
“Kau masih mengelak?” ujar Detektif Darcy. “Baiklah, aku akan tunjukkan buktinya padamu.”
Detektif Darcy kemudian menunjukkan dua bungkus plastik bening yang merupakan wadah oksalat dan nitrat, racun yang terkandung pada kopi yang diminum oleh Tuan Jason.
Membuat Tuan Dawn tak bisa berkutik ataupun menyangkal lagi. Meski ia pun tak tahu menahu tentang jenis racun tersebut, apalagi bagaimana cara menggunakannya.
“Itu pasti salah. Aku benar-benar tak punya benda seperti itu,” sangkal Tuan Dawn.
“Tapi bungkus ini ada di tempat sampah, persis di depan kamarmu, Tuan Dawn. Lalu apakah ini masih tidak cukup juga bagimu untuk menyeretmu ke balik jeruji besi?”
Brr! Hanya mendengar ucapan jeruji besi yang diucapkan oleh Detektif Darcy saja mampu membuatnya kembali gemetar hebat.
Ia tak bisa bayangkan akan seperti apa dirinya jika benar-benar masuk ke sel tahanan. Pasti semuanya hancur!
“Tuan Dawn tolong jangan terus berkelit seperti ini. Semua bukti sudah jelas menyatakan jika kau bersalah. Akui lah semua dosa dan kesalahanmu itu sekarang juga!” ujar kamu undangan yang merasa kesal, dengan sikap pecundang Tuan Dawn. Sudah benar-benar ketahuan salah tapi tak mau mengakuinya.
“Panggil polisi saja sekarang untuk mengamankannya. Kurasa paparan dari Detektif Darcy sudah cukup kuat dan jelas sekali. Biar polisi selanjutnya yang akan memproses,” papar tamu undangan.
Suasana di ruangan tengah saat ini semakin memanas. Banyak dari kamu undangan yang tak sabar dan mudah terprovokasi oleh lainnya.
__ADS_1
“Tunggu! Kalian semua terkecoh oleh pelaku yang sebenarnya.” Detektif Carl tiba-tiba muncul di tengah ketegangan yang menjalar dan membakar pikiran mereka saat ini.
Si brengsek itu, kenapa dia muncul di akhir seperti ini? Apa dia bermaksud menyatakan perang denganku? batin Detektif Darcy geram.
Selalu saja Detektif Carl berniat untuk mencoreng namanya di muka publik.
Tapi itu akan terjadi, Carl. Semua bukti sudah jelas. Selain itu kau juga tidak melakukan investigasi. Apa yang kau tahu?
Ia langsung mengarahkan tatapan tajam pada rival abadinya itu.
“Pelaku sebenarnya bukan Tuan Dawn. Tapi orang lain. Tuan Dawn hanyalah kambing hitam atas semua perilaku keji pelaku yang sebenarnya,” kata Detektif Carl sembari membuang rokoknya ke lantai dan menginjaknya dengan sepatu hitam yang dipakainya.
Semua pasang mata kemudian menatap bola mata Detektif Carl yang nampak tenang, setenang lautan, sekaligus membuat penasaran.
“Semua yang kau katakan itu benar pada awalnya. Aku juga mengira seperti itu. Tapi ternyata itu semua adalah kesengajaan dari pelaku. Entah motif atau dengan apa dia pada Tuan Dawn.”
Tuan Dawn ikut menatap Detektif Carl. harga paru-parunya terasa sedikit melanggar jadi yang bisa menghirup udara dengan bebas dengan pernyataan detektif Carl.
Detektif Darcy mengerutkan kening di antara alisnya. Baginya tak masuk akal, rival abadinya itu menemukan sesuatu yang tidak diketahuinya.
__ADS_1
Paling-paling yang diucapkan hanyalah sampah tak berguna, ck.
Melihat antusiasnya para tamu undangan juga tatapan memuakkan Detektif Darcy padanya, membuat Detektif Carl membongkar masalah itu detik ini juga.
“Baiklah jika kalian semua sudah tidak sabar ingin mengetahuinya aku akan segera beberkan. Pertama kasus Tuan Curtis.”
“Benar jika Tuan Dawn memberikan obat pada Tuan Curtis. Tapi siapa yang tahu pada saat semuanya tidur, seseorang masuk ke kamar Tuan Curtis lalu menaruh obat yang sengaja dipalsukan. Karena waktu yang sangat mepet sekali maka pengemasannya pun terburu-buru. Bahkan warna kemasan sampai berbeda warna. Tapi ini sebenarnya bukan masalah warna, tapi pelaku memang sebenarnya buta warna yang kesulitan membedakan antara warna hijau dan juga biru,” terang Detektif Carl panjang lebar.
“Benarkah itu Detektif Carl?”
Para tamu undangan nampak bingung sekarang dengan adanya dua pendapat yang bersilangan dan berbeda sekali. Di antara dua
detektif itu siapa yang harus mereka percayai?
“Kedua, masalah Tuan Fredy memang Tuan Dawn yang memberikan kopi itu padanya. Tapi siapa yang tahu kalau ada seseorang yang datang terlebih dahulu ke pantry juga sudah memperkirakan semuanya dengan mencampur dua racun tersebut pada sebuah cangkir kopi yang berbeda dari cangkir kopi lainnya.”
Memang benar saat itu Tuan Dawn melihat satu cangkir yang tampak berbeda sendiri dan terletak di paling ujung meja, jadi dia mengambilnya begitu saja tanpa memeriksanya karena buru-buru.
“Lalu bagaimana dengan bungkus racun yang ditemukan di tong sampah?”
__ADS_1
“Mudah sekali. Itu trik murahan. Cukup dengan membuat semua orang tak bisa melakukan aktivitas secara bersamaan baru dia aman untuk membuang membungkus tersebut. Di saat lampu mati, pelaku segera membawa dua bungkus racun tadi pada tong sampah di depan kamar Tuan Dawn.”
Seseorang di sana tampak meremat tangannya, mendengar paparan itu.