
Korban terbunuh di Venera Gym adalah Bob Julian. Pria berusia 25 tahun. Meski sudah dua bulan berlalu, mungkin saja masih ditemukan adanya petunjuk meskipun itu sedikit di sana.
“Tuan, aku kemari untuk meminta keterangan darimu. Apa saja mengenai korban pembunuhan sebelum meninggal.” ucap Detektif Carl.
Pria yang berdiri di hadapan Detektif Carl adalah Sam, sepupu dari Don Julian. Sedikit banyak, ia pasti mengetahui akitivitas atau hal lain yang di lakukan oleh korban sebelumnya.
“Baiklah, Detektif. Aku akan memberitahukan semua yang kutahu pada anda. Sebaiknya kita bicara di dalam saja.” jawab Sam, mempersilahkan pria itu masuk.
Detektif Carl masuk, melewati tread mill dan peralatan fitness lainnya disana. Ada sepasang mata yang menatapnya, dari salah satu pengunjung disana.
Detektif Carl pun malah mendatangi pria yang menatapnya tajam kemudian berhenti di dekatnya.
“Sepertinya kau kurang berkeringat tuan, apa perlu bantuan dari ku?” tanyanya, sembari menatap tombol di papan treadmill.
Pria tadi tak menjawab kemudian bersikap acuh lalu mengalihkan pandangan dari Detektif Carl.
Hmm! Setelah berdehem, Detektif Carl pun berlalu dari sana sebelum membuang waktunya lebih lama lagi. Namun dengan gerakan cepat, ia menekan salah satu tombol untuk mempercepat kecepatan treadmill itu.
__ADS_1
“Detektif....” panggil Sam saat menoleh ke belakang dan ternyata pria itu tak ada di belakangnya.
Detektif Carl pun mempercepat langkahnya saat pria tadi terlihat berlari lebih cepat daripada sebelumnya. Ia pun hanya menahan senyumnya saja dan berlalu.
Kali ini pria itu berubah serius setelah masuk ruang yang sunyi dan tertutup, hanya ada dirinya dan Sam saja.
Langsung saja Detektif memulai sesi investigasi kali ini.
“Tuan Sam, apa yang terjadi sehari sebelum Bob Julian terbunuh. Mungkin ada sesuatu yang mencurigakan atau sejenisnya?”
Tapi tak masalah. Selama itu untuk sepupunya ia akan mengulangi jawabannya meski 1000 kali pun demi mengungkap siapa pelakunya. Karena kematian sepupunya itu membuat terpukul semua keluarga.
“Saat itu Bob sedang... bla-bla-blah.” Pria itu pun menjelaskan semuanya secara detail dan lengkap.
Detektif mencatat semua keterangan yang dilontarkan oleh Sam.
Ia lalu membahas tempat lokasi pembunuhan korban.
__ADS_1
“Kami juga tidak tahu di mana lokasi tempatnya pembunuh itu beraksi tapi aku bisa tunjukkan tempat Bob Julian saat meregang nyawa.”
Setelah berkata demikian Sam pun beranjak dari tempat duduknya lalu keluar dari ruangan tersebut.
Daetektif Carl pun mengikuti pria itu berajalan. Mereka masuk ke sebuah ruangan yang ada di bagian belakang area fitnes. Ruangan itu terlihat sepi sekali, juga sedikit suram.
“Maaf, tak ada yang berani ke sini setelah meninggalnya Bob Julian. Jadi tempat ini sedikit tidak terawat.
“Oh, ini malah bagus sekali, tuan.” jawab Detektif Carl tersenyum tipis. Itu artinya semua benda yang ada di sini posisinya masih seperti dulu. Dan itu mempermudahkan dirinya untuk mengorek informasi.
Sam hanya diam saja. Ia lalu masuk ke sebuah ruangan di mana Di lantainya terdapat kapur yang tergambar di lantai tersebut membentuk manusia.
Posisinya ada di tengah lantai. Maka detektif Carl segera memeriksanya. Ia sampai berjongkok di sana mengamati tanda kapur itu.
Bahkan ia pun sampai pada posisi tiarap untuk memeriksa semuanya di sana.
“Apa itu sesuatu yang menyilaukan mata?” gumam Detektif Carl, mengapa ada sebuah benda kecil berkilau di sudut ruangan agak jauh dari lokasi korban terbunuh.
__ADS_1