Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 144 Misi Untuk Bersaing Dengan Detektif Darcy


__ADS_3

Petugas instalasi tadi kemudian berpikir sejenak meskipun sebenarnya dia gusar. Jam kerjanya sudah berakhir tapi masih ada yang komplain seperti ini yang mamanya harus menambah jam kerja tanpa dihitung sebagai lembur.


“Terima kasih, aku akan memeriksanya sekarang juga Tuan,” ucap petugas instalasi itu, sedikit canggung.


“Di sebelah sana tadi yang aku lihat.” Detektif Carl menunjuk ke arah bagian di mana rangkaian kabel tadi kurang rapi untuk memperjelas.


“Ya, Tuan.”


Setelah melihat petugas instalasi tadi berjalan menuju ke arah yang ditunjuknya maka Detektif Carl segera pergi dari sana.


Sesekali ia menoleh ke belakang saat berjalan.


“Petugas itu sudah masuk ke tempat yang kutunjukkan tadi,” cicitnya lirih.


“Kenapa Detektif memperhatikan petugas instalasi tadi? Apa ada yang salah dengannya?” tanya Leo, penasaran.


Karena tapi biasanya atasannya itu peduli pada orang asing, terlebih di tempat baru seperti ini. Karena ia tahu seperti apa sikap Detektif Carl, karena sudah lama bekerja padanya.


“Tidak ada, aku hanya iseng saja melihat ke belakang.”


Tapi Leo bisa menangkap maksudnya meskipun hanya tersurat. Pasti ada sesuatu dengan petugas instalasi tadi tapi sepertinya sudah beres karena begitu yang diucapkan oleh Detektif Carl.


Setelah kepergian Detektif Carl dan Leo, petugas instalasi tadi kembali menoleh ke belakang.


“Mereka sudah pergi...” gumamnya, dengan mengulas senyum.


Ia lalu malah segera keluar dari sana dengan melompat, setelah ia hanya merapikan kabel tadi seadanya, malah hasilnya yang sekarang lebih buruk daripada yang tadi.

__ADS_1


“Merepotkan saja. Yang penting sudah kurapikan. Jam kerjaku sudah habis mungkin besok baru akan ku kerjakan lagi.”


Tak beberapa lama kemudian petugas instalasi tadi sudah menghilang dari sana.


***


Di dalam villa suasana masih tegang seperti sebelumnya. Sudah dua jam berlalu sejak kepergian Detektif Carl. Bahkan sampai sekarang, saat Detektif Carl sudah kembali dari jalan-jalannya masih saja investigasi itu belum selesai.


“Astaga, apa aku harus keluar ke mana lagi gitu sekarang?” gerutu Detektif Carl, melihat banyak kamu undangannya duduk menunggu dengan tegang.


“Hey, Detektif kau juga harus diperiksa,” ucap Stuart, asisten Detektif Darcy.


Detektif Carl diam tak merespon juga tak berhenti masih tetap berjalan.


“Hey, berhenti!” panggil Stuart.


“Kau kira aku salah satu tersangka dalam kasus pembunuhan ini?” ucap Detektif Carl tenang, namun ia langsung menarik kerah baju Stuart kasar.


Tersinggung sekali dia diperlakukan sama dengan para tamu undangan lain yang termasuk dalam jajaran tersangka. Meskipun sudah tahu identitasnya sebagai apa.


“Ingat! Jika aku sampai mendengar lagi kau memintaku menjadi saksi ataupun meminta sidik jariku seperti yang lainnya. Aku akan memberimu pelajaran!”


Detektif Carl menatapnya tajam dengan mendekatkan wajahnya, lalu ia hempaskan tubuh Stuart dengan kasar.


“Awas jika kau melakukan hal yang sama denganku!” Leo ikut bicara dan mengancamnya juga. Sekaligus memberinya tatapan tajam.


Ck! Stuart berdecak geram, dan akan membalas makian Leo.

__ADS_1


“Stuart, cepat kemari. Bantu aku!” panggil Detektif Darcy dari kejauhan. Terpaksa dia hanya bisa meremat tangannya dengan kesal, lalu memenuhi panggilan atasannya.


“Cepat ambil sidik jari para tamu undangan yang belum diambil di sini dan selesaikan dalam waktu 30 menit.” perintah Detektif Darcu ketika Stuart sudah ada di sampingnya.


Proses pengambilan sidik jari kurang sepertiga bagian. Hal itu dilakukan karena ditemukan sidik jari dobel pada kemasan obat yang konsumsi oleh Tuan Curtis.


“Jadi ada kemungkinan obat itu ditukar sebelumnya oleh pelaku sebelum diminum Tuan Curtis,” gumam Detektif Carl, menyimpulkan.


Diam-diam dia mengamati investigasi itu dari kejauhan.


“Apakah ini sudah selesai dan aku boleh kembali ke kamar?” tanya salah satu tamu undangan, merasa lelah dengan seorang yang investigasi barusan.


“Setelah pengambilan sidik jari ini Anda mulai kembali ke kamar, Tuan Andrew,” tukas Stuart.


“Tolong, percepat prosesnya.” Beberapa tamu undangan yang lain ikut menyuarakan keluhan isi hati mereka.


Jujur saja, sudah dua jam lebih mereka dikumpulkan dan ditanyai satu per satu juga lainnya. Rasanya lelah.


***


Di kamar, Detektif Carl duduk sembari Menatap layar ponsel yang sudah lama tak disentuhnya.


“Tumben sekali tak ada notifikasi masuk apapun dari sistem. Tapi untung saja, saat liburan begini tak ada misi untukku, jadi aku bisa rehat sejenak,” gumamnya kemudian bersandar ke dinding dengan santainya.


Warning! Misi baru terdeteksi! Selesaikan misi untuk menyelesaikan kasus pembunuhan ini. Jika berhasil mematahkan Detektif Darcy, maka akan mendapatkan reward sebesar 100.000 poin.


“Oh My God! Ternyata ini jadi misiku. Bersaing dengan Darcy, pula! Malasnya aku!” pekiknya, kesal.

__ADS_1


Sungguh ia sama sekali tak menyangka di sini dia harus bersaing dengan rival abadinya itu.


__ADS_2