
Detektif Carl kembali mengajukan pertanyaan terkait dengan Edwin Clue yang membuatnya penasaran karena ada hubungan masa lalu dengan Nyonya Peach.
“Nyonya apakah sewaktu makan bersama dia mengambilkan sesuatu untukmu ?” tanya detektif Carl dengam memegang catatannya lalu membalik ke lembar berikutnya.
Nyonya Peach tak langsung menjawab dan diam berpikir terlebih dahulu.
“Ya, detektif dia mengambilkan udang kesukaanku. Apa ada yang salah dengan itu ?” jawabnya malah bingung dan jadi berpikiran negatif pada pria itu.
“Aku belum bisa pastikan masih banyak data yang perlu kumpulkan.” jawab detektif Carl berhenti mengambil air mineral untuk membasahi tenggorokannya yang kering setelah beberapa waktu bicara tanpa henti.
“Baiklah kita lanjutkan karena ini belum selesai. Apakah kau memperhatikan bagaimana ekspresi Edwin Clue setelah mengambilkan udang itu untukmu nyonya ?”
Nyonya Peach terlihat tegang saat membahas tentang Edwin Clue, entah kenapa.
“Ya-ya dia sedikit merayu ku.” jawabnya tak nyaman bercerita begitu karena termasuk privasi sebenarnya.
“Maaf nyonya, aku tak ingin mengetahui masa lalumu dengan pria itu aku hanya ingin membutuhkan penjelasan saja darimu, tidak lebih. Jadi tolong bekerja sama lah denganku jangan menutupi informasi apapun dariku.” ucap detektif Carl mencoba menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman di sini.
Mimik muka Nyonya Peach pun berangsur-angsur berubah menjadi tenang kembali.
“Selama bertemu denganku di sana dia terus mendesak ku untuk mengajakku balik dengannya tapi aku terus menolaknya, detektif.” jelasnya pada akhirnya berkata jujur setelah pria itu menjamin privasinya.
“Lalu apakah dia mengambilkan minum untukmu ?”
“Ya, detektif.”
“Apakah itu minuman khusus yang disiapkan atau ambil langsung dari sana ?”
“Ambil langsung dari sana, detektif.”
__ADS_1
Detektif Carl mencatat penjelasan wanita itu dan kembali mengajukan pertanyaan berikutnya.
“Apakah pria itu mengantarmu sampai ke mobil sebelum pulang ?”
“Ya, detektif. Edwin mengikutiku sampai ke mobil. Bahkan dia enggan untuk keluar dari mobil ku.”
“Apakah saat itu dia menyentuh kemudi rem ataupun sesuatu lainnya dalam mobil ?”
“Ya, detektif.”
“Apakah dia terkesan menunda waktu dan melakukan aktivitas aneh di sana ?”
“Dia menunda waktu untuk keluar dari mobil ku, tapi dia tidak melakukan sesuatu yang mencurigakan, detektif.”
Detektif Carl terlihat berpikir dan diam sejenak namun pria itu kembali mengajukan banyak pertanyaan lagi.
Setelah selesai mengajukan banyak pertanyaan tentang Edwin Clue, detektif Carl berani mengajukan pertanyaan tentang Hillary Swan.
Jam cuckoo di kantor detektif tiba-tiba berdentang sekali.
“Oh astaga sudah pukul 13.00 siang. Aku harus menyelesaikan kasus ini hari ini juga.” batinnya melirik ke arah cuckoo yang ada di samping kanan nya.
Ia pun kembali melanjutkan investigasinya agar cepat selesai.
“Nyonya apa hubunganmu dengan Nyonya Hillary Swan ?”
Tampak wanita itu menghela nafas berat sebelum menjawabnya.
“Hillary pernah bekerja di kantor yang sama denganku. Tapi dia resign setelah membuat masalah denganku dan dinyatakan bersalah. Lalu ia pindah ke kantor lain.” jelasnya kembali teringat pada masa lalunya yang tidak menyenangkan dengan wanita itu.
__ADS_1
“Oh. Jadi apakah selama di sana kalian berdua bersi tegang ?”
“Tidak, detektif. Masalah 12 tahun yang lalu dan semuanya sudah berakhir. Dia terlihat biasa denganku bahkan malah lebih baik dari sebelumnya.”
Detektif Carl mengerutkan kening mendengar penjelasannya.
“Sesuatu jangan curigakan mengingat wanita biasanya menyimpan dendam bahkan sampai bertahun-tahun lamanya, tapi tak bisa dipastikan juga.” batin detektif Carl.
“Apakah selama di sana kalian berdekatan terus ?”
“Tidak, detektif. Dia mendatangiku saat dua pria tadi pergi dariku. Dan kami mengobrol layaknya teman biasa, tak ada yang mencurigakan.” tutur Nyonya Peach setelah mengingat kembali apa yang mereka lakukan di sana.
Di lain tempat di Scorn Icy, terlihat Leo menggunakan sebuah item yang mirip dengan headset mini dan ia menempelkannya di dinding tempat Ricky Maldov bicara dengan pemilik Scorny Icy.
“Semoga saja alat ini bekerja dan aku bisa mendengarkan apa pembicaraan mereka.” gumam Leo bersemangat.
Namun ternyata ia tak mendengar apapun di sana, padahal alatnya itu masih berfungsi dengan baik dan sebenarnya bisa bekerja.
“Sial ! sepertinya ruangan itu dibuat kedap suara jadi alat ini tak bisa menembusnya.” desau Leo kecewa.
Ia kemudian memasukkan kembali alat sadapnya itu kemudian kembali duduk ke tempat duduknya semula.
“Tak ada cara lain. Aku harus mengikuti pria itu jika begitu.”
Leo sabar menanti dan terus mengarahkan tatapannya ke ruangan di outlet sebelah.
Hingga 10 menit berikutnya pria bermasker hitam tadi sudah keluar dan berganti masker putih bersih.
“Ini saat nya aku mengikuti dia.” gumam Leo.
__ADS_1
Di saat Ricky Maldov sudah keluar dari outlet Scorny Icy dan berada agak jauh, maka ia pun mengikutinya.