mengelukan 3 buah cahaya. Cahaya cahaya itu adalah jiwa para pelayan Zen yang masih ada didalam tubuhnya.


"Pada saat itu aku telah memberikan kalian 2 pilihan."


Pada saat ingatannya telah kembali Zen memberikan 2 pilihan kepada para pelayan itu. Pilihan pertama adalah Zen akan membunuh mereka dan membuat mereka bereinkarnasi, dan pilihan kedua adalah Zen akan menyiapkan sebuah wadah untuk mereka agar dapat hidup diluar tubuh Zen.


Para pelayan itu lalu memilih pilihan kedua, karena itulah Zen mencari mayat vampire tingkat tinggi untuk digunakan sebagai wadah.


"Sudah saatnya kalian untuk memiliki tubuh sendiri."


Lingkaran sihir itu menunjukan sebuah respon, lingkaran sihir yang tadinya hanya terlihat biasa saja itu kini telah berubah menjadi warna merah darah.


Lingkaran sihir itu kalau mengeluarkan sebuah aura yang sangat gelap, aura itu menutupi mayat vampire itu hingga Zen tidak lagi dapat melihatnya.


Setelah beberapa saat aura itu akhirnya menghilang secara perlahan, warna lingkaran sihir juga telah berubah.


3 orang vampire berdiri didepan Zen, 3 vempire itu lalu menekuk lutut mereka dan memberikan hormat kepada Zen.


"Hormat kami kepada yang mulia leluhur pertama Zen Cavalier."


"Sebutkan nama kalian."


"Saya adalah Pelayan ke 8, Satein."


Tidak jauh berbeda dengan bentuknya sebagai seorang pelayan, Satein memiliki tubuh yang cukup besar dan kekar.


"Pelayan ke 9 Ariel."

__ADS_1


Ariel memiliki tubuh seorang perempuan, dengan rambut pink yang diikat ponytail.


"Pelayan ke 10 La Tiami."


La Tiami memiliki tubuh seorang vampire dengan rambut putih keabuan yang terurai panjang. Sama seperti Adiel, La Tiami memiliki wajah yang cukup manis.


"Berdirilah dan Coba gerakan tubuh kalian, apa ada yang bermasalah."


Ke 3 pelayan itu lalu menggerakkan anggota tubuh mereka dan mereka sama sekali tidak menemukan masalah.


"Kami tidak memiliki masalah. Organ dalam tubuh kami juga berfungsi dengan baik." Ucap La Tiami.


Meski itu pada awalnya hanya tubuh yang telah mati, namun setelah jiwa para pelayan itu memasukinya tubuh itu tidak jauh berbeda dengan tubuh yang masih hidup.


"Baguslah kalau begitu, jadi apa yang akan kalian lakukan sekarang?"


"Biarkan kami tetap melayani anda."


"Tapi sebentar lagi aku akan menjadi manusia, dan tidak akan menjadi vempire lagi."


"Tidak masalah untuk kami, tidak peduli apa ras anda kami tetap akan melayani anda."


"Begitu ya, tapi sayangnya kalian terlalu lemah. Jika kalian mengikutiku kalian hanya akan menghalangiku saja."


Meski pada awalnya tubuh yang digunakan oleh para pelayan itu berada ditingkat Viscount, namun setelah tubuh itu mereka gunakan tingkatnya menjadi turun dibawah tingkat Baron.


Kedepannya kemungkinan Zen untuk bertarung dengan para King dan pejuang surga yang lain sangatlah tinggi, jika mereka ingin tetap bersama Zen mereka mungkin harus berada ditingkat Duke.


"Tapi jika kalian tetap bersikeras ingin melayaniku maka kalian harus melakukan sesuatu terlebih dahulu."


"Apa yang harus kami lakukan."


"Kalian telah melihat bukan pria yang bersamaku tadi?"


"Iya, kami melihatnya."


"Pergilah keluar dan temui dirinya. Katakan padanya kalian disuruh olehku pergi ke pandemonium, dan kalian berlatihlah disana."


Berlatih di pandemonium dapat meningkatkan kekuatan dengan cepat, meski tidak dapat mencapai mencapai tingkat Viscount atau diatasnya setidaknya mereka akan menjadi lebih berguna setelah berlatih didalam sana.


"Baiklah kami akan melakukannya. Tapi sampai kapan kamu harus berlatih disana?"


"Tunggu sampai aku menjemputmu kalian, namun jika dalam 100 tahun aku masih belum menjemput kalian, kalian boleh keluar dari sana."

__ADS_1


"Sesuai dengan perintah anda."


Ketiga pelayan itu lalu pergi meninggalkan Zen dan menuju tempat Mekai berada.


__ADS_2