Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 187 Melihat Mobil Leo


__ADS_3

“Scarlet bangun, kita harus kembali sekarang.” Detektif Carl ada tampak rapi sekali, dia membangunkan wanitanya.


Briptu Scarlet membuka mata. “Carl, kenapa kau sudah rapi begitu?”


“Pesawat akan take off satu jam lagi. Sebaiknya kau cepat bersiap jika tak ingin ikut penerbangan berikutnya.”


Briptu Scarlet kemudian duduk. Nyawanya belum genap 100%. Ia melirik jam yang tergantung di dinding.


“Kenapa kau tak membangunkan aku lebih awal?”


Detektif Carl ikut duduk di samping Briptu Scarlet. “Sudah Sayang. Tidurmu pulas sekali.”


Sebelumnya ia memang sudah membangunkan wanitanya itu dua jam yang lalu, tepat saat ia bangun. Namun Briptu Scarlet tak kunjung membuka matanya juga. Total sampai saat ini sudah tiga kali ia membangunkan kekasihnya itu.


Mungkin karena wanita itu kelelahan setelah tiga malam melakukan aktivitas fisik di ranjang bersama Detektif Carl yang cukup menguras tenaga.


“Ini semua gara-gara kau.” Briptu Scarlet bukannya marah karena lelah tapi ia malah mberikan gift kecil berupa kiss di bibir lelakinya.


“Cepatlah bersiap.” Detektif Carl melepas tautan bibir mereka.


“Tunggu aku.” Briptu Scarlet, lalu masuk ke kamar mandi dengan segera lalu membersihkan dirinya.


Tiga hari ini kau manis sekali Scarlet. Kau benar-benar tidak seperti dirimu biasanya.


Detektif Carl mengulas senyum lebar di ujung bibirnya jika teringat moment manis mereka selama tiga malam ini.


***

__ADS_1


“Kau yakin tidak duduk di sebelah sini?” Detektif Carl menawarkan kursi di bagian dekat jendela pada Briptu Scarlet.


Sebelumnya wanitanya itu besok kan udah di dekat jendela daripada di dekat perlintasan penumpang.


“Tidak, Carl.” Detektif Carl masuk duluan baru Briptu Scarlet duduk di sampingnya.


Bahkan saat sudah di pesawat pun sikap Briptu Scarlet masih manis, tidak seperti biasanya. Dia menyelipkan tangannya ke lengan Detektif Carl lalu menyadarkan kepala ke bawah pria itu.


“Menurutku kita harus sering liburan seperti ini. Kalau perlu yan panjanh sekalian, dua minggu atau satu bulan sekalian agar kita bisa rileks seperti sekarang ini,” bisik Detektif Carl lirih di telinga wanitanya.


“Awas kau jika sampai membuat pinggangku patah.”


Detektif Carl tak merespon dan hanya diam saja menikmati kebersamaan mereka yang mungkin akan berakhir dengan himpitan pekerjaan mereka setelah ini.


Lima menit kemudian pesawat mengudara, membelah langit cerah Hawaii menuju ke Swiss yang sedang musim dingin saat ini.


***


“Kau bawa kunci mobilku. Aku akan bawa semua barangmu sekarang,” pinta Detektif Carl.


Ia langsung menyerahkan kunci mobilnya tanpa menunggu jawaban dari wanitanya, juga membawa semua tas dan barang siapa yang bawaan Briptu Scarlet.


“Jika begitu aku akan bawa mobilmu kemari sekarang. Tunggu sebentar di sini.”


Setelahnya, Briptu Scarlet segera pergi untuk mengambil mobil.


Suara klakson terdengar dua kali kemudian sebuah Rolls-Royce putih berhenti di depan Detektif Carl.

__ADS_1


“Turun, biar aku yang menyetir,” tukas Detektif Carl.


Setelah ia memasukkan semua barang ke bagasi mobil, ia lalu duduk di kursi kemudi.


“Kau sudah siap pulang?” Briptu Scarlet hanya mengangguk saja meresponnya.


Detik itu juga, ia mengaktifkan ponselnya. Dan benar saja banyak pesan masuk juga telepon masuk.


Ck! Detektif Carl hanya berdecak saja melihat Briptu Scarlet yang kini sudah sibuk menerima panggilan telepon masuk.


***


“Aku kembali dulu, Bye Sayang.” Detektif Carl tiba di rumah Briptu Scarlet. Ia melambaikan tangannya setelah wanitanya itu masuk ke rumah.


Detektif Carl kemudian melajukan mobil menuju ke kantor. Entah kenapa ia tak ingin menuju ke rumahnya dulu. Feelingnya kuat untuk menengok kantor yang baginya sama dengan rumahnya itu yang sudah tidak ia kunjungi selama tiga hari.


Sebelum turun dari pesawat tadi dia memeriksa ponselnya. Ada panggilan masuk dari Leo beberapa kali, itu pun dua hari yang lalu. Tapi tidak ada pesan masuk dari Leo. Meskipun dia sangat percaya pada Leo, entah kenapa ia bergegas menuju ke kantor.


Di tengah jalan, dia melihat mobil Leo ada di dekat sebuah pohon yang hanya berjarak 7 meter dari kantornya berada.


“Itu kan mobil Leo!” Ia tersentak kaget melihat kondisi mobil yang ringsek seperti itu. Berbagai estimasi pun bermunculan dalam benaknya. “Leo, apakah dia baik-baik saja?”


Detektif Carl kemudian menepikan mobilnya di dekat mobil Leo berada.


“Astaga! Apa yang sebenarnya terjadi?”


Mobil Leo terlihat sangat parah sekali. Semua kaca mobil pecah, ban kempes. Ada beberapa selongsong peluru dalam mobil yang membuat hatinya semakin berdenyut habis.

__ADS_1


“Leo!” Detektif Carl lalu berlari ke kantornya. Namun setibanya di sana kantor itu kosong.


__ADS_2