
Dua orang polisi wanita dan tiga orang polisi lelaki berjalan semakin mendekat ke Leo.
“Apa iya Briptu Scarlet dan tim polisi lainnya itu kemari untuk membeli es krim ?” batinnya merasa aneh saja dengan kedatangan mereka berlima.
Namun menurutnya tak mungkin mereka ke sana untuk membeli es krim saja. Terlebih es krim merupakan dessert anak-anak. Orang dewasa tak begitu menyukainya termasuk dirinya.
Briptu Scarlet ternyata mengenali asisten detektif Carl dan dia pun berhenti sejenak menghampiri Leo.
“Leo, ada apa kau kemari ?” tanyanya langsung tanpa basa-basi juga diburu oleh waktu.
“Aku sedang menyelidiki sebuah kasus.”
“Lalu di mana dia ?” tanya Scarlet saat melihat hanya Leo seorang yang ada di sana.
Leo langsung tanggap dan mengerti siapa yang dicari oleh wanita itu.
“Detektif Carl sedang ada di kantor dan menunggu klien datang.” jelas Leo tak memberitahukan yang sebenarnya.
“Jangan bilang jika dia sedang tidur.”
Leo diam saja dan tak bisa berkata lagi sebelum wanita itu kembali mendeteksi kebohongannya.
“Ck, kapan dia akan mendapatkan banyak klien jika santai seperti itu ?” decaknya bisa mengetahui dengan mudah aktivitas kekasihnya.
Leo pun segera mengalihkan topik pembicaraan agar tak berkutat membicarakan detektif Carl saja.
“Briptu Scarlet sendiri, apa bener mau mencicipi es krim di sini ?”
“Ck. Tentu saja tidak. Aku sedang bertugas. Kami mengejar tersangka kasus pembunuhan yang lari saat dilakukan penangkapan.” jelas kekasih detektif Carl itu.
__ADS_1
“Briptu Scarlet cepat kemari, target sepertinya bergerak ke arah sana.” panggil salah satu polisi.
“Sampai jumpa Leo.”
Langsung saja wanita itu mengakhiri pembicaraan singkat mereka dan berlari kembali bergabung dengan timnya.
Sedangkan Leo hanya menatap saja kepergian briptu Scarlet yang hujan bergerak bersama anggota kepolisian lainnya masuk lebih dalam ke mall.
“Siapa sebenarnya yang mereka cari ?” gumamnya dengan menautkan kedua alisnya.
Leo lantas segera melanjutkan aktivitasnya dia masuk ke Scorny Icy untuk melakukan investigasi.
“Antrian di sini juga panjang.” gumamnya setelah masuk ke outlet Scorny Icy.
Ia pun ikut masuk ke antrian sembari menyelidiki, barang kali saja tempat itu menggunakan teknik yang sama dengan Cool Icy yang menggunakan sedatif Anshen untuk menarik banyak pengunjung.
Hingga dia membawa pesanan es krim dan duduk di kursi kosong, tak ada yang aneh di sana.
Langsung saja ia mencicipi dua es krim yang dibelinya tadi.
“Rasanya benar-benar mirip dengan es krim di Magic Icy.” ucapnya mencicipi satu cone es krim.
Untuk membuktikan kecurigaannya maka ia pun memakan satu es krim lainnya yang dipesannya.
“Rasanya benar-benar mirip dengan es krim di Magic Icy. Hanya saja untuk warna, nama nya berbeda juga ditambah dengan topping yang lebih menarik.”
Karena masih penasaran maka Leo pun kembali memesan lima cone es krim dengan varian yang berbeda.
“Ya, benar semua rasanya sama persis dengan produk Magic Icy. Aku jadi curiga.” pikirnya karena tak mungkin seseorang bisa membuat sesuatu yang mirip sekali kecuali itu orang yang sama.
__ADS_1
“Apa mungkin ada pekerja Magic Icy yang juga bekerja pada Scorn Icy ?” dugaan Leo mengarah ke sana.
Ia pun berdiri dari tempat duduknya lalu menetap dan mengawasi setiap pekerja yang ada di sana.
“Tidak ada yang aneh dengan para pekerja di sini. Tak ada yang mencurigakan.” gumamnya setelah menatap daftar nama pekerja yang terpampang di dinding samping timur outlet.
Di daftar foto itu terpampang jelas nama peserta foto bekerja di sana yang ia ingat tidak terpampang di daftar pekerja Magic Icy.
Leo menemukan sedikit petunjuk yang membuatnya ingin mengupas lebih dalam tentang Scorn Icy.
“Aku akan melihat outlet Magic Icy lainnya. Mungkin saja di sana ada Scorn Icy juga.”
Leo keluar dari mall lalu menuju ke mall lainnya di mana terdapat outlet Magic Icy.
Beberapa saat kemudian Leo tiba di sebuah Mall.
Ia mencari lokasi Magic Icy berada yang ternyata ada di lantai 2.
ding
Leo keluar dari lift dan tiba di lantai dua.
“Ternyata di sana Magic Icy.” ia langsung menemukan keberadaan outlet yang dicarinya. 300 meter dari lift tadi berada.
Ada empat outlet es krim di sana dan matanya berjauhan tak seperti di mall sebelumnya.
“Di sini ada juga Scorn Icy ?” pekik Leo.
Ia melihat outlet Scorny di sana paling ramai dari 3 outlet lainnya.
__ADS_1