Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 186 Malam Terakhir di Hawai


__ADS_3

Leo mencoba untuk tenang meskipun sebenarnya dia panik.


“Mobil siapa itu sebenarnya kenapa mengikutiku?” pekik Leo kala mendengar suara tembakan.


Terdengar suara ban kempes.


“Sial!” umpat Leo. Kini mobil terasa berat karena satu ban bagian belakang kempes setelah terkena tembakan tadi.


Dor! Kembali terdengar suara tembakan dari arah belakang.


Prang! Kaca mobil bikin belakang pecah. Untung saja Leo bisa menghindar dari peluru tersebut jika tidak mungkin kepalanya sudah pecah sat ini.


“Brengsek! Ada apa sebenarnya ini?” Leo geram. Ia pun segera meraih pistol yang ada di dasbor mobil.


Untung saja tadi sebelum berangkat ia memasukkan pistol tersebut ke dasbor untuk jaga-jaga meskipun keadaan tenang. Tapi siapa yang tahu? Dan ternyata feelingnya benar, ada yang menyerang dirinya.


Dor! Leo membalas tembakan mobil di belakangnya dan berhasil memecahkan kaca mobil bagian depan.


Terlihat pria berbaju serba hitam dengan masker dan tapi menutupi wajah menodongkan sangat panas panjang ke mobilnya lagi.


Mobil tadi menggeser posisinya berpindah ke samping lalu menyamai posisi Leo.


Dor! Terjadi adu tembakan antara Leo dan pria misterius tadi.


Prang! Kembali terdengar suara kaca pecah.


Mobil Leo kaca sampingnya pecah, begitu juga dengan kaca samping mobil berpenumpang misterius itu.


Semuanya terjadi dengan cepat. Bahkan mobil misterius itu berulang kali menubruk mobil Leo dengan sengaja hingga membuat body mobil ringsek.

__ADS_1


“Aku harus melakukan sesuatu sebelum semuanya menjadi lebih buruk.”


Leo membalas serangan pria tadi. Ia ganti menubruk mobil tadi dengan sengaja, menubruk sebuah pohon besar.


Sekarang dua mobil itu terlihat sama-sama ringsek. Dan kedua pengemudinya dalam kondisi tidak baik-baik saja.


“Jika kau mengajakku ke neraka maka aku akan menyeretmu serta ke neraka. Ingat itu!” Leo berulang kali menghembuskan napas panjang.


Masih pemegang pistol di tangan kanan, dengan lengan kiri yang terkenal luka tembak, dia menatap mobil yang ada di samping kirinya.


“Sekarang pergilah ke neraka bersamaku!” Leo yang sudah dikuasai amarah menembakkan pistolnya ke arah musuh.


Dua tembakan melesat. Satu peluru mengenai lengan kanan pria misterius. Satu peluru lainnya mengenai mesin mobil.


“Matilah kau!” Seketika mobil yang ditumpangi lawan berasap.


“Celaka! Mobil ini hampir meledak. Aku tidak boleh meninggalkan barang bukti di sini.” Pria misterius itu kemudian tetap mengemudikan mobilnya, meski kondisinya hampir meledak.


Baru 20 meter berjalan, mobil tersebut meledak.


“Rasakan! Mati kau!” Leo mengulas senyum tipis di ujung bebasnya setelah mendengar suara ledakan.


Ia yakin pria misterius tadi mati terkena ledakan mobil yang dahsyat seperti itu.


“Aku juga harus segera keluar dari mobil ini.”


Kondisi Leo sendiri kurang baik. Selain lengannya yang terkena luka tembak, kepalanya berdarah akibat serpihan kaca pecah. Juga kakinya nyeri setelah mobil di hantam mobil lawan tadi.


Ia berhasil membuka pintu mobil dan keluar dari sana. Leo yang tak kuat berjalan jatuh dari mobil ke tanah, lalu tak sadarkan diri.

__ADS_1


***


Malam hari di Hawaii


Detektif Carl dan Briptu Scarlet benar-benar menikmati liburan kali ini. Mereka berdua sampai lupa waktu bahkan tak sempat melihat ponsel mereka.


Jika Detektif Carl meninggalkan ponselnya di nakas hotel, Briptu Scarlet sengaja menonaktifkan ponselnya untuk menghindari telepon dari rekannya. Sungguh ia tak ingin harinya diganggu.


“Ayo kita kembali. Kurasa oleh-oleh yang kau beli sudah cukup banyak.” ucap Detektif Carl.


Ia menatap wanitanya sedang membawa tiga kantong besar tas di depan sebuah toko souvenir.


“Apa ini tidak kurang, menurutmu, Carl?”


“Itu sudah lebih dari cukup. Bahkan itu pun masih sisa dan cukup jika dibagikan dengan tetangga rumah,” celetuk Detektif Carl.


Briptu Scarlet kemudian keluar dari toko dengan menenteng satu tas besar. Sedangkan dua tas lainnya, Detektif Carl yang membawa.


Sesampainya di kamar hotel. Mereka berdua berkemas meskipun akan kembali ke Swiss besok tapi semua barang harus sudah selesai di-packing sekarang.


“Bagaimana kabar kantor?” Detektif Carl mengambil ponsel dari nakas. Ia memeriksa pesan masuk ataupun panggilan yang masuk.


“Leo telepon? Apa ada masalah?” Baru saja ia akan menelepon balik nomor Leo, Briptu Scarlet merebut ponsel tersebut Lalu melemparnya sembarangan ke tempat tidur.


Wanita itu memeluk Detektif Carl dari belakang sembari mencium lehernya.


“Nanti saja kau baru hubungi asistenmu itu setelah urusan kita selesai.”


Briptu Scarlet menarik Detektif Carl ke tempat tidur. Tangannya mengusap dada bidang Detektif Carl yang tampak menyembul dari balik piyama putih.

__ADS_1


“Scarlet kau...”


Detektif Carl pun segera menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang polos saat ini. Ia menghabiskan malam terakhir mereka di Hawaii.


__ADS_2