Perjuangan Cinta Nona Ruth

Perjuangan Cinta Nona Ruth
Chapter 168. Cafe Amarilys


__ADS_3

Di gelapnya malam yang samar-samar memperlihatkan sinar rembulan menerangi kamar melalui celah gorden jendela. Terlihat wajah ayu yang tersenyum menatap ke luar kamarnya. Kedua tangan lembutnya tampak memeluk lembut tubuhnya sendiri.


"Mamah," seru sosok bocah yang berjalan dengan anggunnya bak seorang wanita dewasa. Bokong menonjolnya terlihat bergoyang mengiringi langkahnya.


Ruth menoleh ke arah sumber suara. "Putri," sahutnya dengan tersenyum dan merentangkan kedua tangannya menyambut pelukan sang anak.


Demi mensejajarkan tubuhnya ia pun tampak menunduk agar bisa memeluk dengan rata tubuh sang anak.


"Mamah, katanya mau solat baleng?" tuturnya menagih janji mamahnya tadi sore sepulang dari masjid usai momen yang sangat bersejarah bagi Ruth dan keluarganya.


"Iya, Sayang. Ayo kita ambil air wudhu dulu, Nak. Mama sudah tidak sabar untuk solat bersama kalian..." ia menuntun sang anak menuju kran air di samping kamar mandi mereka.


Tubuh mungil Putri mengikuti langkah sang mamah dengan senang. Ini adalah momen yang tentu saja sangat bersejarah bagi mereka sekeluarga, tak terkecuali untuk Dava. Bersejarah juga untuknya tapi bukan sejarah kebahagiaan melainkan keputus asaan.

__ADS_1


Suara adzan pun terdengar berkumandang dengan merdu. Semua anggota keluarga Nicolas terlihat tampak bersiap-siap di ruangan keluarga dengan sejadah dan alat solat mereka lainnya.


Senyuman bahagia terlihat menghiasi wajah semuanya yang ada di ruangan tersebut. Tak ada yang tahu jika di salah satu kamar di rumah itu ada seorang pria yang menatap sedih ke arah luar jendela.


Ia perlahan menundukkan kepalanya dengan mata yang berkaca-kaca. Menyadari jika statusnya hari ini sudah menjadi seorang duda karena perpisahan yang di sebabkan oleh perpindahan agama.


Sungguh tidak pernah terbayangkan jika akhir pernikahannya akan sangat sepahit ini. Selama hidupnya tidak pernah mengenal yang namanya cinta bahkan mengenal perempuan selain rekan kerja maupun para karyawannya. Tapi mengapa ketika hati itu jatuh pada sosok wanita cantik, justru hatinya begitu sakit menerima kenyataan yang sangat pahit.


Allahu akbar...


Sementara di bagian belakang ada sang ayah yang juga ikut meski duduk di kursi rodanya.


Begitu bahagianya Dina sebagai seorang istri ketika menjalankan sholat bersama sang suami beserta keluarga dari suaminya.

__ADS_1


Tetesan air mata perlahan-lahan jatuh begitu saja di setiap wajah para keluarga di rumah itu. Dina, Ruth, Tarisya, Sendi dan juga Tuan Wilson. Semua menangis haru, tak menyangka jika keluarga mereka akan merasakan momen bahagia seperti ini.


Ruth tampak begiti khusyuk dengan solatnya, tak ada lagi terlihat kerapuhan dalam jiwanya. Hanya ada ketenangan yang ia rasakan kala sudah menumpahkan semua masalah yang ada di benaknya saat solat di masjid sore tadi.


"Tidak. Aku harus pergi dari sini. Tidak mungkin aku melihat mereka semua malam ini, ini sungguh menyakitiku Tuhan..." ia bergerak meninggalkan kamarnya dengan langkah tergesa-gesa usai meraih kunci mobilnya.


Dava melajukan mobilnya kesuatu tempat yang tanpa sengaja ia hentikan mobil miliknya di pelataran sebuah tempat asing menurutnya.


Terlihat dari luar, beberapa pria bertubuh besar tengah berjaga di sekitaran parkiran itu. Mata merah milik Dava menatap sedih tempat itu.


Ia turun dan melangkah memasuki sebuah cafe bernama Cafe Amarilys. Pria tampan dan bertubuh tinggi yang selalu menjadi pencuri hati para kaum hawa kini kembali mencuri perhatian para penduduk di tempat remang-remang itu.


Ramainya lampu berkerlap kerlip tak membuat langkah sosok Dava berhenti begitu saja. Hatinya sudah cukup hancur untuk tetap bersikap layaknya pria baik-baik saja.

__ADS_1


Jika saja mungkin orang mengatakan hal yang sangat bodoh jika berlarut dalam kesedihan hanya karena cinta, mungkin jika mereka merasakan tentu mereka akan melakukan hal yang bodoh meski berbeda jalannya.


Tidak ada hati yang kuat jika di hadapkan dengan hal yang paling menyakitkan hati. Terlebih bagi pria seperti Dava, pria yang tidak pernah bermain-main dengan namanya hati. Tiba-tiba saja mendapatkan ujian dengan cinta pertamanya sekaligus istri tercintanya.


__ADS_2