Super Sistem Detektif Kaya

Super Sistem Detektif Kaya
Eps. 27 Bertemu George


__ADS_3

Louisa menatap George yang masih diam tak merespon dirinya.


“Aku lupa belum melepas lakban Jadi bagaimana bisa kau bicara ?” ucap wanita itu sembari tersenyum lebar kemudian menekuk tubuhnya ke depan sedikit untuk menarik lakban.


Krak


Louisa menarik lakban dari bibir George kasar dan cepat.


“Ya, aku akan membahas hal lainnya. Jika sampai kau melukai Stewart maka akan ku buat kamu menyesal nanti.” balas George tak main-main dengan ucapannya.


“Kau pria sampah tak berguna beraninya kau mengancam aku. Menyelamatkan dirimu sendiri saja tak bisa apalagi menyelamatkan anakmu ?!” sindir wanita itu tersenyum tipis menyeringai.


Louisa kemudian melepas ikatan borgol yang ada di tangan dan kaki George.


“Ingat apa yang kukatakan padamu sebelumnya tadi.” ucapnya sebelum mereka keluar dari kamar.


“Kau tak perlu mengulangi perkataan mu untuk yang kedua atau ketiga kalinya.” balas George.


Ia gagang pintu chrome dan pintu seketika terbuka.


“Gaby ?!” pekik pria itu terkejut melihat wanita itu ada di depan pintu.


Langsung saja Louisa keluar dari kamar begitu mendengar nama


-eks suaminya itu disebut.


“Hey kalian berdua ini bukankah aku meminta kalian menunggu di ruang tamu tapi kenapa malah masuk kesini ?!” ucapnya berdiri di depan George, menatap tajam mereka berdua.

__ADS_1


“Maaf nyonya bukan maksud kami tidak sopan seperti ini. Tapi kau tahu kami sudah tidak tahan dan mau menumpang ke toilet.” sahut detektif Carl langsung menimpali.


Louisa tak langsung percaya begitu saja. Ia kembali menatap tamu di depannya secara bergantian dari ujung kaki hingga ke ujung kepala.


“Yah, toilet ada di sana.” ia kemudian menunjuk ke arah di mana toilet berada.


Namun detektif Carl masih tetap di tempatnya meskipun sudah ditunjukkan arah toiletnya. Matanya menatap langsung ke arah pintu yang masih sedikit terbuka.


Di ruangan berukuran 3x4 meter itu terlihat satu borgol di sudut ruangan juga tali si sebelah borgol tadi.


“George kenapa bibir mu terlihat aneh ?” tanya Nyonya Gaby saat melihat terdapat bekas perekat yang sudah di tarik dari bibir pria itu.


“Ini... aku salah memakai krim cukur baru dan kurasa itu tak cocok makanya seperti ini.” jawab George sembari menyentuh area sekitar bibirnya, juga mengusapnya.


“Kau masih berbohong dan menutupi semuanya demi wanita ****** ini. Apa kau begitu mencintai dia ?” batin Nyonya Gaby merasa dadanya sesak.


“Ehm... bukankah kalian tadi bilang ingin ke toilet tapi kenapa masih berdiri di sini juga ?” tanya Louisa menatap dua tamunya dengan tatapan tajam.


“Kau bilang tadi juga ingin pergi ke toilet ?” Louisa beralih menatap Nyonya Gaby dan tak Senang saja melihat wanita itu menatap intens ke suaminya.


“Sebenarnya yang ingin ke toilet dia saja bukan aku.”


“Jika begitu cepat selesaikan urusan kalian berdua.” ucap Louisa kembali menatap tajam mereka berdua.


George dan Nyonya Gaby duduk di ruang tamu. Sedangkan Louisa berada di kursi yang ada di belakang sekat yang memisahkan ruang tamu dan ruangan tempat dirinya berada saat ini untuk memantau apa saja yang diucapkan oleh George.


“Gaby jadi pria itu adalah selingkuh mu ?” ucap George dari tadi menahan apa yang ada di hatinya.

__ADS_1


“Selingkuhan apa ? Jaga bicara mu ! Berkacalah siapa yang sebenarnya selingkuh !” wanita itu pun menjadi terpancing dan keluar dari tujuan awalnya datang ke sana dan terjadi perdebatan di antara mereka berdua setelahnya.


“Bagus, kalian berdua teruslah bertengkar.” gumam Louisa tersenyum tipis mendengar percakapan mereka berdua.


Sementara itu detektif Carl keluar dari toilet lalu mengawasi kondisi sekitar.


“Sepertinya aman.” pria itu berjalan mengendap-ngendap kemudian menuju ke ruang belakang tempat di mana Stewart disekap.


klik


Langsung saja yang mengeluarkan alat pembuka kunci pintu dan membuka pintu itu.


Ssts.


Detektif Carl segera memberikan kode untuk diam tak bersuara saat masuk ke ruangan itu saat melihat Stewart yang akan berteriak kaget dengan kedatangannya.


“Aku detektif Carl.” ucapnya lalu menunjukkan identitasnya yang membuat Stewart akhirnya percaya jika pria itu sedang dalam penyamaran.


“Ibumu ada di depan, aku akan mengajakmu untuk menemuinya.” ia pun melepaskan ikatan di tangan dan di kaki Stewart.


Louisa tiba-tiba teringat ada satu tamunya yang izin ke toilet tapi sudah 15 menit lebih belum kembali juga.


“Apa yang dilakukan pria aneh itu ?” gumamnya kemudian segera belanja dari tempat hidupnya dan berjalan ke belakang menuju ke toilet.


Namun wanita itu tak menemukan keberadaan tamu tadi di toilet yang membuatnya panik dan langsung berlari ke belakang.


“Kenapa terdengar suara di ruang belakang ?”

__ADS_1


Tatapannya langsung tertuju pada ruangan tempat ia menahan Stewart.


“Kamar itu kenapa terbuka ?!” pekiknya terkejut sekaligus tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


__ADS_2