Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 252 Darwin Pergi Ke Luar Kota


__ADS_3

Berita tentang penangkapan Louis Sanderman menyebar begitu cepat. Terlebih dia merupakan public figure, jadi semua orang mengetahui berita tersebut, sampai ke kelas bawah pun mengetahuinya juga.


“Astaga! Bagaimana bisa Louis Sanderman merupakan tersangka pelaku pengeboman?” pekik seorang warga yang menonton siaran berita.


“Apa Ayah bilang? Louis Sanderman, pujaanku menjadi tersangka?!” pekik seorang gadis segera berlari begitu mendengar nama artis favoritnya disebut karena suatu kasus.


“Oh, tidak! Dia begitu lembut dan memukau jika sekarang tersangkut kasus seperti itu aku sudah tidak ngefans lagi padanya. Aku tidak sudi mengidolakan seorang artis yang ternyata psikopat!”


Gadis itu pun benar-benar kecewa mendalam menyaksikan berita yang sangat mengejutkan tersebut.


***


“Louis Sanderman sudah tertangkap. Ceroboh sekali dia, Bagaimana bisa dia sampai tertangkap?” Darwin duduk di depan televisi dan menyaksikan berita heboh tentang Louis Sanderman.


Pria itu tak hanya nampak cemas saja, ia juga gemetar dan Berkeringat dingin kala melihat tayangan Louis yang berontak membebaskan diri, saat agen polisi menyeretnya.


“Ceroboh sekali dia. Dia pikir karena seorang artis takkan ada yang bisa menyentuhnya? Dia pikir karena seorang artis dia bisa bebas dari semua tuntutan yang menjerat? Louis Sanderman, kau naïf sekali. Aku padahal sudah mengingatkanmu berulang kali sebelumya.”

__ADS_1


Darwin Hemington kemudian mengambil remote dan mematikan tayangan berita saat ini. Seharian penuh ini, semua stasiun televisi menyiarkan berita Louis Sanderman.


Pria itu kemudian bangkit dari tempat duduknya. Dia nampak gelisah. Sejenak dia berdiri di depan jadwal mengajaknya di kampus.


Tanpa pikir panjang dia pun mengambil ponsel kemudian menghubungi seseorang.


“Halo, Profesor Wirl, aku ingin memberitahukan padamu sekaligus meminta izin. Jika aku akan libur mengajar sampai satu minggu ke depan, aku ada urusan di luar kota,” lontarnya setelah telepon tersambung.


“Darwin? Kenapa mendadak sekali? Apakah urusanmu serius sekali?” jawab profesor Wirl.


“Ya, profesor. Aku minta maaf sekali. Aku tidak bisa menjelaskannya padamu sekarang mungkin nanti aku akan bicara padamu. Terima kasih sudah memberiku izin.”


Ia mengambil koper dan memasukkan beberapa potong baju ke dalamnya. Tak lupa, dia mengambil kartu debitnya dari nakas. Kartu itu bukan kartu debit biasa yang dipakai untuk menarik uang, tapi itu sebuah kartu berisikan rumus rahasia.


“Aku akan periksa lagi sebelum keluar.” Darwin memeriksa seluruh isi rumah, ia mengamankan beberapa barang juga membawanya pergi.


Setelahnya, dia mengambil kunci mobil. Tak lama kemudian mobil meluncur menuju ke airport.

__ADS_1


***


“Apa yang terjadi?”


Sherif Tasman sedang memonitor rekaman CCTV di kediaman rumah Darwin Hemington.


Dari rekaman itu nampak jika Darwin Hemington kini sudah ada di rumah lagi. Bahkan pria itu pergi dengan terburu-buru, entah apa alasannya.


“Ini mencurigakan sekali. Dia pergi terburu-buru setelah melihat tayangan berita tentang Louis Sanderman. Apakah dia ada hubungannya dengan pria itu?” pikir Sherif Tasman.


Sherif Tasman kemudian segera memanggil beberapa anggotanya dan juga Detektif Carl yang masih ada di kantor polisi.


“Menurut kalian apa alasannya Darwin Hemington pergi mendadak begitu?” tanya Sherif Tasman selama memperlihatkan rekaman CCTV pada yang lainnya.


“Sangat mencurigakan sekali.” Semua yang dipanggil menimpali begitu.


“Cari tahu ke mana Darwin Hemington dan pergi. Dan lainnya geledah rumahnya, selidiki apakah dia memang terkait dengan Louis Sanderman?”

__ADS_1


“Siap, Sherif Tasman.”


Di saat yang lain pergi menjalankan tugasnya masing-masing sesuai dengan arahan Sherif Tasman, Detektif Carl tetap berada di kantor. Malahan kini dia menuju ke sel tempat ditahannya Louis Sanderman.


__ADS_2