Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 205 Blood Admirer Mulai Bekerja


__ADS_3

Ck! Octo berdecak saat menoleh ke samping dan Detektif Carl sudah tak ada.


“Pengecut sekali dia!” Octo mengumpat. “Aku tidak tahu bagaimana bisa ada orang dewasa sikapnya seperti bayi begitu. Harusnya dia anggap harimau ini boneka, dan bermain-main dengannya.” imbuhnya, mengumpat Detektif Carl.


Kini Octo berhadapan dengan harimau yang siap menerkamnya. Jarak mereka hanya satu meter saja. Mata mereka berdua sama-sama ingin memangsa. Tinggal siapa saja yang kuat yang akan bertahan.


“Kenapa diam saja? Takut? Lihat yang kubawa ini senapan mainan. Kau mau bermain-main dengan ini?”


Octo mengangkat senapannya. Namun di saat yang sama harimau itu juga melompat untuk menerkamnya.


“Tak sabar bermain denganku rupanya kau!”


Octo pun menarik kokang dan setelahnya terdengar letupan peluru keras yang menembus perut harimau.


Crat! Darah segar muncrat ke tangan Octo. Hanya dengan sekali tembak saja, harimau itu ambruk.


“Hanya segitu saja keuatanmu?” Octo mencebik sambil menginjak kepala harimau yang sudah tak bergerak lagi.


“Tidak seru!” Ia pun kemudian berbalik dan menyeret bangkai harimau tersebut.


Kulit harimau bisa dijadikan tas kulit, mantel, jubah atau lainnya tapi Octo malah menggunakannya untuk umpan berburu. Mungkin dia sudah tidak butuh uang. Yang dia cari hanyalah kepuasan, kepuasan di luar sana yang membuatnya semakin liar.

__ADS_1


“Ke mana mereka semua? Bahkan si udang Carl juga tak kelihatan.” Octo berhenti sejenak untuk mencari rekan mereka, namun area itu kosong.


Tak ada yang tahu jika Detektif Carl sedang membersihkan cairan Blood admirer di tangannya.


“Beruntung cairan ini bisa hilang dengan mudah dengan menggunakan air biasa. Jika tidak, aku akan terus diincar bintang buas.” Detektif Carl mengeringkan jari tangannya dengan mengangin-anginkannya sebentar.


Sambil menunggu kering, sepasang bola matanya bergerak liar menatap ke seisi hutan.


“Octo belum sampai ke sini, jadi dia masih tertahan oleh harimau tadi?” Detektif Carl mengulas senyum tipis. “Mungkin setelah ini kau akan dikeroyok tak hanya satu harimau, tapi oleh seisi hutan ini.”


Setelah dua menit, Detektif Carl kembali melanjutkan langkahnya. Kali ini dia benar-benar berburu dan mencari buruan dengan serius.


Seekor beruang hitam muncul. Sayangnya bukan hanya Detektif Carl saja yang mengincarnya. Ada Paul yang juga mengincarnya.


“Hey, beruang ini milikku. Aku lebih dulu mendapatkannya. Pergi kau dan cari buruan sendiri, atau aku akan menembakmu,” ujar Paul sarkas sembari menenangkan senapan laras panjang ke arah Detektif Carl.


“Hmm. Karena aku baik hati, maka berterima kasihlah padaku. Aku akan berikan buruan itu padamu plus membantumu.”


Paul tidak mengerti apa yang diomongkan oleh Detektif Carl. Tapi detik itu juga dia melihat Detektif Carl menembak beruang hitam yang ada di tengah mereka.


Dor! Bukannya beruang itu ambruk setelah mendapat tembakan, tapi dia malah marah pada Paul. Beruntungnya, Detektif Carl sudah cabut duluan dari sana.

__ADS_1


“Sana bermainlah sepuasmu dengan beruang itu.” Detektif Carl mengulas senyum seringai, melirik sebentar kemudian masuk lagi ke hutan lebih dalam.


“Sial! Sini kau kalau mau cepat mati!” Paul menggiring beruang yang mengamuk itu menuju ke lubang perangkap miliknya.


***


“Sepertinya sudah ada yang mendapatkan beruang lebih dulu,” tandas Alex kala mendengar suara tembakan di udara lagi. “Ck! Aku juga akan mendapatkan buruan setelah ini.


“Bagaimana dengan si merah dari laut? Kenapa dia belum menyusulku?” gumam Detektif Carl. Padahal dia sudah memperlambat langkah kakinya namun Octo tak kunjung datang juga.


Karena penasaran juga tak sabar ingin melihat ada apa dengan Octo sekarang, Detektif Carl mencari jalan memutar agar bisa kembali ke tempat di mana Octo berada.


Sewaktu mengoles blood admirer tadi, sebenarnya ia juga menempelkan alat pelacak, untuk melacak lokasi pria itu.


“Dia ada di depan sana.” Detektif Carl melihat alat pelacaknya dan berhenti tiga meter tepat di depan Octo. Hanya rerimbunan yang menutupi dirinya sehingga tak terlihat oleh Octo.


“Sialan! Kenapa hari ini banyak sekali binatang yang mengejarku dengan gila?” umpat Octo kesal.


Pria itu menghirup napas panjang sembari membersihkan ujung senapannya. Di dekat kaki Octo ada tiga binatang lainnya yang sudah kalian tak bernyawa.


Sepertinya blood admirer sudah bekerja, batin Detektif Carl mengulas senyum seringai dari balik semak.

__ADS_1


__ADS_2