
“Jangan lupa pakai sabuk pengamanmu sebelum take off.” Detektif Carl mengingatkan kembali Briptu Scarlet.
Detektif Carl ada di dalam sebuah pesawat executive dengan tujuan Swiss-Hawai. Mereka sudah cukup lama untuk menunggu pesawat itu tinggal landas.
“Pakai seat belt mu juga,” tandas Briptu Scarlet. Ia segera mengenakan sabuk pengamannya lalu memakaikan sabuk pengaman Detektif Carl yang belum terpasang.
“Hey, kau tampak tegang?” Briptu Scarlet melihat raut muka lelakinya yang tampak memikirkan sesuatu.
“Aku memikirkan kantorku. Aku menitipkannya pada Leo.”
“Carl, lupakan sejenak tentang kantormu. Lupakan sejenak semua klien ataupun kasusmu. Kita harus menikmati liburan kita.”
Detektif Carl tergugu mendengar apa yang barusan diucapkan oleh Briptu Scarlet. Tak biasanya wanita itu bisa bicara sesantai itu. Karena biasanya malah dia sendiri yang sering sibuk tanpa henti.
“Semoga saja tak ada masalah serius di sana. Atau semoga saja Leo bisa mengatasi jika ada sebuah masalah.”
***
Sementara di Swiss langit cerah dengan awan bergumpal itu seolah menjadi saksi bisu kematian beberapa orang yang tragis.
“Amy! Bangun. Kau hanya bercanda bukan? Jangan menakuti Ibu seperti ini.” Seorang wanita terus mengguncang tubuh pucat seorang gadis yang barusan ia turunkan dari tali yang menjerat tubuh dan tergantung pada pohon.
__ADS_1
Meskipun wanita itu mengetahui tubuh putrinya itu sedingin es Bahkan tak ada nafas yang keluar masuk dari hidung, dia tetap menganggapnya masih hidup.
“Ada apa dengan Amy?” Seorang pria kemudian segera berlari setelah mendengar jeritan dari belakang rumah yang terasa sembilu menyayat hati.
Kakinya gemetar melihat gadis yang merupakan putrinya nampak pucat pasi dengan mata terpejam, terlebih melihat istrinya yang masih berteriak histeris sambil memeluk jasad putri mereka.
Tak selang berapa lama kemudian datang petugas polisi juga petugas medis rumah tersebut.
“Cepat bawa tubuhnya,” perintah agen polisi.
Beberapa petugas medis segera membawa jasad gadis itu masuk ke ambulans, dikarenakan keluarga korban yang bersikeras untuk membawa putri mereka ke rumah sakit meskipun tanda-tanda kehidupan sudah tak nampak lagi.
Sedangkan agen kepolisian yang ada di rumah tersebut memeriksa TKP tempat Amy gantung diri. Meskipun sudah jelas bahwa itu murni kasus bunuh diri tapi polisi tetap melakukan pemeriksaan.
“Tuan dan Nyonya, maaf. Kasus ini murni sebagai kasus bunuh diri.” Agen polisi menyampaikan.
Dengan berat hati mereka lalu keluar dari rumah tersebut yang membuat orang tua Amy kecewa. Padahal mereka berharap itu bukan sebuah kasus gantung diri biasa, tapi kasus pembunuhan. mengingat putri mereka tak pernah ada masalah ataupun depresi karena masalah.
***
Di sudut kota Swiss yang lain
__ADS_1
Seorang gadis berlari di tengah tanah lapang. Ada seseorang yang mengejarnya dari belakang seperti bayangan.
“Siapa? Siapa orang yang mengejarku?” Gadis itu menoleh ke belakang dan bayangan orang yang mengejarnya itu hilang.
Hah! Ia pun kemudian berhenti sejenak untuk mengisi rongga paru-parunya yang sempat menyempit agar dia bisa merasakan oksigen lagi.
Tak! terdengar suara hentakan langkah kaki seorang dari belakang.
“Siapa? Siapa itu?” desis gadis berambut pendek sebahu itu kembali ke menoleh belakang.
Dengan cepat beberapa saat setelahnya muncul seseorang dengan pakaian yang serba misterius di depannya dengan senyum seringai yang mengerikan dengan tatapan tajam seolah ingin membunuh.
“Kau? Tidak kenapa mencari ku disini? Apa tujuanmu?” Gadis itu mundur seiring dengan pria misterius tadi yang terus bergerak maju.
“Mundur! Jangan dekati aku!”
Gadis itu semakin nampak gelisah dengan detak jantung yang tak beraturan serta keringat yang mulai menetes dari pelipis.
Aku harus lari sekarang, batin gadis itu.
Dengan memberanikan diri, dia pun mencoba berlari sekuat tenaga meskipun pria misterius itu tetap mengikutinya dan mulai mengejar dirinya.
__ADS_1
Di tengah jalan tiba-tiba gadis tadi menginjak sebuah tanah yang tertutup pada rumputan di bawah pohon dan ternyata itu berlubang.
Akh! Begitu gadis tadi terjatuh dalam lubang, tiba-tiba sebuah tali langsung menjerat lehernya dan menariknya ke atas.