Perjuangan Cinta Nona Ruth

Perjuangan Cinta Nona Ruth
Chapter 187. Kejujuran Tuan Wilson


__ADS_3

Wajah putih yang selalu terlihat tegas dan tenang kini berubah menjadi memerah. Bahkan Dava beberapa kali menggelengkan kepalanya seolah mengatakan jika ia tidak sanggup mengatakan apa pun saat ini.


Hatinya sudah terlalu hancur.


Kembali Sarah membawa tubuh tegap itu ke dalam pelukannya. Di elus dengan lembut punggung sang anak hingga beberapa saat tak lagi terdengar isakan tangis dari Dava.


Suasana di dalam kamar miliknya sungguh menyedihkan, tempat tidur yang sudah begitu berantakan membuat Sarah menatap nanar. Tak pernah sekali pun ia melihat sisi lain dari Dava selain menjadi pria yang selalu bekerja keras dan tegas dalam memimpin seluruh pekerjanya.


"Aku sungguh tidak tahu harus melakukan apa saat ini, Bu..." akhirnya setelah beberapa saat mengumpulkan kekuatan, terdengarlah suara Dava dengan lemah.


"Maafkan Ibu, Dav. Selama ini Ibu benar-benar tidak memperdulikanmu..." isak Sarah degan tulus memohon maaf pada sang anak.


"Ibu sadar Ibu sangat banyak kekurangannya untukmu. Ibu benar-benar ingin memulai semuanya dengan baik. Biarkan Ibu bersamamu. Yang terjadi padamu kali ini Ibu tidak akan bertanya lagi, Nak. Tapi bisakah Ibu tetap berada di sisimu selama kau membutuhkan Ibu?" ucap Sarah yang membuat Dava segera mengangguk cepat.


Ia tidak tahu harus menjelaskan semuanya dari mana pada sang ibu, bahkan bibirnya pun terasa kelu ketika ingin bercerita tentang dirinya yang sebenarnya.


"Baiklah, Nak. Sebaiknya kita tinggal di tempat Ibu. Mungkin itu akan lebih baik untukmu saat ini..." tutur Sarah sangat paham jika salah satu penyebab hati anaknya hancur adalah wanita yang selalu menjadi pemilik hati sosok Dava, yaitu Ruth.


"Iya, Bu. Kita akan bersama-sama." Dava mengingat jika dirinya bukanlah anak kandung dari Tuan Wilson dan Nyonya Tarisya.

__ADS_1


Itu artinya jika ia harus kembali ke tempat dimana ia seharusnya berada. Tidak mungkin selamanya harus satu atap dengan wanita yang begitu ia cintai, sekali pun mereka saat ini bukanlah adik kakak. Itu akan jauh lebih menyakitkan baginya.


"Yasudah, Ibu akan segera meminta ijin pada Tuan Wilson. Dan kau sebaiknya bersiaplah, kita akan memulai semuanya dari awal bersama." senyuman di bibir Sarah begitu membuat Dava sangat tenang. Ia kini mendapatkan ibunya kembali meski bukan ibu kandung.


Satu kecupan hangat mendarat di kening Dava. Sarah tersenyum sembari mengusap air mata sang anak setelah mengecupnya sekilas. Ia berjalan meninggalkan kamar itu. Tinggallah sosok Dava seorang diri dengan tatapan nanarnya.


Pandangannya pun teralih setelah memastikan pintu kamar tertutup dengan sempurna.


Di ruangan keluarga, terlihat Wuri dan Tuan Wilson sedang berbicara dengan akrab.


Semuanya terkejut melihat mata sembab Sarah, sudah dapat di pastikan telah terjadi sesuatu di dalam kamar tersebut.


Ia begitu takut jika ucapannya akan melukai perasaan pria di depannya.


"Duduklah dulu, Sarah." pintah Tuan Wilson dengan suara tenangnya. Ia mengerti apa yang sudah terjadi pada Dava dan ibunya di kamar itu.


Dava sudah pasti menceritakan semuanya yang terjadi di kehidupannya saat ini.


Suasana yang tadinya hangat berubah menjadi hening kembali ketika melihat tatapan sedih Sarah pada Tuan Wilson.

__ADS_1


Segera, ia menarik napasnya pelan lalu menghembuskannya kasar. "Apakah Jeff sudah menceritakan semuanya pada anda, Sarah?" Tuan Wilson memilih untuk bertanya lebih dulu.


Sarah pun menggelengkan kepalanya dengan cepat, bagaimana mau bercerita sedangkan berbicara pun Dava sudah tak sanggup, pikirnya.


"Semuanya salah saya, Sarah. Semuanya salah saya. Termasuk kehadiran Jeff di keluarga kami adalah sebuah kesalahan saya."


Mendengar itu, semua terkejut seperti menerka-nerka apa yang telah di perbuat Dava hingga membuat Tuan Wilson mengatakan dia adalah kesalahan?


Sarah menggelengkan kepala dan bertanya dengan wajah syok. "Ma-maksudnya, Tuan? Apa arti ucapan anda itu?" tanyanya dengan penuh rasa penasaran.


"Jeff bukanlah anak kami..." Tuan Wilson pun menceritakan kembali hal yang telah terlewati beberapa tahun lalu tanpa terlewatkan sedikit pun.


Ia bercerita panjang lebar hingga beberapa kali Sarah dan Wuri terkejut mendengar kisah masa lalu keluarga Tuan Wilson yang ternyata begitu banyak masalahnya.


Hingga akhirnya ia pun ikut menceritakan tentang kebenaran sosok Ruth juga bukan anak kandung mereka. Sungguh, semuanya begitu tak menyangka jika ternyata hanya Sendi lah satu-satunya anak mereka yang tersisa.


Sekian tahun, rahasia itu barulah saat ini terbongkar. Bahkan Tuan Wilson sendirilah yang menceritakan kebenaran itu. Jika tidak, mungkin saja sampai kapan pun tidak akan terbongkar.


Dan ini semua karena hubungan cinta terlarang Dava dan Ruth yang membuatnya mau tak mau harus buka suara. Meski sudah terlambat.

__ADS_1


__ADS_2