Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 207 Octo Diserbu Beruang


__ADS_3

Octo berada di tengah dua beruang. Tapi dari tatapan matanya, tak sedikitpun pria itu tak takut.


“Kalian mau menyantapku? Berharap saja setelah otak kalian seratus kali lebih pintar daripada aku!”


Masih sempat-sempatnya, Octo bercanda dengan dua binatang yang sudah memperlihatkan taring tajam mereka juga cakar tajam mereka yang siap mencabiknya tanpa ampun.


“Kemari, ikuti aku ke rumahmu. Ayah punya tangkapan bagus untukmu.”


Dengan santainya, Octo berjalan menuju ke arah lain. Di sana ada rusa yang tadi ditembaknya beberapa waktu yang lalu.


“Ambil ini!” Octo melempar rusa tersebut dan satu beruang langsung menangkapnya.


Namun beruang satunya juga ingin mendapatkan daging gratis seperti temannya.


“Kau juga mau? Aku punya banyak. Ikut aku!”


Anehnya beruang itu mengikuti Octo seperti mengerti pada apa yang diucapkannya.


“Ambil ini!” Octo kembali mengambil daging yang usaha lainnya yang tadi ditembaknya. Kali ini dia tidak melempar daging itu pada beruang. Ia malah pergi membawa daging tersebut.


Sengaja ia melakukannya agar beruang itu mengikuti dirinya. Dan benar saja. Dua beruang itu mengikutinya, tepatnya mengejar daging rusa yang dibawa oleh Octo.


Ck! Aku juga bisa jika seperti itu. Ternyata dia cukup lihai menipu binatang, batin Detektif Carl mengintip dari balik semak.


Ia kemudian keluar dari persembunyiannya untuk mengikuti waktu yang sudah tak nampak di depannya.

__ADS_1


“Itu dia! Sebaiknya aku sembunyi lagi.” Begitu melihat punggung Octo, Detektif Carl kembali bersembunyi di balik semak belukar.


Dia lalu kembali mengintip Octo dari balik sama. Nampak Octo perasa menggiring dua beruang luas tadi untuk mengikutinya semakin jauh masuk ke hutan.


“Sepertinya aku menang dengan mudah dengan mendapat dua jackpot ini.” Octo menoleh ke belakang, dua beruang itu masih setia mengikutinya.


Namun tanpa dimintanya, kini datang lagi seekor beruang yang mendadak muncul dari arah depan. Kini ada tiga beruang yang mengapungnya jadi arah depan dan juga arah belakang.


“Apa mereka bertiga reuni di sini?” pekik Octo.


Tak biasanya beruang muncul secara bersamaan dan bergerombol seperti ini. Ia pun waspada ketika satu beruang yang ada depannya itu menatapnya dengan penuh amarah dan sorot mata kelaparan.


“Sial! Dia mengira diriku adalah santapannya.


Octo bergerak menyamping, namun beruang itu pun mengikutinya ke samping juga mengangkat cakarnya yang tajam.


Crat! Darah merah segar dari beruang muncrat di wajah Octo.


“Sial!” Dia pun mengusap wajahnya dengan kasar untuk membersihkan darah yang menempel di mukanya tersebut.


Beruang tadi ambruk ke tanah. Namun hal itu berani mengundang perhatian dua peluang lainnya yang sedang asyik makan daging rusa pemberiannya tadi.


Dua beruang itu kemudian kembali mengrjar Octo setelah daging yang mereka makan habis. Merka masih lapar dan kini menatap Octo dengan sorot kelaparan.


“Beruang rakus kau ya! Sudah aku kasih sarapan, masih kurang dan masih ingin menyantapku!” hardik Leo marah.

__ADS_1


Dengan cepat ia pun mengangkat senapan laras panjangnya dan menekan pelatuknya.


Dor! Satu tembakan tepat di bagian jantung dan membuat beruang itu ambruk.


Tinggal satu beruang dan itu perkara yang mudah bagi Octo untuk melenyapkannya.


Namun sesuatu yang tak diharapkan terjadi. Tiba-tiba ada empat beruang yang muncul mendadak dan kini mengepung Octo. Total ada lima beruang sekarang yang siap mengoyak daging pria itu.


Dari arah yang lain beberapa orang berlari dengan cepat ke arahnya.


“Kenapa buruanku lari ke Octo?” ujar seorang eks napi.


“Buruanku juga lari pada Octo,” ujar eks napi yang lain.


“Apa dia memakai pemikat hewan sehingga semua beruang berlari ke arahnya?” timpal eks napi yang lain.


“Octo! Kau kenapa mengambil semua buruan kami?”


Tiga orang tiba di samping Octo. Mereka sedikit marah dan mengira Octo berbuat curang.


“Siapa yang curang dan mengambil buruan kalian? Aku sendiri tidak tahu kenapa mereka tiba-tiba kemari? Ambil lagi mereka semua plus punyaku. Aku akan cari sendiri lagi.”


Dor! Octo menembak satu beruang yang akan menyerangnya dari belakang.


Dia pun kemudian segera berlari dari kerumunan beruang tersebut sejauh mungkin.

__ADS_1


Tanpa dia ketahui, di depan sana ada tiga beruang yang sudah menunggunya, setelah menghirup aroma memikat dari tubuh pria itu.


__ADS_2