Perjuangan Cinta Nona Ruth

Perjuangan Cinta Nona Ruth
Chapter 298. Tamat


__ADS_3

Wajah lucu dan begitu menggemaskan membuat Ruth dan Dava heran kala Putri menggeleng dengan ekspresi cemberut.


"Kemari," Dava segera membawa tubuh sang anak ke pangkuannya.


"Siapa yang mengganggu putri Ayah di sekolah? Biar Ayah yang akan hadapi mereka." Mendapat dukungan dari sang ayah sontak membuat Putri merasa besar kepala.


Ia menengadah menatap lekat wajah pria yang selalu melindunginya kini. "Mereka menjelekkan Ayah dan Mamah. Putri tidak akan terima Ayah. Mereka tidak boleh menghina kalian. Maafkan Putri, Mamah sudah buat kalian malu." tuturnya sembari menunduk penuh sesal.


Tangan Ruth mengusap puncak kepala sang anak dan tersenyum.


"Tidak perlu meminta maaf. Mamah dan Ayah justru senang mendapat pembelaan dari anak kita. Iyakan kan Ayah?"


"Hem benar, besok Ayah dan Mamah akan ke sekolah. Setelah itu kita langsung ke bandara."


Mendengar kata bandara, kening Ruth dan Putri sama-sama mengerut dalam pertanda mereka tidak mengerti ucapan pria itu.


"Seperti janji Ayah waktu itu. Jika urusan kantor mulai longgar kita akan pergi ke Bali bersama. Bagaimana setuju kan?"


Tanpa rasa sabar lagi, Putri yang semula merasa belum terkumpul penuh nyawanya segera bangkit dari pangkuan sang Ayah dan berloncat kegirangan di tempat tidur.


Bahagia rasanya melihat keceriaan yang tercipta di wajah bocah cantik itu.


"Mungkin dengan begini kita akan lebih banyak menikmati waktu bersama. Maafkan Ayah yang begitu kurang perhatikan kamu, Sayang." ucap Dava dalam hati sembari terus tersenyum menikmati wajah sang anak.

__ADS_1


"Dav, bagaimana dengan..." Ruth menggantungkan kata-katanya setelah mendapat isyarat dari sang suami untuk tidak berucap apapun.


"Semuanya aman, Ayah dan Bunda serta lainnya juga akan ikut. Kita pergi semuanya. Sekarang bersiaplah untuk keperluan kita selama satu minggu."


***


Seperti yang sudah di rencanakan oleh Dava. Kini semua keluarga Nicolas tampak menikmati suasana pantai di pulau dewata.


Matahari di sore hari begitu indah kala melukis awan dengan warna jingganya. Suara riuh canda tawa terdengar sangat ramai.


Meja panjang dengan hidangan lengkap kini menyambut kehadiran keluarga besar itu di hari pertama mereka tiba.


"Putri, jangan lari-lari Sayang." Dava berteriak mencegah sang anak terlalu aktif.


"Bi Si, tolong jangan terlalu jauh yah?" sekali lagi Dava berteriak.


Ruth dan lainnya hanya terkekeh sedikit kesal pada sikap Dava.


"Sayang, kau lelah yah? sayang sekali dia tertidur. Padahal ini pertama kalinya melihat pantai." Rava yang sedari tadi terus memeluk sang ibu dalam pelukan Ruth tak perduli dengan ributnya suara di sekitarnya


"Silahkan dimakan, menu sudah lengkap. Permisi selamat menikmati." Suara ramah seorang pria dengan gerakan yang begitu gemulai membuat satu keluarga itu menatap ke arah meja.


Semua hidangan laut terasa menggiurkan disana.

__ADS_1


"Bi Ri, tolong panggil mereka untuk makan." tutur Mbok Nan yang sudah tak sanggup lagi untuk mengejar kelincahan si Putri.


Kini mereka pun menikmati makan dengan canda tawa.


"Bi, tolong dong fotokan kami." ujar Sendi pada salah satu asisten rumah tangga.


Sendi melingkarkan tangannya di leher sang istri dan meletakkan dagunya tepat di pundak Dina. Dimana posisi Dina saat ini tengah duduk di kursi sedangkan Sendi memilih berdiri di belakang sang istri.


Sangat manis. Satu nilai untuk pasangan yang sudah lama itu.


Di mulai daei mereka, hingga akhirnya Dava dan Ruth juga ikut mengabadikan foto mereka. Di susul dengan anak-anak mereka. Lalu seluruhnya masuk dalam potret keluarga besar.


Foto yang terlihat begitu bahagia. Dengan background matahari tenggelam di belakangnya. Senyum bahagia pun terlukis jelas dan di akhir para asisten pun ikut masuk dalam kamera tersebut setelah Mbok Nan memanggilnya.


Kini berakhirlah segala perjuangan keras keluarga Nicolas. Meskipun tidak semuanya memiliki ikatan darah, bagi mereka hal itu tak jadi masalah.


Sedarah atapun bukan, mereka akan tetap menyayanginya dengan tulus. Sedarah atau pun bukan hak waris akan tetap mereka dapatkan sebagai mana selama ini mereka menjadi anak di keluarga itu.


Begitu pun yang terjadi kelak pada Putri. Cucu pertama dari keluarga Nicolas.


"*Perjuangan cintaku berakhir dengan indah. Terimakasih Tuhan. Terimakasih readers, aku begitu bahagia memiliki keluarga utuh seperti saat ini. Sungguh aku tak menyangka perjuanganku mendapatkan akhir yang indah. Meski beberapa kali aku terjatuh tanpa bisa bangkit lagi. Namun engkau begitu baik selalu mengirimkan aku orang-orang untuk menguatkanku."


TAMAT*

__ADS_1


__ADS_2