
Octo tergantung dua meter dari atas permukaan tanah. Dengan kondisinya sekarang ini sulit baginya untuk melepaskan dirinya sendiri. Terlebih senapan laras panjangnya tadi jatuh dalam lubang perangkap.
“Apa yang kau bicarakan? bukankah mudah bagimu untuk menembak tali saja? Sebelumnya kau mudah sekali saat menembak semua beruang tepat sasaran tanpa membuat kesalahan. Tak mungkin kau akan salah menembak tali,” papar Octo.
Meskipun baru mengenal Detektif Carl, sepertinya dia sudah mempercayai pria itu. Tak mencurigai pria itu sedikitpun.
“Kau yakin tidak takut jika aku salah tembak dan membuat nyawamu melayang?” Detektif Carl kembali mengulangi perkataan.
Kali ini dia mengulas seringai tipis menatap Octo. Ini saatnya bagi dia untuk membalaskan dendam Leo, karena sudah berani melukai asisten kepercayaannya, tepatnya satu-satunya asisten yang tersisa.
Jika Leo tak ada lagi dia tak tahu akankah dia merekrut asisten baru atau tidak. Tapi sepertinya merekrut asisten baru bukan hal yang mudah baginya. Dan selama dia bisa mengatasinya sendiri, akan dia atasi semuanya sendirian.
“Cepat tembak saja. Aku tahu kau hanya ingin bercanda denganku. Tembak saja. Jika meleset aku tak akan menyalahkanmu.” Octo mendesak. Ia yakin Detektif Carl hanya ingin menguji ketakutannya saja. Sayangnya, dia tidak takut sama sekali dengan ujian itu.
“Baiklah, itu permintaanmu, aku akan kabulkan. Jangan salahkan aku jika aku sampai meleset.”
Detektif Carl kemudian mengangkat senapan laras panjangnya.
Dor! Sebuah peluru melesat cepat ke udara, namun sayangnya peluru itu bukan menembus tali yang menggantung Octo, namun malah menembus pohon tempat tali itu terikat.
“Kau percaya bukan pada ucapanku? Aku ahli menembak dari kejauhan tapi aku kurang bagus jika menembak dari dekat.” Detektif Carl menara kembali senapan nanas panjangnya di tanah.
“Hiss! Kau hanya main-main saja. Sekarang cepat tembak talinya.”
__ADS_1
Octo tahu dan bisa melihat dengan jelas jika Detektif Carl sengaja menembak ke arah yang salah. Dia tetap tidak curiga sama sekali.
“Jangan salahkan aku jika meleset. Aku juga hipermetropi. penglihatanku dari jarak dekat kurang bagus.”
“Cepat tembak!” Octo sudah tidak sabar lagi.
“Kau yang minta.”
Detektif Carl kembali mengangkat senapan laras panjang. Ia kemudian menarik pelatuknya. Selongsong peluru melesat cepat dan menggores wajah Octo.
Sengaja Detektif Carl berbuat seperti itu untuk meyakinkan Octo jika dia memang rabun dekat.
“Apa aku perlu meyakinkanmu lagi?” Tanpa menunggu jawaban dari Octo, ia pun kembali melepas satu tembakan.
“Aku tak menyangka adalah mantan tahanan yang terkena hipermetropi sepertimu. Lucu sekali. Tembak lagi sekarang.” Octo malah terkekeh pada sikap Detektif Carl. Mungkin pria itu memang agak gila.
“Kali ini aku serius, bersiaplah.”
Detektif Carl kemudian kembali mengangkat Laras panjangnya dan sebutir peluru pada saat menembus bahu Octo.
Akh! Octo meringis kesakitan kala merasakan perih dan nyeri teramat sangat di dadanya.
“Hey! Kau rabun dekat sungguhan atau sengaja menembakku?” cecar Octo, kali ini dia merasa Detektif Carl melakukannya dengan sengaja.
__ADS_1
“Aku kan sudah bilang padamu. Kau sendiri yang minta. Baiklah, aku akan tunjukkan padamu lagi untuk membuktikannya.”
Kini Detektif Carl kembali mengangkat senapan laras panjangnya, lalu melesatkan peluru ke kepala Octo.
“Kau gila!” Untung saja, Octo bisa menghindarinya jika tidak peluru itu sudah menembus kepalanya.
Detik itu juga dia baru menyadari jika Detektif Carl bukanlah seorang eks napi biasa. Tapi dia sesuatu.
“Katakan padaku siapa kau sebenarnya?”
Detektif Carl merubah posisinya dan duduk di dekat Octo. Dengan santainya dia mengeluarkan mutiara milik Amy, Isabelle dan juga Bella. Dia menghitung jumlah mutiara tersebut di depan Octo.
Tentu saja itu sangat menyita perhatian Octo. Kilauan mutiara itu tak asing baginya.
“Dari mana kau mendapatkan mutiara itu?”
“Ini? Apa kau kenal dengan ini? Atau jangan-jangan ini milikmu? Milikmu yang tertinggal di suatu tempat?” Detektif Carl berdiri dan mendekati Octo.
Ia lalu menunjukkan semua mutiara itu pada Octo.
Raut muka Octo pun berubah setelah melihat mutiara tersebut.
Itu adalah mutiara pemberianku untuk tiga wanita yang sudah kubunuh. Bagaimana bisa itu ada padanya?
__ADS_1