
Detektif Carl kemudian membawa barang bukti yang ditemukannya tadi lalu masuk ke Pub.
Ia duduk dan mencari meja yang sepi. Tuan Marcel dan Bella pun ikut menyaksikannya. Kali ini mereka duduk di meja VVIP yang jauh dari meja pengunjung lainnya, jadi tak ada yang mengawasi mereka, selain itu privasinya juga terjaga.
Jika saja sampai terbukti benar adanya pembunuhan di pub tersebut dan diketahui oleh pengunjung lainnya tentu saja akan berpengaruh pada tempat itu kedepannya.
“Jadi siapa pelakunya?” tanya Tuan Marcel tak sabar ingin segera mengetahuinya.
“Sabar, Tuan Marcel. Aku akan mengklarifikasinya sekarang.”
Detektif Carl lalu mengeluarkan item nya fast finger detektif yang pernah ia gunakan sebelumnya.
Bip
Item milik detektif Carl mulai bekerja. Dari hasil deteksi item tersebut menunjukkan ada tiga sidik jari di sana.
“Tinggal cari sidik jari siapa ini?” gumamnya. Lalu mencoba mengidentifikasinya.
Lucas yang saat itu masih ada di sana untuk melihat proses investigasi, tiba-tiba berkeringat dingin entah karena apa.
“Aku tidak membawa laptopku Lalu bagaimana bisa aku menemukan sidik jari siapa ini.”
Detektif Carl terpaksa mengirim data tersebut pada Leo dan mengandalkannya untuk menemukan sidik jari siapa itu.
“Leo, aku mengandalkanmu. Kirim segera datanya setelah terverifikasi.” ucap Detektif Carl dalam sebuah sambungan telepon.
“Ya, detektif aku akan segera mengirimkannya begitu teridentifikasi sidik jari itu.” jawab Leo dari sambungan ponsel.
__ADS_1
Leo yang saat itu masih ada di kantor karena memang diminta untuk menunggu oleh Detektif Carl segera bergerak dan mengidentifikasi sidik jari tersebut.
Ternyata Leo tak bergerak sendiri. Ia meminta bantuan temannya seorang polisi di bagian data untuk mengidentifikasi sidik jari tersebut.
20 menit kemudian ponsel Detektif Carl berdering. Dan pria itu pun segera mengangkatnya.
“Leo, apa kau sudah mendapatkan hasilnya?” ucapnya setelah mengetahui siapa yang menelepon dirinya.
“Ya, detektif tentu saja. Dari data yang anda kirim tiga sidik jari itu merupakan sidik jari dari Lucas Millet, Kyle Kitten dan Brown Greg.” ucap Leo menjelaskan di telepon.
“Terimakasih, Leo. Datamu sangat membantu. Aku akan memprosesnya sekarang.”
Detektif Carl kemudian mengakhiri panggilan. Dari tiga nama tadi ada satu nama yang tak dikenalnya, Brown Greg.
“Lucas, apa kau tahu siapa itu Brown Greg?”
“Dia adalah salah satu petugas cleaning service di sini.”
Ada empat petugas cleaning service di sana yang bekerja shift pagi dan sore yang rolling setiap seminggu sekali.
“Apakah dia saat ini sedang bertugas?”
“Ya, Detektif Carl dia kebetulan sedang shift pagi.” jawabnya dengan menahan rasa takut.
“Panggilkan dia.”
Lucas kemudian segera mencari dan memanggil petugas cleaning service itu.
__ADS_1
“Maaf, ada apa Tuan memanggilku?” ucap Brown Greg yang bingung bicara dengan siapa dan juga kenapa dirinya dipanggil.
Detektif Carl lalu menjelaskan Jika dia sedang melakukan penyelidikan pada kasus Amy.
Bahkan petugas cleaning service tersebut terlihat merinding seketika mendengar kata penyelidikan.
“Jadi, aku menemukan sidik jarimu pada benda ini. Apa kau bisa jelaskan padaku?”
“A-aku tidak melakukan apapun, Tuan. Sungguh. Aku saat itu hanya menemukan bungkus tersebut jatuh di dekat tong sampah dan aku memungutnya lalu memasukkannya ke tong sampah.” jawabnya dengan merinding.
“Coba periksa rekaman CCTV kembali.” Tuan Marcel yang bicara begitu.
Mereka kembali melihat rekaman CCTV di ruang server. Dan terlihat Apa yang diucapkan oleh petugas cleaning service tersebut benar.
“Lucas, lalu bagaimana bisa sidik jarimu ada di sana?” tanya Detektif Carl beralih menata bartender pria tersebut.
“Detektif, sungguh aku tidak melakukan apa-apa. Tolong jangan laporkan aku ke kantor polisi. Aku saat ini sedang mencari uang untuk pengobatan ibuku yang sakit. Saat itu wanita itu memintaku membukakan bungkus obat tersebut. Tapi terus terus aku tidak tahu jika itu digunakan untuk orang lain.” jelasnya panjang lebar.
“Lucas, kau....”
Tiba-tiba saja Tuan Marcel marah. Ia malah kenapa ya itu bekerja sama dengan wanita tadi meracuni putrinya.
“Aku bukan pelakunya, Tuan Marcel. Tolong percayalah padaku.”
“Sebaiknya kita lihat tayangan ulang CCTV.” ucap Detektif Carl menengahi.
Dari tayangan di CCTV yang terlihat ternyata benar apa yang diucapkan oleh pria tersebut.
__ADS_1
“Lalu siapa pelakunya?” tanya Lucas.