Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 100 Transaksi Pertukaran


__ADS_3

Briptu Scarlet pun terdiam, batal bersuara. Bahkan ia tak menoleh ke kaca. Mencoba cuek.


Detektif Carl malah pura-pura sibuk dengan menelepon seseorang.


Sepertinya mereka pengemudi biasa. batin seorang pria yang berjalan setelah turun dari mobil dan kini berdiri tepat di samping kaca tempat Briptu Scarlet duduk.


Pria berambut keriting berkulit hitam itu menatap ke balik kaca dan mendapati dua orang mengenakan pakaian sipil. Maka ia pun segera berlalu setelahnya.


Tac! Tak sengaja tangan pria tadi menyentuh kaca ketika berlari.


Briptu Scarlet tergugu menatapnya, terlihat gelang dengan simbol ikan menelan bom di pergelangan tangan pria itu.


Ia pun kemudian menyentil lengan Detektif Carl sambil menuju ke arah kaca tadi.


Detektif Carl hanya mengangguk saja meresponnya. Berarti mereka datang di tempat yang benar sesuai dengan lokasi yang dilaporkan oleh agen polisi.


“Steve cepat kemari!” panggil seseorang dari kejauhan.


“Ya.” pria rambut keriting dan berkulit hitam tadi segera mempercepat larinya, menanggapi panggilan salah satu rekannya.


Setelah pria tadi benar-benar pergi dari sana barulah dua orang yang ada di mobil putih Roll Royce bicara.


“Untung saja pria tadi tidak mencurigai kita,” ucap Briptu Scarlet sembari menghela nafas panjang.


“Tapi bukan berarti kita aman sekarang. Mungkin akan datang anggota lain dari mereka dan berpikiran sama dengan pria tadi.” tukas Detektif Carl.


Jika anggota dari mereka kembali melintasi mobilnya, mungkin bukan saja mereka curiga bahkan akan langsung bertindak di tempat saat itu juga. Dan tentunya ia tak mau hal seperti itu terjadi. Dia baru tiba. Setidaknya mendapatkan informasi tentang sendikat tersebut.

__ADS_1


“Kita harus mundur sekarang,” ucap Detektif Carl lagi.


Pria itu pun mengundurkan mobilnya sejauh mungkin untuk waspada.


“Carl, apa menurutmu ini tidak terlalu jauh? Lalu Bagaimana kita bisa memantaunya?” tanya Briptu Scarlet.


Kira-kira mereka mundur sejauh 200 meter. Dari jarak segitu sudah pasti tak bisa melihat dengan jelas pergerakan mereka.


“Kau tenang saja. Serahkan itu padaku. Aku akan mengatasinya.” balas Detektif Carl terlihat yakin.


Padahal sebenarnya dia sendiri pun bingung, Bagaimana cara memantau dari jarak sejauh itu. Namun pantang baginya menunjukkan kelemahannya di depan Briptu Scarlet.


Apa ada item dari sistem yang bisa membantu kinerjaku kali ini?


batinnya, mengira sistem pasti punya jawabannya.


Sistem segera merespon pertanyaan dari detektif dengan cepat.


Ada 3 item seperti biasanya dengan harga mulai dari terendah hingga tertinggi.


Tentu saja Detektif Carl memilih item dengan harga paling tinggi seperti biasanya pula. Teleskop big bang, seharga 20 000 poin. Teleskop yang bisa melihat dari jauh sampai radius satu kilometer dengan jelas. Bahkan item itu dilengkapi dengan mode pembesar juga perekam.


Detektif Carl lalu membuka dasbor di depannya dan mengambil teleskop tersebut di sana, setelah mendapatkan konfirmasi dari sistem.


“Scarlet, coba kau lihat pakai ini sekarang.” ucapnya, lalu menyerahkan teleskop tersebut.


Briptu Scarlet menatap sebentar item yang diberikan oleh Detektif Carl, teropong eksentrik dengan warna abu gelap dan banyak tombol di sana.

__ADS_1


“Oh, aku bisa melihat dengan jelas menggunakan item ini.” decaknya, melihat banyak pria masuk secara rombongan ke sebuah rumah.


Ia bahkan bisa melihat dengan jelas wajah setiap orang yang masuk ke sana.


Tak ada waktu bagi pria itu untuk memuji item sang kekasih. Tatapannya kini tertuju pada seorang pria yang tampak berbeda dengan penampilan para sindikat di sana.


“Carl, apakah pria itu pembeli organ?” lirihnya, menunjuk seorang pria memakai tuxedo hitam dan rapi.


“Biar kulihat.” Detektif Carl meminta kembali teropong big bang nya.


Pria itu menerima kembali teropongnya dan langsung menjajal item tersebut. Secara cepat, dia tadi mengingat cepat berbagai tombol dan fungsinya yang dijelaskan oleh sistem.


Klik! Detektif Carl mengambil headset dan menyerahkan item tersebut pada Briptu Scarlet setelah menekan sebuah tombol. Ia juga memakai headset untuk mendengar percakapan mereka.


Dan secara ajaib percakapan para pria tadi terdengar jelas.


“Baik, aku sudah bawa uangnya.” Pria ber-tuxedo hitam meminta pengawalnya menunjukkan koper berisi uang penuh sesuai perjanjian.


“Kami akan tunjukkan barangnya.” Seorang pria berbadan kekar lalu menepuk tangannya sekali.


Seorang anak berusia 12 tahun dibawa oleh rekannya menghadap pria ber-tuxedo hitam tadi.


“Jadi, ini benar-benar sebuah human trafficking?!” pekik Briptu Scarlet, tergugu.


***


Halo kaka semua, tolong bantu penulis ya. Berikan like setelah selesai baca tiap episode. Karena makin ke sini makin tambah pembaca tapi makin sedikit yang like.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2