Perjuangan Cinta Nona Ruth

Perjuangan Cinta Nona Ruth
Chapter 55. Makan Di Restoran Sederhana


__ADS_3

Wajah letih tak menghilangkan semangat seorang Dava untuk membuat senyuman di bibirnya kala sang istri menatapnya.


"Dav," panggil Ruth setelah melihat angka yang di tunjuk jarum jam di pergelangan tangannya.


"Ada apa, Sayang?" tanya Dava menegakkan tubuhnya setelah merasa lega dengan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya.


"Ayo makan siang." ajak Ruth membereskan beberapa kertas yang berserakan di atas meja kerjanya.


Mendengar ajakan sang istri, sontak Dava langsung bangkit begitu cepat.


Ia berjalan mendekat ke arah meja kerja sang istri, meletakkan tangannya di udara tepat di depan sang istri. "Ayo," tuturnya mengarahkan pandangan itu ke tangannya yang memberi isyarat jika Ruth harus meletakkan tangannya pada tangan pria tersebut untuk bergandengan.


Ruth menggeleng lalu terkekeh. Di letakkan tangan itu dan seketika Dava menggenggamnya dengan erat. Keduanya berlalu menuju restoran yang berdekatan dengan kantor mereka. Hanya berjalan kaki saja untuk mencapainya.


"Ya ampunn...Dav, bagaiman aku bisa jalan? jika kau di depanku seperti ini?" Setelah melewati hampir pertengahan jalan, akhirnya Ruth protes. Sedari tadi bahkan kakinya terus hampir menginjak tumit kaki sang suami.


"Sudah, menurutlah Ruth." ucap Dava tanpa mau mendengar protes dari sang istri. Di belakang Ruth hanya bergeleng kepala saja.

__ADS_1


"Kita harus lebih cepat untuk makan. Ini sudah sangat hampir telat. Kita datang saja sudah menjelang siang, Tidak baik di lihat para karyawan, Ruth. Ayo." Dava mengatakan tanpa mau membawa sang istri berjalan di sampingnya.


Senyuman kecil terlukis di wajah ayu wanita itu. Dia sangat menyukai perhatian yang lucu seperti ini, meski terkadang menyebalkan tapi hal inilah yang ia sukai dari Dava. Selalu memberikan perhatian kecil di luar nalar.


"Ayo, ikuti langkahku. Jangan melihatku saja terus." Dava mendapati sang istri tersenyum menatapnya.


Ruth kembali sadar dari lamunannya. Ia pun mengikuti perintah sang suami demi keamanan kakinya melangkah. Dava tidak ingin jika sang istri menginjak lubang atau batu yang membahayakan dirinya sendiri.


Kini keduanya telah sampai di salah satu restoran yang terbilang tidak begitu mewah. Hanya restoran dengan hidangan yang sederhana. Bahkan tempatnya pun tidak terlalu ramai di kunjungi.


 


Dava yang melihat ekspresi tersebut, merasa tidak enak hati. Di genggamnya tangan sang istri dengan erat. "Ruth, maafkan aku hanya bisa membawamu ke tempat seperti ini. Tapi aku berjanji, suatu saat nanti kita akan menikmati kerja keras kita saat ini." tuturnya merasa tidak percaya diri membawa wanita makan siang bersamanya dengan keadaan seperti saat ini.


Ruth menggelengkan kepalanya cepat, "Dav, maafkan aku. Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya baru pertama kali saja tahu restoran di sini. Aku bukan bermaksud tidak menyukai tempat ini. Ayo kita makan, aku sangat lapar." Ruth menarik tangan sang suami menuju salah satu meja makan.


Di sana, Dava terlihat makan dengan lahap, sepertinya tenaganya habis untuk di gunakan berpikir sepanjang hari.

__ADS_1


Di sisi lain, di apartement.


Siang itu Sendi tengah mengerjakan pekerjaan melalui laptop. Untuk beberapa hari ia meminta melakukan pekerjaan dari online. Karena keadaannya saat ini masih di Indonesia.


Tring!! Ding Dong! Suara dering ponsel dan suara bel pintu berbunyi saling bergantian terdengar. Namun Sendi sama sekali tidak menggubrisnya. Pasalnya ia sangat tidak ingin bersangkutan dengan siapa pun saat ini.


Di Indonesia, tidak ada yang akan mencarinya selain keluarga ataupun Ruth, mantan kekasihnya. Sendi tidak ingin membuat dirinya semakin terluka jika kembali berhadapan dengan sang mantan.


"Maafkan aku, Ruth. Aku hanya ingin  bisa hidup dengan baik kedepannya. Aku harus bisa melupakan mu." tutur Sendi dan memasang heandset di telinganya dan menyambungkan pada laptop kerjanya.


 


Alunan musik demi musik terus menemani waktu kerjanya hingga tanpa Sendi tahu, jika pintu apartemen tempatnya tinggal sudah terbuka saat ini.


 


 

__ADS_1


__ADS_2