Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci

Keturunan Terakhir Keluarga Pedang Suci
Sedikit Dorongan


__ADS_3

"Aku penasaran sejak kita sampai kesini. Apa kau akan meninggalkan ku disini dan membuatku memasuki sakte itu?"


"Haha, sepertinya kau sudah mengetahuinya. Apa Liu Yu yang memberitahu mu?"


"Tidak, itu hanyalah sedikit tebakan dariku."


"Lalu setelah mengetahuinya apa yang akan kau lakukan?"


Apakah Lin Yan akan menuruti perkataan Zen dengan memasuki sakte itu, atau dia akan memilih pilihannya sendiri dengan melakukan apapun yang dia inginkan, itu semua ada ditangan Lin Yan.


Namun bukan berarti Zen hanya akan membiarkan Lin Yan mengambil keputusan sesuka keinginannya, Zen berniat untuk melakukan sedikit dorongan kepada Lin Yan agar dia memasuki sakte sesuai dengan keinginan Zen.


"Aku tidak akan memasuki sakte itu, aku akan tetap mengikutimu."


"Kau tidak bisa mengikutiku Lin Yan, kau yang sekarang sangatlah lemah dan kau hanya akan menjadi beban bagiku jika kau mengikutiku."


"Apa itu berarti alasanmu membuatku berlatih adalah...."


"Iya tetap seperti yang kau pikirkan, aku mencoba untuk membuatmu menjadi kuat sehingga kau bisa terus mengikutiku."


"Bagaimana mungkin aku bisa tidak menyadari hal itu."


Lin Yan langsung termenung, jauh didalam hatinya dia merasa sangat menyesal. Zen telah berkali kali mendorongnya untuk menjadi kuat hingga dia dapat berdiri disampingnya.


Namun Lin Yan terus menerus menolak untuk menjadi kuat hingga beberapa waktu lalu, Lin Yan merasa akan sangat egois baginya jika dia masih ingin berada disamping Zen setelah mengetahui hal itu.


Disisi lain Zen merasa sangat puas, dengan penyesalan itu Lin Yan pasti akan menuruti perkataan Zen dan memasuki sakte itu.


Sejujurnya jawaban yang Zen berikan hanyalah sebuah alasan saja, tidak peduli sekuat apa Lin Yan, Zen tetap akan meninggalkan dirinya didunia ini.


"Jangan termenung Lin Yan, masih ada cara bagimu untuk dapat bertemu denganku lagi."


"Benarkah?"


"Iya."


Meski kemungkinan Lin Yan memasuki sakte itu sudah sangat tinggi namun Zen masih memerlukan sedikit dorongan agar Lin Yan tetap berlatih setelah dia meninggalkannya.


"Bagaimana caranya?"


"Menjadi kuatlah dan naik kedunia atas."


"Dunia atas? Apa itu?"

__ADS_1


"Untuk masalah itu kau tanyakanlah kepada Liu Yu."


"Baiklah. aku pasti akan melakukannya."


Lin Yan menjadi sedikit bersemangat, kini dia kembali memiliki harapan untuk dapat bersama Zen suatu hari nanti.


"Kurasa sudah saatnya kita berpisah."


"Kau akan pergi sekarang?"


"Iya, karena itu aku akan memberikanmu sediki hadiah perpisahan."


Zen memberikan beberapa pengetahuan kepada Lin Yan, dengan pengetahuan itu Lin Yan akan dapat melatih tubuh es abadi miliknya dan menjadi lebih kuat.


"Kalau begitu selamat tinggal Lin Yan. Kau kembalilah ketempat Liu Yu berada."


Zen membuka sebuah gate dan memasukinya. Untuk sekarang Lin Yan hanya dapat melihat kepergian Zen, dan Lin Yan bertekad untuk naik kedunia atas yang Zen katakan.


"Tunggu saja Zen, suatu hari nanti aku pasti akan bertemu dengan mu lagi."


Gete telah sepenuhnya tertutup, Lin Yan tidak lagi dapat melihat ataupun merasakan keberadaan Zen. Lin Yan lalu langsung pergi kembali ketempat Liu Yu berada.


Disisi lain gate terbuka tidak terlalu jauh dari tempat Zen membuka gate. Zen keluar dari gate itu dan melihat kearah Lin Yan dan Liu Yu berada.


