
Melihat instruktur Manor Gym yang mendelik ketakutan dengan kedatangan agen polisi tersebut, maka agen polisi tersebut segera menyampaikan maksud kedatangannya ke sana.
“Tuan, ini bukan penangkapan karena anda melakukan kesalahan atau tindak kriminal lainnya, namun kami ditugaskan dari kantor kepolisian untuk mengamankan tempat ini.” tutur agen polisi itu, sebut saja namanya Bripka Dereck.
Pria yang diduga sebagai instruktur di sana terlihat lega, namun mengangkat satu alisnya, karena bingung.
“Mengamankan tempat ini?” tanya pria itu, menegaskan kembali.
Melihat suasana gym yang saat itu ramai. Maka tak mungkin bagi Bripka Dereck untuk menyampaikan maksud kedatangannya ke sana.
Ia tak ingin ada telinga lain yang mendengar percakapannya. Bisa bahaya, jika ada yang mendengarnya. Bisa-bisa pelakunya mengetahui itu dan kabur lebih dulu. Bisa kacau semuanya.
“Aku ingin bicara dengan instruktur gym disini.” tekan Bripka Dereck, meyakinkan kembali apakah lawan bicaranya itu memang seorang instruktur atau bukan.
“Ya, aku Silver Macedonia. Instruktur disini sekaligus owner gym ini.”
Berarti Bripka Dereck tak salah orang. Jika sampai salah orang, habislah dia nanti.
“Aku ingin bicara empat mata saja, dan bukan disini.”
Silver Macedonia paham pada maksud pria berseragam itu, dam langsung mengajaknya ke sebuah ruangan.
Bripka Dereck kemudian menjelaskan maksud kedatangannya setelah duduk di sebuah kursi beradapan dengan pria tersebut.
__ADS_1
“Kami dari pihak kepolisian menyatakan, jika anda merupakan korban pembunuhan berantai selanjutnya.”
“Apa?” Suara Silver Macedonia, terdengar serak karena bergetar.
Takut. Dan keringat pun sudah meleleh turun dari dahinya, hanya mendengarnya saja.
Bripka Dereck lalu menjelaskan secara terperinci 10 korban pembunuhan sebelumya. Dan dua korban dugaan lainnya, termasuk Silver Macedonia.
“S-siapa yang ingin membunuhku?” ucap Silver Macedonia terbata. Benar-benar terkejut sekali.
Selama ini ia baik pada siapapun dan tak pernah ada masalah dengan siapapun juga. Jadi bagaimana bisa ada yang mengincar nyawanya.
“Kami masih mencari siapa pelaku tersebut dan berharap bisa menangkapnya di sini. Jadi Tuan Silver Macedonia, jika anda melihat gerak-gerik seseorang yang mencurigakan langsung saja laporkan itu pada kami.”
“Selama beberapa hari kedepan ada petugas dari kepolisian nanti yang akan berjaga di sini dan menyamar sebagai pengunjung biasa. Harap biasakan diri.”
Silver Macedonia kembali mengangguk untuk meresponnya.
“Tapi sebelum itu, kami butuh semua keterangan dari anda. Mohon kerja samanya.”
“Baik, aku akan memberikan semua keterangan dan informasi yang anda minta. Tolong bantu aku, aku tak ingin mati secepat ini.”
Bripka Derek lalu mengorek semua informasi yang dibutuhkan. Siapa saja pengunjung yang rutin ke sana juga termasuk mengorek masalah pribadi, apakah instruktur gym itu ada masalah dengan salah satu pengunjung rutinnya, dan lain sebagainya.
__ADS_1
Sementara empat petugas polisi lainnya yang ada Power Gym dan Stanza Gym juga melakukan hal yang sama, seperti yang dilakukan oleh Bripka Dereck.
“Apakah ada seseorang, entah siapa saja itu yang mencurigakan sebelumnya?” tanya salah satu agen polisi pada instruktur di Power Gym, di ruangan tertutup.
Instruktur gym itu terdiam sejenak dan mencoba mengingat namun beberapa detik setelahnya menggeleng.
“Apakah anda punya masalah dengan pengunjung di sini atau siapa saja yang ada di sekitar sini?”
Sebut saja Intrusktur itu Don Michigan. Dia kembali diam dan mengingat ada sedikit masalah pribadi. Masalah hutang piutang, namun bukan dengan pengunjung gym, mainkan dengan tetangga sebelah. Ia pun ragu mengungkapnya.
“Tolong bekerja samalah dengan kami untuk mempermudah penyelidikan ini. Jika ada masalah dengan siapapun tolong beritahu kami, mungkin itu bisa jadi petunjuk.” ucap agen polisi itu melihat pria di depannya seperti menyimpan sesuatu dan ragu untuk mengucapkannya.
Pada akhirnya, Don Michigan pun mengungkapkan jika dia berhutang pada tetangga sebelahnya dan kurang tiga kali angsuran saja, namun tiba-tiba tetangganya itu meminta pelunasan bulan ini.
Agen polisi mencatat semua informasi yang diberikan oleh Don Michigan yang mungkin saja bisa dijadikan petunjuk.
Di lain tempat, mobil putih berhenti di depan Venera Gym. Tempat itu masih buka, meskipun saat ini masih di urus oleh salah satu keluarga korban.
Penunggu gym terkejut melihat kedatangan pria yang terkenal, tak kalah terkenalnya dengan artis atau model disana.
“Detektif Carl?” panggilnya, sekaligus menyambut kedatangan pria itu.
“Aku mendapatkan tugas kemari untuk mengungkap pelaku pembunuh korban disini.” ucapnya, setengah berbisik. Karena ada beberapa pasang mata dari dalam gym yang memperhatikan mereka.
__ADS_1