Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 199 Tiba Di Hutan Schwartz


__ADS_3

Pagi sekali, Detektif Carl sudah bangun. Di kamar hotel, ia berdiri di depan sebuah cermin.


Penampilannya pagi ini nampak berbeda sekali dari biasanya. Dia memakai atribut penyamaran yang kemarin dibelinya.


Pria itu tidak mengenangkan kumis atau brewok palsu, tapi dia memakai kontak lens warna hitam untuk menutupi iris matanya berwarna hazel.


“Kurasa aku sendiri tak bisa mengenali wajahku sekarang.”


Senyum terbit di ujung bibir Detektif Carl saat melihat lengan kirinya kini penuh dengan tato. Tentunya itu bukan tato permanen. Hanya tato sementara itu yang bisa dihilangkan.


“Terakhir dan aku akan berangkat setelah ini,” gumam Detektif Carl.


Ia lalu mengambil anting kecil dan memakainya dicuping telinga kanan. Hanya dengan penambahan aksesoris itu saja wajahnya benar-benar terlihat berbeda sekarang. Mungkin saja Briptu Scarlet juga tak akan mengenalinya.


Tak hanya itu saja, dia juga mengganti jam yang melingkar di tangan kanannya itu dengan sebuah gelang silver yang semakin menambah kesan gotik pada dirinya.


“Menurutku sudah sempurna.” Dia bahkan tidak memakai tuxedo kalo ini, tapi hanya mengenakan celana panjang hitam dan juga kaos berwarna putih bersih yang menonjolkan otot di tubuhnya juga di lengannya yang membuatnya semakin mirip dengan algojo, tukang pukul atau sejenisnya.


Detektif Carl kemudian melirik ke samping kanan dan melihat senjata yang ada di meja. Ada lima pistol di sana. Kelima mistar itu pelurunya sudah ia ganti semua.


“Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di sana. Dan aku tidak boleh bergantung pada siapapun. Jadi aku harus ekstra siap.” Ia memilih dua pistol dan memasukkan dalam saku baju.


Ia kemudian mengambil satu pistol tambahan untuk jaga-jaga yang ia selipkan di balik bajunya. Berhadapan dengan para kriminal harus punya banyak rencana berlapis agar tidak tergilas oleh permainan mereka.


Siapa yang tahu jika mereka berkhianat dan berbalik menyerang dirinya?

__ADS_1


Terdengar bunyi suara klakson mobil di depan sana. Detektif Carl kemudian buru-buru pergi keluar dari hotel.


“Hey, apa kau Carl yang ku kenal?” Sherif Tasman sampai terkejut saat melihat penampilan baru temannya itu.


“Tentu saja ini aku. Siapa lagi?”


“Cepat naik. Mungkin Alex Zakovic sudah menunggumu.”


Detektif Carl kemudian segera masuk ke mobil dan setelahnya mobil segera melaju menuju ke rumah Alex Zakovic.


Seperti dugaan Sherif Tasman, Alex sudah menunggu kedatangan mereka di sana.


“Halo Alex.” Sapa Sherif Tasman, ikut turun sebentar.


Detektif Carl kemudian turun dari mobil dan berdiri di samping Sherif Tasman.


“Kau pria yang kemarin?!” pekik Alex terkejut melihat penampilan Detektif Carl yang berubah drastis. Benar-benar berbeda dari sebelumnya.


“Ingat, panggil dia Carl selama ini berlangsung. Dan ini identitas barunya.” Sherif Tasman memberikan sebuah catatan kecil pada Alex.


Pria itu membuatkan identitas palsu Detektif Carl sebagai tahanan pindahan dari luar kota dengan nomor tahanan 2548, pelaku pembunuhan berantai. Tentu saja udah bagi Sherif Tasman untuk melakukan hal kecil itu.


“Baiklah, aku sudah mengerti, Sherif.” Alex kemudian mengembalikan catatan tersebut setelah selesai membacanya.


Detektif Carl kemudian masuk ke mobil Alex yang sudah terparkir di depan rumah.

__ADS_1


“Sampai ketemu di sana,” ujar Sherif Tasman. Ia kembali ke mobilnya, lalu segera mengajukan mobilnya tersebut.


Alex Zakovic pun segera melajukan mobilnya di belang mobil Sherif Tasman. Tapi Mereka kemudian berpisah setelah tiga meter jalan dan mengambil rute yang berbeda meski tujuan mereka sama.


Sherif Tasman menemui ragam agen polisi lainnya dan menunggu di tempat yang aman untuk menunggu kode dari Detektif Carl.


Alex tak banyak bicara selama di perjalanan. Karena Detektif Carl sendiri diam selamat duduk di mobil. Apa yang perlu dibicarakan dengan Alex? Tak ada!


Sesekali Alex melirik Detektif Carl yang nampak tenang dan santai sekali. Tatapannya pun terkunci pada sebuah tato yang ada di leher kanan Detektif Carl.


Apakah itu juga tato palsu? Tapi kenapa terlihat mengerikan? batin Alex saat melihat sebuah tato elang di sana.


“Apa yang kau lihat?” hardik Detektif Carl. Ia tak suka dipandangi seperti itu.


“Tidak ada.” Alex segera mengalihkan pandangannya kembali ke depan. Ternyata orang yang duduk di sampingnya lumayan bahaya menurutnya.


Salah bicara sedikit saja mungkin ini sampainya itu akan menembak dirinya. Maka ia pun memilih untuk fokus menyetir saja.


“Kita sudah sampai sekarang.”


Alex matikan mobilnya di depan sebuah hutan yang sudah ditunjuk sebelumnya sebagai lokasi perburuan bersama, Hutan Schwartz. Bahkan di sana sudah ada enam mobil lain yang sudah terparkir.


“Kau hampir terlambat, Alex,” ujar seorang pria keluar dari hutan begitu mendengar suara mobil berhenti.


Pria tersebut berwajah mirip sekali dengan Ricard Viedra. Ia menghampiri Alex yang baru turun dari mobil.

__ADS_1


__ADS_2