"Sudah kuduga dia dapat merasakan kehadiranku."


Zen hanya menghilangkan sedikit aura miliknya, orang seperti Lin Yan Mungkin tidak dapat merasakan dirinya namun orang sekuat Liu Yu masih dapat merasakannya.


"Sekarang kemana aku harus pergi."


Zen melihat puncak salah satu dari 4 gunung yang ada disana, dia lalu Merakan sebuah kehadiran yang kuat dari puncak gunung itu.


"Sepertinya dia ada disana."


Zen lalu menuju puncak gunung itu dengan cepat. Puncak gunung itu memiliki beberapa penghalang yang membuat orang akan kesulitan untuk menyusup.


Namun semua penghalang itu sama sekali tidak berguna dihadapannya, Zen terus menuju puncak gunung itu seperti sama sekali tidak ada penghalang.


"Ternyata benar disini."


Begitu sampai Dipuncak gunung itu Zen dapat melihat sebuah rumah dan seorang pria tua.


"Ini adalah pertama kalinya ada orang yang berhasil datang kesini dengan paksa, apa yang dapat pria tua ini bantu?"

__ADS_1


Meski tidak melihatnya, namun pria tua itu tau kalau Zen berjalan kearahnya. Namun karena Zen sama sekali tidak menunjukan niat permusuhan pria tua itu menjadi Tidak waspada kepadanya.


"Tidak terlalu besar, aku hanya ingin kau menjaga seseorang untukku."


Zen berdiri disebelah pria tua itu, dan dia melihat kearah tempat yang dilihat oleh pria tua itu.


"sepertinya ini adalah sakte yang bagus, Cukup banyak orang yang ingin bergabung."


Ditempat itu banyak para seniman beladiri muda yang sedang menjali tes masuk sakte.


"Ini adalah sakte yang besar, tentu saja akan banyak yang ingin menjadi murid disini."


"Begitu ya."


"Jadi siapa yang ingin kau minta pria tua ini jaga?"


"Gadis kecil yang disana."


Zen menunjuk kearah Lin Yan, dari atas sini Zen tidak perlu khawatir akan terlihat olah Liu Yu. Lagi pula puncak gunung ini dibuat agar orang dari atas dapat melihat apa yang ada dibawah dan orang yang ada dibawah Tidak akan dapat melihat apa yang ada diatas.


"Apa yang kau maksud gadis berambut merah muda itu? Gadis yang berada disamping Liu Yu?"


"Heh, kau kenal dengan Liu Yu."


"Dia adalah murid dari pria tua ini, tentu saja pria tua ini mengenalinya."


"Kau menemukan murid yang cukup bagus."


"Hahaha, apakah itu sebuah pujian."


Entah kenapa Pria tua merasa kalau Zen sama sekali tidak terlihat seperti anak muda pada umumnya. Pria tua itu merasa sedang berada dihadapan orang yang telah hidup selama ribuan tahun, karena itulah dia sama sekali tidak mengganggap perkataan Zen adalah sebuah candaan.


"Tentu saja itu adalah sebuah pujian."


"Pria tua ini memang diberkati oleh murid yang luar biasa, namun pria tua ini tidak mampu membuat muridnya mengeluarkan semua potensi miliknya. Kultivasi Liu Yu telah bertahun tahun tidak mengalami peningkatan, karena itulah pria tua ini menyuruhnya pergi keluar dan melarangnya kembali sebelum dia mengalami peningkatan. Sekarang pria tua ini sedikit senang ketika melihat Liu Yu telah mengalami peningkatan, apa kau juga terlibat dalam peningkatan itu?"


"Ya mungkin bisa dibilang aku juga sedikit terlibat."


"Begitu ya, sebagai ucapan terima kasih pria tua ini akan menjaga gadis kecil itu. Tapi untuk menjaganya lebih tepatnya apa yang kau inginkan? Apa kau ingin gadis kecil ini menjadi murid dari pria tua ini?"


"Tidak, cukup biarkan dia masuk kedalam sakte ini. Dan juga kuharap jika suatu hari nanti ada yang ingin melakukan hal buruk padanya kau dapat melindunginya."


"Baiklah pria tua ini berjanji."

__ADS_1


__ADS_2