
Asap mengepul di tengah api yang melalap mobil hitam metalik tiga meter di depan detektif Carl.
“Mobil ku.” ucap wanita pemilik mobil menatap mobilnya yang sedang terbakar hebat.
“Yang penting anda selamat, nyonya. Biarkan pihak asuransi yang menggantinya nanti.” tutur detektif Carl mencoba menghibur wanita tersebut.
“haah.” wanita berambut panjang di kuncir ekor kuda itu hanya bisa membuang nafas panjang melihat mobilnya yang masih terbilang baru. Baru tiga bulan dia pakai sudah habis di lahab api.
Wanita itu bangkit berdiri dengan lemas membuat detektif Carl tak tega melihatnya.
“Nyonya mampirlah ke tempatku sebentar. Aku akan mengambilkan minuman untukmu.”
“Baik, terimakasih.” jawab wanita berusia 30 tahunan itu lalu berbalik dan berjalan mengikuti detektif Carl menyeberang jalan.
ding
Tepat di saat detektif menginjakkan kakinya di kantor terdengar notifikasi sistem.
Misi terdeteksi... misi terdeteksi.
“Apa itu benar ? Mungkinkah kecelakaan tadi bukan kecelakaan biasa ?” batin detektif Carl kemudian berbalik saat tiba di pintu menatap wanita tadi.
“Nyonya silahkan duduk dulu.” ucapnya salah wanita itu masuk ke kantornya.
Detektif Carl lalu mengambilkan sebotol air mineral di belakang setelah wanita tadi setelah duduk.
“Ini kantor detektif ?” gumam wanita itu menunggu sembari mengamati sekitar.
__ADS_1
Ia membaca plang besar di luar kantor tadi yang sama dengan plang di dalam kantor, "Biro Detektif Carl".
“Apa pria tadi yang bernama detektif Carl ?” gumamnya penasaran baru pertama kali ini ia datang ke kantor detektif.
Detektif Carl lalu kembali dengan membawa dua botol air mineral.
“Ini Nyonya minumlah.” ia menyerahkan dua botol itu pada wanita tadi sembari duduk di kursi lain.
“Terimakasih.” wanita tadi segera meminumnya setelah menerimanya.
Setelah wanita itu terlihat tampak tenang barulah detektif Carl bertanya.
“Nyonya jika boleh tahu Bagaimana bisa sampai terjadi kecelakaan tunggal tadi. Apakah nyonya sedang mengantuk atau baru minum obat atau ada hal lain ?” tanyanya mengingat jalanan saat itu sepi sekali dan hanya ada kendaraan itu saja yang melesat dengan cepat.
“Aku barusan dari luar kota tuan setelah menghadiri acara bisnis. Aku sendiri juga tidak tahu kenapa tiba-tiba rem blong. Padahal sebelumnya dalam kondisi baik-baik saja bahkan aku menservisnya sebelum berangkat ke acara bisnis.” terang wanita itu panjang lebar dengan berapi-api.
“Apa nyonya yakin sudah mengecek mobilnya kembali saat tadi mengendarai kemari setelah selesai acara ?” tanya detektif Carl mencoba menggali informasi setelah mendapatkan notifikasi dari sistem.
Ia pun menjadi punya pikiran lain dengan pertanyaan yang barusan dilontarkan oleh detektif Carl.
“Apa yang tuan maksud ada seseorang yang memang ingin mencelakai diri ku ?” ucapnya dengan bibir bergetar hebat karena takut.
“Aku tidak bisa memastikan itu Nyonya sebelum memeriksanya sendiri secara langsung barulah aku bisa menyimpulkan itu suatu kecelakaan atau memang sebuah kesengajaan.”
Wanita tadi terlihat menelan saliva dengan susah payah.
“Tapi apa mungkin ada seseorang yang berniat ingin mencelakai ku, tuan ?” tanya wanita itu terlihat gemetar lalu mengambil satu botol air mineral lagi yang masih utuh dan segera meminumnya.
__ADS_1
Wanita tadi diam dan memikirkan apa yang barusan diucapkan oleh detektif.
“Atau mungkin sebaiknya aku minta pertolongan kepada pria ini untuk memeriksanya saja ? Tak ada salahnya bukan jika diperiksa ?” batinnya.
Wanita itu kembali menatap pria yang masih duduk di depannya dengan tenang.
“Apakah anda detektif ?” tanyanya sebelum meminta pria itu melakukan penyelidikan masalah kecelakaan nya.
Detektif Carl mengangguk. Ia bahkan mengeluarkan kartu namanya dan menunjukkannya pada wanita tadi.
“Jika begitu tolong bantu aku selidiki kecelakaan ini apakah murni kecelakaan atau memang ada yang berniat ingin mencelakai ku detektif.” balas wanita tadi setelah membaca kartu nama detektif dan mengembalikannya lagi ke meja.
“Baiklah, aku akan membantumu nyonya.”
Detektif Carl kemudian keluar membawa tabung pemadam kebakaran untuk memadamkan sisa api agar cepat padam.
Wanita tadi bernama Peach. Dia pun mengikuti detektif kembali menuju ke tempat mobilnya berada.
Cooss
Detektif segera menyemprot api yang masih menyala dan mungkin baru mati setelah mobil itu menjadi besi rongsokan semua.
“Tolong, nyonya Peach anda mundur dulu. Aku akan memeriksanya sekarang juga.”
Setelah api padam, detektif Carl masuk ke mobil dengan mudah karena pintunya sudah roboh dari tempatnya.
Ia pun langsung mencari bagian rem.
__ADS_1
“Astaga.” pekiknya melihat beberapa kabel rem yang putus dan hangus terbakar namun masih bisa dilihatnya.
Ada sayatan melingkar di sana yang mengakibatkan kabel putus paksa bukan karena gesekan yang terlalu keras.