
Sarah duduk di samping Rilly dan mencoba untuk tenang saat menatap pria di depannya.
“Nona Sarah, jadi benar kalian berdua sedang mengobrol di dekat etalase ?” tanya detektif Carl sembari menunjuk etalase yang dia maksud.
Sarah mengangguk pelan merespon detektif Carl.
“Apa kalian mencium atau melihat gerakan seseorang yang aneh tepat di sekitar etalase itu ?” kembali detektif Carl menunjuk etalase tadi.
“Tidak.” baik Rilly maupun Sarah keduanya menjawab sama dan bersamaan.
Detektif Carl sejenak menarik nafas panjang sebelum melanjutkan investigasinya.
“Beapa lama kalian berdua mengobrol ?” tanya detektif Carl penuh selidik.
“Kurang lebih 20 menitan.” jawab Rilly.
“Sekitar 35 menitan.” jawab Sarah.
Detektif Carl seketika mengerutkan keningnya kenapa penjelasan dua wanita itu berbeda. Harusnya jawaban mereka berdua sama.
Dan mulai timbul pertanyaan siapa yang benar dan siapa yang bohong di antara mereka berdua.
“Tunggu nona, kalian berdua mengobrol bersama tapi kenapa jawaban kalian berbeda ?”
__ADS_1
“Itu hanya perkiraanku saja detektif, untuk berapa lama tepatnya aku kurang tahu.” jawab Rilly mencoba menjelaskan.
Sarah terlihat terkejut dan segera menjawab mengikuti temannya itu.
“Mungkin sekitar 30 menitan, detektif. Aku sendiri juga hanya memperkirakan saja.” jawab Sarah kembali berbeda dengan yang sebelumnya ia ucapkan.
Tentu saja jawaban itu membuat detektif berpikir ulang. Ada yang aneh di sini. Salah satu dari mereka pasti berbohong.
“Baiklah setelah mengumpulkan lebih selamat 30 menitan itu apa yang kau lakukan nona Rilly, nona Sarah ?” usut pria itu lagi.
Rilly kemudian menjelaskan jika dirinya selesai mengobrol masuk ke ruang istirahat untuk bersiap sebelum pulang.
“Apa yang diucapkan wanita ini benar.” batin detektif mencocokkan kesaksian nona Rilly dengan catatan yang dibuatnya.
Sedangkan Sarah menerangkan jika dirinya masuk ke toilet untuk cuci muka saja lalu bergabung dengan yang lainnya.
“Nona, apakah kau membersihkan toilet dan membuang sampah saat itu ?” tanya detektif Carl lagi menatap Sarah yang terlihat pucat.
“Aku melihat ada kotoran di toilet saat itu dan membuangnya ke tempat sampah segera karena hanya akan memenuhi toilet saja.” jelasnya.
“Apa kau saat itu membuka apa isi dari kantung tersebut ?” tanya detektif yang direspon dengan gelengan kepala oleh Sarah.
“Nona, kau membuang kantong tanpa mengecek isinya terlebih dulu dan bisa saja itu merupakan milik salah satu dari pekerja yang ada di sini. Apa kau tidak khawatir jika ada seseorang yang mencari kantong tersebut ?” ucap detektif dengan penuh penekanan pada kata milik salah satu pekerja.
__ADS_1
“Aku kira apa yang ada di bawah dan sudah lama tak ada yang mengambil pasti itu untuk sampah tanpa perlu aku membukanya, detektif.”
“Apa dari sembilan orang yang ada di sini ada yang meninggalkan sesuatu di toilet ?” detektif Carl melempar pertanyaan itu pada 9 orang lainnya yang ada di sana.
Kesembilan orang itu terlihat berpikir kembali dan mengingat barang mereka.
“Kami tak pernah meninggalkan sesuatu yang penting di toilet ataupun membuang sampah di sana.” jawab para pekerja yang ada di sana setelah mengingat kembali.
“Lalu barang itu milik siapa jika bukan milik pekerja di sini ?” ucap detektif Carl lalu membuka kacamatanya dan menggantungkan di salah satu saku bajunya.
“Mungkin saja itu milik salah satu pengunjung garmen ini, tuan.” Sarah langsung menjawabnya seketika itu juga.
“Aku benar-benar mencurigai wanita ini. Dari kesaksiannya banyak kejanggalan juga apa yang diucapkannya tak sesuai dengan apa yang ada di catatanku. Tapi aku harus menemukan bukti apa memang dia pelakunya ?” batin pria itu kemudian membuang pandangan pada tiga orang pekerja lainnya yang belum ia mintai keterangan.
Detektif lalu meminta empat wanita tadi untuk kembali ke tempat duduk mereka dan memanggil tiga orang pekerja lainnya.
Saat ini duduk tiga orang wanita di hadapannya, nona Puff, nona Kate dan nona Bella.
“Nona-nona bisa kalian jelaskan padaku apa yang kalian lakukan di rentang jam 19.30 dan 20.00 ?” tanya detektif Carl menatap satu per satu wanita di hadapannya.
Tiga wanita itu memberikan kesaksian sedangkan detektif Carl mendengarkan kesaksian itu sembari mencocokkannya dengan catatan miliknya.
“Semua yang mereka ucapkan benar adanya.” batin pria itu. “Lalu aku harus mencari pelakunya.”
__ADS_1
Pria itu kemudian meminta sistem membuka shop.
“Sistem tunjukkan padaku apakah ada item yang bisa digunakan untuk mendeteksi kebohongan ?” ucap detektif Carl karena yakin ada yang memberikan kesaksian bohong di antara mereka.