
Detektif Carl menatap catatan di meja. Tepatnya catatan yang sengaja ia tulis setelah mendengarkan penjelasan dari nona Peach pada acara yang dihadiri oleh wanita itu sebelumnya.
Empat jam yang lalu wanita yang bekerja sebagai supervisor di sebuah perusahaan swasta itu menghadiri sebuah acara meeting di sebuah rumah klien yang ada di Jenewa untuk membahas perihal masalah kerja.
“Nyonya Peach apakah ada foto para tamu undangan yang hadir di sana ?” tanya detektif Carl mengulangi pertanyaannya kembali karena sebelumnya belum ada respon.
“Ya ini ada, detektif.” jawab wanita itu seketika lalu berdiri sambil membawa ponselnya menuju ke meja detektif setelah mencari sedari tadi.
“Ini detektif.”
Nyonya Peach menunjukkan foto-foto para klien yang ikut mengajari acara saat itu.
“Bisakah kau memberitahuku siapa saja nama pria yang ada di foto ini.” ucap detektif Carl.
Nyonya Peach kemudian memberitahu satu persatu nama peserta yang menghadiri acara tersebut.
“Siapa pria yang berdiri di sampingmu ini ?” detektif Carl menunjuk dua pria dan satu wanita yang berdiri di samping Nyonya Peach.
“Ini Harris Harz, Edwin Clue dan Hillary Swan.” ucapnya menjelaskan nama-nama dari foto sisi kiri.
Pria itu bertanya bukan tanpa alasan karena biasanya pelaku itu berada paling dekat dengan mereka. Dan prediksinya salah satu pelaku ada di antara tiga orang tadi.
“Lokasinya jauh di Jenewa sedangkan aku ada deadline dari sistem. Bagaimana ini ?” batin detektif berpikir.
__ADS_1
Untuk perjalanan ke Jenewa saja butuh waktu hampir dua jam. Belum mencari informasi dan menanyai satu per satu klien.
"Itu tidak mungkin. Waktu ku akan habis dan terbuang percuma. Semoga saja aku bisa menemukannya tanpa perlu menyelidiki kesana.”
Detektif Carl masih memegang ponsel dan menatap 3 orang yang ada di samping nyonya Peach.
“Baiklah nyonya aku ingin bertanya lagi padamu semua detail kejadian di sana sampai tadi pulang kemari.”
Nyonya Peach mengangguk meresponnya, “Silahkan detektif.”
“Apa saja saat itu yang anda lakukan dengan tiga orang ini. Tolong Jelaskan detailnya satu per satu padaku.” ucap ucap detektif Carl.
Nyonya Peach kemudian menjelaskan apa yang dilakukannya dengan tiga orang tadi.
Ia juga ikut makan bersamanya kemudian mengobrol ringan selama sesi makan.
“Apakah ada yang mencurigakan dari gerak-geriknya ucapannya ataupun tatapannya ?”
“emm.” Nyonya Peach kemudian mencoba mengingat-ingat kembali bagaimana mimik serta perilaku pria itu. “Tak ada detektif.” jawabnya dengan menggelengkan kepala.
Detektif Carl butuh jawaban konkrit dan jelas agar semuanya bisa dijadikan petunjuk. Maka ia pun mengajukan satu per satu pertanyaan dan dengan sabar bertanya karena akan banyak pertanyaan.
“Maaf nyonya, apakah tuan Harris mengajak mu ngobrol lama sekali dan tak membiarkanmu mengalihkan pandangan darinya ?” tanyanya lagi sembari menyiapkan catatan untuk merangkum jawaban wanita itu.
__ADS_1
“Tidak.”
“Lalu apakah tuan Harris mengantar mu menuju ke mobil ?” tanya detektif Carl lagi.
“Tidak, tuan.”
“Apa waktu bersamamu dia pergi lama meninggalkanmu dan baru kembali lebih dari 30 menit ?”
“Tidak, tuan.”
“Apakah sebelumnya punya masalah dengan pria itu ?”
Nyonya Peach menggelengkan kepala karena memang dia sama sekali tidak ada masalah dengan pria itu dalam pekerjaaan atau di luar kerja.
Detektif Carl lalu melanjutkan metode investigasi cepat, tepat dan akuratnya itu yang tak bisa dilakukan oleh detektif lain yang tidak profesional seperti dirinya.
“Baiklah nyonya, kita lanjut dengan tuan Edwin Clue. Bisa anda Ceritakan padaku apa saja yang dilakukan dengan pria tersebut.”
“Tentu detektif.”
Wanita itu kemudian mengambil botol air mineral yang disiapkan oleh detektif di meja sebelum kembali memberikan paparan panjang mengenai tuan Edwin Clue.
“Begini detektif. Edwin Clue adalah temanku saat aku duduk di bangku kuliah dan dia juga merupakan kekasihku dulu lima belas tahun yang lalu. Dan kami bertemu lagi tujuh tahun lalu. Dia sudah menikah namun tetap menjadi teman baik, meskipun kadang dia sempat membahas perihal masa lalu hubungan kami dan sempat mengajak ku balikan karena dia sedang ada masalah dengan istrinya beberapa waktu yang lalu. Bla-bla...” Nyonya Carmen menjelaskan panjang lebar hubungannya dengan pria tersebut.
__ADS_1